• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Yang datang lalu menyingkirkan, ironi Ikan-ikan “pendatang” di Tanah Papua

“Ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati adalah introduksi spesies-spesies eksotik yang invasif.”

June 6, 2024
in Lingkungan, Tanah Papua
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Zely Ariane
Ikan

Keramba milik warga di Kampung Yoka, banyak memelihara ikan mujair – Jubi/Dominggus Mampioper

0
SHARES
341
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Ada apa dengan ikan gastor dan louhan yang sekarang mendominasi Danau Sentani sambil menyingkirkan Khahabei dan mengancam ikan pelangi? Para pemancing tradisional Danau Sentani mengakui kalau sekarang sangat sulit untuk mencari ikan gabus asli Danau Sentani, atau dalam bahasa Sentani disebut Khahabei dan Oxyeleotris sp dalam nama latinnya.

Mama Ermer M Mebri dari Kampung Yoka, Distrik Waena, Kota Jayapura kepada Jubi.id Kamis (6/6/2024) mengakui kalau sekarang sangat sulit untuk mencari ikan gabus asli Danau Sentani. “Iya dulu agak banyak sekali tetapi sekarang justru ikan louhan dan ikan gabus Toraja (Gastor) saja yang banyak, dan ikan gabus asli Khahabei justru makin berkurang,” ungkap Mama Mebri.

Dia menambahkan bahkan di Kampung Yoka itu ikan gabus asli Danau Sentani (Khahabei) sudah tidak ada lagi. “Kitorang biasa kalau mancing ikan sore-sore di belakang rumah panggung hanya dapat ikan louhan saja,” lanjutnya.

Ikan Gabus Asli Danau Sentani. Nama Local Kayouw nama Indonesia Henhitani Nama Latin Oxyeleotris Heterodon. foto.By Hendrik Palo.
Ikan gabus asli Danau Sentani- Jubi/ist

Ikan-ikan “pendatang” baru

Hadirnya ikan-ikan eksotik air tawar di danau, maupun sungai-sungai terkadang menjadi ancaman atau bisa menjadi predator dan hama bagi jenis ikan endemik lokal. Apalagi kalau populasi ikan-ikan jenis baru dari luar berkembang cepat dan memangsa ikan-ikan jenis asli di danau.

Keluhan Mama Ermer Mebri ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru terjadi, sebab ada beberapa penelitian yang telah dilakukan, terutama oleh pakar Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih, Dr Henderita Ohee MSc.

8f76040f 33b3 4778 8beb c91286e80df5 e1717667990123
Mama Ermer Mebri di Kampung Yoka, Kamis (6/6/2024)- Jubi/Dominggus Mampioper

Menurut Ohee, masuknya jenis-jenis ikan baru di Danau Sentani dimulai sejak tahun 1958 di era Nederlands Nieuw Guinea. Pertama kali pemerintah Belanda waktu itu memasukan tiga jenis ikan, masing-masing ikan gurame, tawes dan mujair.

BERITATERKAIT

Predator mengancam keberlangsungan ikan endemik Danau Sentani

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

Danau Sentani semakin dijajah ikan “setan merah”

Danau Sentani Menyimpan PR Besar: Analisis AHP Ungkap Kampung Yoboi Jadi Prioritas Utama Penanganan Anak Putus Sekolah

“Namun di antara ikan-ikan di atas, ternyata ikan louhan dan ikan gabus Toraja yang sangat mengancam populasi ikan gabus asli Danau Sentani. Memang masuknya spesies asing seperti ikan gabus Toraja ini sangat mengkhawatirkan, karena menjadi predator bagi ikan gabus asli Danau Sentani,” ujar mantan peneliti biologi dari Conservation International Indonesia, Dra Henderita Ohee MSc di Jayapura.

Dikatakan ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati adalah introduksi spesies-spesies eksotik. Dampak introduksi spesies eksotik secara sengaja atau tidak justru menjadi kompetitor atau predator bagi fauna asli, sehingga menimbulkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki pada keanekaragaman hayati air tawar. Danau Sentani yang termasuk danau terbesar di Papua pun tak lepas dari masuknya spesies ikan dari luar Papua.

Sementara itu Kadarusman, PhD dari Politeknik Perikanan di Sorong Papua Barat Daya, yang juga penemu 15 spesies baru ikan pelangi (Papuan Rainbowfishes: Melanotaeniidae, until Sept 2014) dalam laporan penelitian berjudul “Kajian Strategi Pra-Domestikasi Ikan Pelangi (Rainbowfishes) di Danau Sentani Kabupaten Jayapura,” menyatakan bahwa sebaran ikan pelangi Sentani luas dalam danau dan sungai, seperti di daerah Yoka, Jaifuri, Kleu Blow, Yokiwa, Atamali, Doyo Lama, Kwadeware, Waibron, dan Wabron Samon.

Penemuan tersebut tidak menghapus status keterancaman spesies. Pasalnya, ancaman besar masih mengintai.

Kadarusman menjelaskan, keberadaan spesies invasif hasil introduksi menjadi ancaman utama ikan pelangi Sentani. Salah satu jenis invasif yang mengancam adalah spesies louhan merah (Amphilphus labiatus) yang banyak didapatkan dari Amerika Latin dan Afrika.

Louhan merah memangsa telur-telur ikan pelangi sehingga keberlanjutan spesies itu terganggu. Belum lagi, ada ikan lain seperti betok (Anabas sp.) yang juga memangsa telur ikan pelangi.

“Ikan pelangi ini kan makan kutu-kutu air dan insekta (serangga). Kalau punah maka bisa terganggunya ekosistem danau itu,” kata Kadarusman.

Kondisi yang menimpa ikan pelangi Sentani sebenarnya merupakan cermin masalah lingkungan Sentani secara umum. Spesies invasif menjadi ancaman besar bagi jenis lokal.

Ikan Betik, ancam burung Pelikan di Papua Selatan

Dr Jance de Fretes, pakar Bioforestry dari Canada dan juga peneliti, dalam wawancaranya dengan Jubi.id beberapa waktu lalu di Jayapura mengatakan, masuknya berbagai spesies baik tanaman maupun hewan baru baik disengaja maupun tidak dapat membunuh spesies lokal.

“Hal ini menyebabkan terjadinya pembunuhan spesies lokal. Misalnya saja masuknya ikan gastor (Gabus Toraja), keong mas, dan ikan betik (betook) bisa menjadi hama bagi jenis ikan ikan lokal atau endemik.

Ikan betik atau ikan puyu ini sudah banyak ditemukan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ikan ini dalam bahasa Jawa disebut ikan betik, kalau orang Sunda menamakannya ikan betok. Sedangkan orang Kalimantan Timur dan Malaya menyebutnya ikan puyu.

Ikan betook ini semakin banyak berkembang biak di Merauke karena banyak rawa dan sungai-sungai. Laporan warga beberapa waktu  lalu mengatakan banyak burung –burung Pelikan dari Australia mati karena memakan ikan puyu yang berduri itu.

Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai climbing gauramy atau climbing perch, merujuk pada kemampuannya memanjat ke daratan. Ikan ini berduri tajam, jika burung-burung pemangsa ikan memakannya akan tersendak dan mati. Laporan para peneliti menyebutkan bahwa banyak burung pelican mati akibat memakan ikan-ikan betook ini.

climbing perch anabas testudineus 696x329 1
Ikan betook/anabas- Jubi/ist

Mengutip sebuah artikel di situs agroindonesia.co.id yang menyebutkan bahwa para ilmuwan Australia bimbang setelah menemukan spesies ikan asing bisa berhijrah ke wilayah negara mereka di selat Torres, bagian utara Australia, sebagai ikan pendatang.

Pakar Australia menyatakan ikan betok ini akan memusnahkan ekosistem Australia karena bisa menyebabkan burung dan ikan asli negara itu tercekik akibat memangsa ikan betook atau puyu.

Ikan betok adalah salah satu jenis ikan air tawar dan payau, seperti dikutip dari situs perikanan.sariagri.id yang juga menyebutkan nama ikan ini sangat beragam di daerah Indonesia. Ada yang menyebutnya dengan nama ikan betik, puyo, puyu, dan papuyu.

Ikan betok termasuk jenis ikan omnivora, sebab ia dapat memakan segalanya. Saat masih kecil, anakan ikan betok memakan plankton, lumut, eceng gondok dan gulma. Kemudian ketika dewasa, ikan ini beralih menjadi karnivora dengan memangsa serangga, udang renik dan ikan kecil yang ada disekitarnya.

signal 2024 06 06 18 41 15 422
Infografis. Jubi/Leon

 ABC News melaporkan, seorang ilmuwan dari James Cook University, Dr. Nathan Waltham percaya bahwa ikan puyu telah datang dari Papua Nugini, dan akan menjadi ancaman kepada kehidupan liar setempat.

“Insang mereka tajam dan bila terbuka bisa menyebabkan ia akan terperangkap di dalam kerongkongan ikan atau burung yang memangsanya. Ini memungkinkan binatang pemangsanya mati. Ikan ini telah ditemukan di Pulai Boigu dan Pulau Saibai yang merupakan pulau paling dekat dengan Papua Nugini. Ikan-ikan itu telah berenang menyeberangi selat Torres menuju pulau Boigu dan Saibai,” kata Dr Waltham.

Ikan betok dalam bahasa latin adalah Anabas testudineus dan memiliki beragam keistimewaan. Diantaranya dilengkapi dengan organ labirin untuk membantu dalam proses pengambilan udara pada saat perairan mulai dangkal dan kekeringan.

Ikan betok dikenal sebagai predator dalam perairan tawar yang mampu bergerak bebas dan aktif dalam mencari makanannya. Sama halnya dengan ikan lain, kebiasan makan dan cara memakan ikan betok secara alami bergantung kepada lingkungan tempat ikan itu hidup. (*)

Tags: Danau SentaniIkan di Danau SentaniIkan Gabus SentaniIkan-Ikan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Ikan endemik Danau Sentani

Predator mengancam keberlangsungan ikan endemik Danau Sentani

October 11, 2026
Ikan gabus Sentani

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

September 30, 2026

Danau Sentani semakin dijajah ikan “setan merah”

September 30, 2026

Danau Sentani Menyimpan PR Besar: Analisis AHP Ungkap Kampung Yoboi Jadi Prioritas Utama Penanganan Anak Putus Sekolah

September 5, 2026

Tambang emas ilegal mengancam Danau Sentani

August 27, 2026

Anggota DPR Papua usulkan pembersihan Danau Sentani

June 14, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

KINGMI Church calls for urgent aid for civilians reportedly displaced in Papua Highlands
17 October 2026
KINGMI Church calls for urgent aid for civilians reportedly displaced in Papua  Highlands

Jayapura, Jubi – The Evangelical Christian Church (KINGMI) in the Land of Papua has called on the Indonesian Government and [...]

Thick smoke continues to blanket Fakfak as forest fires burn across West Papua
17 October 2026
Thick smoke continues to blanket Fakfak as forest fires burn across West  Papua

Jayapura, Jubi – Thick smoke continued to blanket Fakfak, the capital of Fakfak Regency in West Papua, on Friday (October [...]

Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings
16 October 2026
Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings

Jayapura, Jubi — Dozens of students from the Somatua Intan Jaya Independent Student Community (KOMISI) have held a public rally [...]

TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task Force Says Victims Were Civilians
16 October 2026
TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task  Force Says Victims Were Civilians

Jayapura, Jubi — The West Papua National Liberation Army (TPNPB) claims to have executed four people in Dekai, the capital [...]

Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems
15 October 2026
Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems

Jayapura, Jubi – Thick smoke haze has blanketed Timika, the capital of Mimika Regency in Central Papua, with smoke from [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa mengajak umat GBGP mendukung pembangunan daerah

October 17, 2026
Benteng konservasi

Benteng konservasi terakhir di Papua Selatan terancam rusak

October 17, 2026
Operasi militer di Korowai

Departemen Hukum dan HAM GIDI: Hentikan operasi militer di Korowai

October 17, 2026
Perjanjian kemitraan Uni Eropa

Perjanjian kemitraan Uni Eropa tentang memorandum nikel dikritik pejuang kemerdekaan Kanaki

October 17, 2026
Warga Kepulauan Solomon dapat beasiswa

50 warga Kepulauan Solomon mendapatkan beasiswa dan belajar di Australia

October 17, 2026
Siklon di Fiji

Diperkirakan dua hingga tiga siklon berdampak pada Fiji musim ini

October 17, 2026
Derby Papua

Derby Papua: Dua klub musafir, Mutiara Hitam versus Badai Pasifik

October 15, 2026
Utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

Koalisi desak akses bagi utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

October 17, 2026
Musik adalah pemersatu

Gubernur Nawipa: Musik adalah sarana pemersatu

October 16, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
KontraS

Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

April 10, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

0
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa mengajak umat GBGP mendukung pembangunan daerah

0
Benteng konservasi

Benteng konservasi terakhir di Papua Selatan terancam rusak

0
Operasi militer di Korowai

Departemen Hukum dan HAM GIDI: Hentikan operasi militer di Korowai

0
Perjanjian kemitraan Uni Eropa

Perjanjian kemitraan Uni Eropa tentang memorandum nikel dikritik pejuang kemerdekaan Kanaki

0
Warga Kepulauan Solomon dapat beasiswa

50 warga Kepulauan Solomon mendapatkan beasiswa dan belajar di Australia

0
Siklon di Fiji

Diperkirakan dua hingga tiga siklon berdampak pada Fiji musim ini

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara