• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lapago

Forum Peduli Generasi Tolikara rekomendasikan sejumlah poin setelah nobar Pesta Babi

July 2, 2026
in Lapago
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Forum Peduli Generasi Tolikara

Forum Peduli Generasi Tolikara saat bertemu pihak DPRK Tolikara menyampaikan sejumlah rekomendasi - Dok. Untuk Jubi

0
SHARES
52
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Forum Peduli Generasi Tolikara merekomendasikan beberapa poin kepada para pemangku kepentingan setelah melakukan nonton bareng atau nobar film dokumenter Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita, di Lapangan Terbang Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan pada 3 Juni 2026.

Forum Peduli Generasi Tolikara menyatakan berdasarkan hasil nobar dan diskusi bersama masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, dan pihak terkait lainya di Tolikara.

Forum pun menyampaikan beberapa rekomendasi, yaitu penguatan pengawasan dan penertiban tambang emas ilegal, dengan mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal di Distrik Douw dan Wari.

Menindak tegas pelaku pertambangan ilegal yang merusak lingkungan hidup, mencemari sumber air, dan mengancam kehidupan masyarakat adat. Melibatkan masyarakat adat dalam sistem pengawasan sumber daya alam di wilayah adat mereka.

Perlindungan hak ulayat dan wilayah adat, yaitu mengakui dan menghormati hak-hak masyarakat adat atas tanah, hutan, sungai, dan sumber daya alam yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Mendorong pemetaan wilayah adat secara partisipatif untuk menghindari konflik lahan dan eksploitasi tanpa persetujuan masyarakat.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dengan memberikan prioritas kepada masyarakat asli Papua, khususnya di Kabupaten Tolikara, dalam pengelolaan dan pemasaran hasil bumi seperti ubi, sagu, pinang, sayur-mayur, dan komoditas lokal lainnya.

BERITATERKAIT

AJI Jakarta dan IESR nobar film dokumenter “Pelita Asa”

Warga Distrik Muliama nobar dan diskusi film dokumenter Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi diputar di Universitas Tokyo

Ribuan warga Tolikara antusias saksikan film dokumenter Pesta Babi

Menyediakan akses permodalan, pelatihan usaha, serta pendampingan bagi petani dan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing secara sehat di pasar.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Membentuk koperasi atau badan usaha milik masyarakat yang dikelola secara transparan dan berkelanjutan.

Perlindungan dan pengembangan pangan lokal, dengan mendorong program pemerintah yang berfokus pada pengembangan pangan lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah.

Mengurangi ketergantungan terhadap produk pangan dari luar daerah dengan memperkuat produksi dan distribusi hasil pertanian lokal.

Pelestarian lingkungan hidup, dengan menjaga kawasan hutan, daerah aliran sungai, dan sumber air dari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.

Melaksanakan rehabilitasi dan pemulihan pada wilayah yang terdampak aktivitas pertambangan maupun eksploitasi sumber daya alam lainnya. Mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, yaitu memastikan masyarakat adat dilibatkan secara aktif dalam setiap kebijakan pembangunan yang berdampak pada wilayah dan kehidupan mereka.

Menjamin adanya konsultasi dan persetujuan masyarakat sebelum pelaksanaan proyek-proyek strategis di wilayah adat.

Penguatan pendidikan dan kesadaran publik, dengan mendorong penyelenggaraan forum diskusi, pemutaran film dokumenter, dan kegiatan edukasi yang meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak adat, lingkungan hidup, dan pembangunan berkelanjutan.

Mengembangkan pendidikan berbasis budaya lokal untuk menjaga identitas dan nilai-nilai masyarakat Papua.

Transparansi dan akuntabilitas tata kelola sumber daya alam, dengan mendorong pemerintah dan perusahaan untuk membuka informasi terkait pemanfaatan sumber daya alam secara transparan.

Memastikan manfaat ekonomi dari pemanfaatan sumber daya alam dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat setempat.

“Kami menolak keras rencana pembangunan pos TNI di wilayah Tolikara. Menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Pos TNI di wilayah-wilayah yang belum memperoleh persetujuan masyarakat adat dan pemilik hak ulayat setempat,” tulis Forum Peduli Generasi Tolikara dalam pesan elektroniknya, Kamis (2/7/2026).

Forum Peduli Generasi Tolikara mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk mengedepankan pendekatan dialogis, partisipatif, dan menghormati hak-hak masyarakat adat dalam setiap rencana pembangunan yang berdampak pada ruang hidup masyarakat.

Meminta setiap kebijakan atau pembangunan fasilitas keamanan di wilayah adat terlebih dahulu melalui proses konsultasi yang terbuka, transparan, dan melibatkan masyarakat secara penuh.

Mendorong pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dasar, dan pemberdayaan masyarakat sebagai kebutuhan utama masyarakat Tolikara.

Menegaskan bahwa setiap rencana pembangunan di wilayah adat harus menghormati hak ulayat, menjaga keharmonisan sosial, serta tidak menimbulkan keresahan atau potensi konflik di tengah masyarakat.

“Kami menolak keras agen komsumsi minuman keras alkhol, narkoba, agen togel dan perjudian lainya di Kabupaten Tolikara”.

Forum juga menyatakan menolak rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pengungan, dan meminta pemerintah menghormati aspirasi masyarakat, serta mengutamakan pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, juga kesejahteraan rakyat.

Setiap kebijakan pemekaran kata Forum, harus berdasarkan persetujuan dan dukungan masyarakat secara luas. Setiap tanah milik masyarakat adat di Tolikara tidak boleh jual. Akan tetapi boleh digunakan denhan sistem kontrak dengan jakngka waktu.

Meminta Pemerintah Kabupaten Tolikara segera membagun pasar sentral di tempat yang layak dan baik bagi mama pribumi tolikara. Penerimaan CPNS harus memprioritaskan anak-anak daearah.

“Bagi parah pendatang harus punya identitas tetapi ada batas waktunya, Dinas Dukcapil harus teliti”.

Forum Peduli Generasi Tolikara berharap, melalui rekomendasi ini, seluruh pemangku kepentingan dapat bersam mewujudkan pembangunan yang adil, berkelanjutan, menghormati hak masyarakat adat, melindungi lingkungan hidup, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Tolikara dan sekitarnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Tolikara, Meinus W Yanengga mengatakan pihaknya akan menyandingkan rekomendasi Forum Peduli Generasi Tolikara itu dengan rancangan peraturan daerah atau raperda yang akan disusun nantinya, dalam bentuk peraturan bupati atau peraturan daerah. (*)

Tags: Film Dokumenter Pesta BabiFilm Pesta BabiForum Peduli Generasi TolikaraNobar
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Film Dokumenter

AJI Jakarta dan IESR nobar film dokumenter “Pelita Asa”

June 25, 2026
Foto bersama usai nobar dan diskusi film dokumneter Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita, di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu (21/06/2026) - Dok. Untuk Jubi

Warga Distrik Muliama nobar dan diskusi film dokumenter Pesta Babi

June 22, 2026

Film dokumenter Pesta Babi diputar di Universitas Tokyo

June 22, 2026

Ribuan warga Tolikara antusias saksikan film dokumenter Pesta Babi

June 4, 2026

Perubahan sikap Mama Yasinta diduga berkaitan dengan proses hukum di PTUN Jayapura

June 3, 2026

Keluarga Yasinta Moiwend Klarifikasi, Duga Mama Sinta Diselundupkan, Minta LPSK dan Komnas HAM Turun Tangan

June 1, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Bullet marks visible on the rectory vehicle that was shot at in Titigi, Intan Jaya Regency, Central Papua, Monday (6/29/2026). - Photo courtesy of Jubi

Car Carrying Catholic Church Leader Shot at in Intan Jaya

July 2, 2026
Papuan Women Traders

Papuan Women Traders Spend Night Outside Southwest Papua Governor’s Office

July 2, 2026
Women's Role in Economic Development

Central Papua Strengthens Women’s Role in Economic Development

July 2, 2026
Bupati Intan Jaya

Bupati desak presiden evaluasi keberadaan TNI non organik di Intan Jaya

July 2, 2026
Pesawat AMA

Pesawat AMA rute Wamena–Balingga hilang kontak

July 2, 2026
Forum Peduli Generasi Tolikara

Forum Peduli Generasi Tolikara rekomendasikan sejumlah poin setelah nobar Pesta Babi

July 2, 2026
Warga Tolikara

Panglima TNI didesak proses hukum terduga pelaku penembak warga Tolikara

July 2, 2026
Gula di Fiji

Perselisihan pekerja dan petani menyebabkan industrik gula di Fiji lumpuh

July 2, 2026
Pedagang mama Papua

Pedagang mama Papua menginap di kantor Gubernur Papua Barat Daya

July 2, 2026
pedagang pakaian

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Bullet marks visible on the rectory vehicle that was shot at in Titigi, Intan Jaya Regency, Central Papua, Monday (6/29/2026). - Photo courtesy of Jubi

Car Carrying Catholic Church Leader Shot at in Intan Jaya

0
Papuan Women Traders

Papuan Women Traders Spend Night Outside Southwest Papua Governor’s Office

0
Women's Role in Economic Development

Central Papua Strengthens Women’s Role in Economic Development

0
Bupati Intan Jaya

Bupati desak presiden evaluasi keberadaan TNI non organik di Intan Jaya

0
Pesawat AMA

Pesawat AMA rute Wamena–Balingga hilang kontak

0
Forum Peduli Generasi Tolikara

Forum Peduli Generasi Tolikara rekomendasikan sejumlah poin setelah nobar Pesta Babi

0
Warga Tolikara

Panglima TNI didesak proses hukum terduga pelaku penembak warga Tolikara

0

English Stories

Bullet marks visible on the rectory vehicle that was shot at in Titigi, Intan Jaya Regency, Central Papua, Monday (6/29/2026). - Photo courtesy of Jubi
Pacnews

Car Carrying Catholic Church Leader Shot at in Intan Jaya

July 2, 2026
Papuan Women Traders
Pacnews

Papuan Women Traders Spend Night Outside Southwest Papua Governor’s Office

July 2, 2026
Women's Role in Economic Development
Pacnews

Central Papua Strengthens Women’s Role in Economic Development

July 2, 2026
Jayapura Regency
Pacnews

Three Jayapura Regency Council Factions Push to Dissolve Special Committee

July 1, 2026
Jubi](https://jubi.id/wp-content/uploads/2026/06/1000877419.jpg)One of the teenagers reportedly shot in Titigi Village, Sugapa District, Intan Jaya Regency, Central Papua, Monday (29/06/2026) – Photo courtesy of Jubi
Pacnews

Two teenagers in Intan Jaya reportedly shot

July 1, 2026

Trending

  • Gula di Fiji

    Perselisihan pekerja dan petani menyebabkan industrik gula di Fiji lumpuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pedagang mama Papua menginap di kantor Gubernur Papua Barat Daya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara