Sentani, Jubi – PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sentani memprediksi jumlah penumpang pesawat naik dua persen jelang lebaran, yaitu hingga 109 ribuan orang dibandingkan periode tahun lalu sebanyak 107 ribuan orang.
General Manager Bandara Sentani, Apip E Cahyadi pada Kamis (28/3/2025) mengatakan untuk saat ini sementara belum ada kenaikan jumlah penumpang. Puncak kepadatan arus keberangkatan diperkirakan terjadi pada tiga hari sebelum lebaran.
“Kami memperkirakan tahun ini mengalami kenaikan penumpang hanya sebesar dua persen,” ujarnya usai Apel Pembukaan Posko Angkutan Udara Lebaran Tahun 2025 di lobi kantor PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sentani.
Apip menambahkan puncak arus balik diperkirakan pada enam hari setelah lebaran, yaitu Senin (7/3/2025). Untuk mengantisipasi puncak kepadatan penumpang di Bandara Sentani, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah personel.
“Kami melibatkan sekitar 250-an personel, baik dari internal dan eksternal. Kami sudah melakukan pengecekan X-ray dan peralatan lain dari segi airside maupun di landside.
Pengecekan tersebut kami bekerja sama dengan tim dari kantor Otoritas Bandara Wilayah X Merauke,” katanya.
Selain itu, ia juga mengatakan pihaknya telah meningkatkan fasilitas kepada penumpang seperti penambahan pendingin ruangan di ruang tunggu dan memastikan kelancaran air di toilet supaya merasa nyaman.
“Insya Allah kami akan buka, terutama pada saat-saat jam sibuk, kami akan buka STP menjadi dua untuk mengurangi kepadatan penumpang masuk ke ruang tunggu,” katanya.
Kepala Otoritas Bandara Wilayah X Merauke Rasburhany mengatakan pihaknya seminggu lalu telah melakukan inspeksi terkait kesiapan sarana dan prasarana Bandara Sentani.
“Secara keseluruhan hasil inspeksi dari tim kami dan inspektur kami bahwa Bandara Sentani siap dalam melayani kegiatan angkutan lebaran tahun 2025. Kesiapan yang kami inspeksi adalah landasannya, apronnya, baik di udara dan darat seperti di terminal, ruang keberangkatan, ruang check-in, dan ruang tunggu serta di ruang kedatangan. Itu menjadi perhatian, termasuk dengan fasilitas safety atau keamanan,” katanya.
Dia juga menambahkan terkait pengawasan harga tiket sendiri, menurut Rasburhany berdasarka pengawasan timnya, khususnya pada Rabu (5/3/2025) hingga Selasa (11/3/2025) harga terpantau sudah memenuhi ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan terkait penurunan khusus ada tiga poin, yaitu fuel surcharge, PPN, dan Airport tax atau Passenger Service (PSC).
Sementara itu, Anggota DPD RI Komisi II, Lalita mengatakan penurunan harga tiket belum signifikan dirasakan.
“Sejauh ini kayaknya belum terlalu ya, karena saya baru mau beli tiket, tadi malam cek harga maskapai Batik Rp5,7 juta dari sebelumnya Rp5,2 juta. Sedangkan maskapai Garuda masih tetap di angka Rp5 juta sekian. Saya tidak tahu mungkin ada di mana, tapi yang pasti belum ada signifikansi penurunan. Harusnya ini menjadi pemerintah minta diturunkan ke Ramadan ini. Semoga bisa ditertibkan penurunan harga tiket sehingga ada kemudahan untuk masyarakat Jayapura yang ingin mudik,” katanya. (*)























Discussion about this post