Jayapura, Jubi – Kantor Perwakilan Bank Indonesia atau KPw BI Provinsi Papua bekerjasama dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut atau Lantamal X Jayapura melakukan ‘Ekspedisi Rupiah Berdaulat’ atau ERB 2025, dengan menyalurkan Rp14,8 miliar uang tunai pada lima pulau terluar di pesisir utara Papua.
Pulau terluar di Provinsi Papua yang disasar ERB tahun ini, adalah Bromsi, Pulau Padaidori, Pulau Bras, Pulau Numfor, dan Pulau Yapen.
Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman mengatakan uang tunai yang disalurkan ke pulau terluar itu, meningkat 7,25 persen dibandingkan pada ERB 2024 yang hanya Rp13,8 miliar.
Menurutnya, meningkatnya nominal yang yang disalurkan pada ERB tahun ini, sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya masyarakat di pulau terluar antusias menukarkan uang tak layak edar yang dimilikinya.
“Mereka sangat senang bisa dapat uang yang fresh. Jadi stok yang kami bawa lebih banyak,” katanya di Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) X Jayapura, Jumat (16/5/2025).
Faturachman menjelaskan, ERB bertujuan menjaga ketersediaan uang layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil atau 3T di Papua.
Pelaksanaan ERB berlangsung 16-22 Mei 2025. Armada yang digunakan adalah KRI Tatihu-853, dengan memberangkatkan 15 pegawai BI Papua dan 36 personel Lantamal X Jayapura.
Selain mendistribusikan uang layak edar dan menarik uang tak layak edar, juga digelar kegiatan edukasi kepada pelajar mengenai ciri-ciri keaslian uang, serta penyerahan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis
“Mereka (pelajar), juga berkesempatan mengunjungi KRI Tatihu-853,” ujar Fatur.
Sementara itu, Komandan Lantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon H. Pardosi mengatakan, pelaksanaan ERB ini merupakan lanjutan nota kesepahaman antara BI dan TNI AL, untuk menjaga kestabilan nilai rupiah dan mendistribusikan uang layak edar di wilayah 3T.
“TNI AL garda terdepan menegakkan kedaulatan NKRI dengan armada yang memadai dan menjamin roda nasional dalam perekonomian. KRI Tatihu-853 merupakan jenis kapal patroli yang menjadi ujung tombak menjaga perairan di Papua. Rute yang ditempuh selama tujuh hari berlayar hingga kembali ke Jayapura sejauh 1.773 nautical mile,” kata Freddy Jhon H. Pardosi.
Menurutnya, demi kelancaran sebelum berlayar pihaknya sudah mempertimbangkan faktor cuaca.
“Untuk sementara, kami memprediksikan cuaca cerah untuk waktu keberangkatan. Semoga pelaksanaannya [ERB 2025] bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong mengapresiasi kolaborasi antara BI dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan rupiah di wilayah 3T.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih BI dan TNI AL yang melaksanakan kegiatan [ERB] ini untuk menjangkau pesisir Papua untuk menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Apalagi kegiatan ini bukan hanya peredaran uang layak dan edukasi, tetapi juga ada pemberian bantuan perlengkapan sekolah untuk pelajar di sana,” kata Ramses Limbong.
Ia juga berharap, Bank Indonesia bisa menjaga transaksi keuangan di wilayah perbatasan Papua Nugini agar berbelanja menggunakan rupiah. (*)























Discussion about this post