Jayapura, Jubi – TNI Angkatan Laut (AL) Lantamal X Jayapura menanam jagung di lahan seluas 2 hektare di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, pada Senin (3/2/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di Papua dan mendukung program nasional dalam menjaga ketersediaan serta stabilitas pangan.
Komandan Lantamal X Jayapura, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, yang diwakili oleh Wakil Komandan Lantamal X, Kolonel Laut (P) Rizaldi mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan pangan tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
“Program ketahanan pangan ini selaras dengan tugas TNI Angkatan Laut dalam pemberdayaan wilayah pertahanan laut, khususnya dalam pembinaan potensi maritim sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Rizaldi.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Menurutnya, Papua memiliki peran penting dalam ketersediaan pangan, terutama di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan yang berkelanjutan di daerah tersebut.
“Kesejahteraan petani menjadi kunci keberhasilan dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Diketahui, lahan yang tersedia di lokasi tersebut mencapai 25 hektare. Namun, untuk tahap awal, penanaman secara simbolis dilakukan di area seluas dua hektare dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Jayapura. Lahan tersebut dikelola oleh 35 kelompok tani non-Papua yang berada dalam binaan Lantamal X Jayapura.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean H. Rollo, menjelaskan bahwa penanaman jagung ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia menekankan bahwa semua pihak memiliki kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas pertanian guna mendukung ketahanan pangan.
“Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Presiden Republik Indonesia. Dari sisi pertanian, penanaman ini memperluas lahan tanam, meningkatkan hasil panen, dan mendukung peningkatan produksi pangan,” ujar Rollo.
Namun, ia mengakui bahwa ketersediaan buruh tani semakin berkurang setiap tahunnya. Menurutnya, banyak orang lebih memilih bekerja di sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan.
“Mengatasi tantangan ini, kami terus melakukan edukasi agar generasi muda tertarik untuk berkebun. Saat ini, jumlah petani semakin berkurang, sehingga regenerasi petani menjadi hal yang mendesak,” tambahnya.
Rollo juga menyampaikan bahwa program penanaman jagung ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam meningkatkan ketahanan pangan dengan target lahan seluas 2 juta hektare di seluruh Indonesia. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post