• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Akses terputus, pengelola wisata adat di Sorong Selatan terpukul

January 6, 2026
in Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Angela Flassy
Sorong Selatan

Saat pagi di atas Gunung Jerwok Kampung Sodrofoyo Distrik Sawiat Kabupaten Sorong Selatan – Jubi/Gamaliel

0
SHARES
501
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Sejumlah destinasi wisata yang dikelola masyarakat adat di Kabupaten Sorong Selatan mengalami penurunan pengunjung sepanjang 2025. Hancurnya infrastruktur jalan menuju tempat wisata dituding sebagai alasan utama penurunan wisatawan tersebut. Sementara Pemerintah Kabupaten Sorsel tidak memprioritaskan Pembangunan infrastruktur ini, tetapi rajin mempromosikan keindahan alam Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya yang sangat menawan itu.

Hal itu disampaikan beberapa pegiat wisata alam dari Sorsel yang merasakan dampak langsung dari kerusakan infrastruktur jalan ini. Bukan saja wisatawan yang berkurang, akses Masyarakat untuk keluar masuk kampung pun sangat sulit.

Keluhan datang dari Daut Sawen, warga Kali Klaogin yang memiliki destinasi wisata air di Distrik Seremuk. Ia mengatakan jumlah wisatawan menurun drastis sepanjang 2025.

“Sekarang sepi, tidak seperti tahun lalu (2024),” kata Daut.

Menurut dia, penyebab utamanya adalah kerusakan jalan. “Akses dari mata jalan ke Distrik Seremuk sampai Kampung Klaogin hancur total jadi jalan tersebut,” kata Daut.

“Sudah rusak lebih dari dua dekade bupati ganti bupati dan lebih belum pernah disentuh pemerintah,” katanya.

Padahal, jalan itu menjadi penghubung tiga destinasi wisata utama di Sorong Selatan, yaitu jalan ke Kali (sungai) Sevese, Mangrove Kampung Woloin, dan Kali Klaogin.

BERITATERKAIT

Wamenpar ingin pemerintah daerah perkuat promosi destinasi wisata di Papua

Festival Film Papua: Merekam penghormatan suku Moi terhadap tanah

Kota Jayapura salah satu daerah yang menjadi tujuan promosi wisata Malaysia

Aktivisi lingkungan di Sorsel diduga diteror oknum pejabat dan polisi

Daut menilai kondisi tersebut menunjukkan kegagalan pemerintah dalam membaca potensi wilayah. “Bagaimana mau bicara pariwisata kalau jalan saja tidak bisa dilewati?” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ia menyebut julukan Kabupaten Sorong sebagai “Kabupaten 10001 Sungai” kini kehilangan makna substantif.

“Jangan sampai itu cuma slogan kosong!” katanya.

Kerusakan infrastruktur berdampak langsung pada kehidupan ekonomi masyarakat lokal. Warga yang menggantungkan hidup dari transportasi sungai, kuliner dan jasa wisata, kini kehilangan penghasilan.

“Kalau pengunjung tidak datang, kami tidak makan,” katanya.

Dalam konteks Sorong Selatan, pariwisata seharusnya menjadi jalan keluar dari kemiskinan struktural. Namun tanpa dukungan kebijakan, potensi itu justru menjadi beban. Masyarakat adat dipaksa berjuang sendiri mengelola wisata dengan sumber daya terbatas. “Kami ini bukan minta kaya, kami minta diperhatikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat adat harus dilibatkan sebagai subjek pembangunan bukan hanya dijadikan nama di proposal.

Persoalan serupa juga terjadi di destinasi wisata Gunung Jerwok, yang selama ini dikenal sebagai lokasi wisata alam dan budaya. Masyarakat gunung Jerwok sebenarnya memiliki daya tarik panorama alam dan nilai historis bagi wisatawan. Namun, buruknya akses jalan menuju puncak Gunung Jerwok membuat destinasi ini kian ditinggalkan pengunjung, karena jalan menuju lokasi wisata dinilai tidak layak dan membahayakan keselamatan.

“Akses naik ke Gunung Jerwok itu tidak baik. Jalan terjal, rusak, dan tidak pernah diperbaiki,” kata warga Gunung Jerwok, Mikael Kaliele.

Kondisi tersebut membuat wisatawan enggan berkunjung, terutama keluarga dan pengunjung dari luar distrik dan akibatnya, aktivitas ekonomi warga di sekitar Gunung Jerwok ikut mati

Berbeda dengan Gunung Jerwok, Kali Sembra justru menjadi satu-satunya destinasi yang masih relatif ramai pengunjung. Ramainya Kali Sembra dinilai bukan karena dukungan pemerintah, melainkan karena aksesnya yang lebih mudah dijangkau dan dekat dalam ibu kota kabupaten Sorong Selatan, Teminabuan.

“Kalau sekarang yang masih ramai itu hanya Kali Sembra, karena jalannya bisa dilewati,” kata seorang pelaku wisata lokal.

Namun, ketergantungan pada satu destinasi menunjukkan rapuhnya sistem pengelolaan pariwisata Sorong Selatan. Ketika satu lokasi padat pengunjung, destinasi lain justru mati perlahan.

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi pada wisata mangrove di Kampung Wayolo Distrik Teminabuan. Destinasi yang sebelumnya digadang gadang sebagai wisata edukasi dan konservasi lingkungan itu, kini rusak parah. Jalur kayu mangrove yang menjadi akses utama wisatawan dilaporkan patah dan hancur di banyak titik.

wisata
Kayu-kayu sudah patah, tidak bisa dilewati lagi saat di kunjungi jurnalis Jubi – Jubi/Gamaliel Kaliele.

Kerusakan tersebut membuat kawasan mangrove tidak lagi aman dikunjungi. Warga kampung menyebut tidak pernah ada perawatan maupun perbaikan sejak awal dibangun. Padahal, wisata mangrove Wayolo sebelumnya menjadi harapan baru bagi ekonomi kampung banyak warga sempat membuka usaha kecil, mulai dari kuliner hingga jasa pemandu wisata.

“Sejak akses rusak, aktivitas wisata berhenti total sekarang tidak ada pengunjung sama sekali,” ujar Soleman, warga setempat.

Kerusakan wisata mangrove Wayolo kembali menegaskan lemahnya perencanaan dan pengawasan pemerintah daerah pembangunan dilakukan tanpa skema pemeliharaan jangka Panjang.

Dana digunakan untuk membangun, tetapi tidak disiapkan untuk merawat.

Masyarakat menilai pemerintah hanya mengejar proyek fisik tanpa memikirkan keberlanjutan mengakibatnya, satu per satu destinasi wisata lokal rusak dan ditinggalkan.

Jika destinasi wisata gunung Jerwok di Kampung Sodrofoyo terisolasi karena jalan rusak, mangrove Wayolo mati karena tidak ada anggaran perawatan rutin.

Sementara Kali Sembra menjadi ramai bukan karena kebijakan, tetapi karena kebetulan aksesnya yang dekat dengan ibu kota kabupaten. Menurunnya geliat pariwisata di Sorong Selatan kini bersifat sistemik. Sehingga bukan hanya soal promosi yang dibutuhkan, melainkan absennya perencanaan, pemeliharaan, dan keberpihakan anggaran.

“Masyarakat adat menilai pemerintah daerah gagal menjadikan Otsus sebagai alat perubahan. Kami ini bukan objek proyek. Kami mau dilibatkan, dijaga, dan dihargai,” kata Soleman.

Selama infrastruktur dasar, seperti jalan menuju destinasi wisata, masih dibiarkan rusak, fasilitas kebersihan dan pengelolaan lingkungan nyaris tidak ada, dan pemerintah daerah yang dinilai tidak memiliki peta jalan pariwisata, mengakibatkan promosi tanpa kesiapan lapangan.

“Perbaiki jalan dulu, baru bicara wisata,” kata Daut.

Mereka juga meminta kegiatan kegiatan resmi Pemkab Sorong Selatan, digelar di wilayah Sorong selatan supaya uang berputar di dalam kabupaten.(*)

Tags: agrowisataDestinasi WisataKabupaten Sorong Selatanpromosikan destinasi wisataProvinsi Papua Barat Daya
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Wamenpar

Wamenpar ingin pemerintah daerah perkuat promosi destinasi wisata di Papua

September 3, 2026
Festival Film Papua

Festival Film Papua: Merekam penghormatan suku Moi terhadap tanah

August 10, 2026

Kota Jayapura salah satu daerah yang menjadi tujuan promosi wisata Malaysia

June 12, 2026

Aktivisi lingkungan di Sorsel diduga diteror oknum pejabat dan polisi

June 8, 2026

Sampah plastik menumpuk di muara Teminabuan

June 2, 2026

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems
12 September 2026
Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Violence will not solve the problems facing Papua, Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) Papua [...]

Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM
11 September 2026
Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM

Jayapura, Jubi – A coalition of legal and human rights groups in Papua has called on Indonesian President Prabowo Subianto [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

September 14, 2026
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

September 14, 2026
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

September 14, 2026
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Korneles Howay

Brace Korneles Howay kandaskan asa Persipura di Banjarmasin

September 13, 2026
Pasifik

Bentrokan para raksasa dunia di Benua Biru Pasifik

September 12, 2026
Kebakaran

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

September 14, 2026
PNG

Pengembangan Chinatown investasi asing terbesar di PNG

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

0
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

0
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

0
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

0
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

0
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

0
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara