Sentani, Jubi – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati meminta pemerintah daerah di Provinsi Papua mengintegrasikan berbagai event pariwisata dan memperkuat promosi destinasi, untuk meningkatkan kunjungan serta memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Ini disampaikan Ni Luh setelah membuka Festival Danau qqSentani (FDS) XV di kawasan wisata pantai Kalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (3/9/2026).
Ni Luh mengatakan, berbagai event pariwisata yang digelar di kabupaten/kota di Papua dapat dikemas menjadi satu rangkaian perjalanan wisata.
Katanya, wisatawan yang datang untuk menghadiri FDS, misalnya, dapat diarahkan melanjutkan perjalanan ke daerah lain untuk mengikuti event pariwisata berbeda.
“Tadi juga ada diskusi mengenai bagaimana event-event yang ada di beberapa kabupaten di Papua bisa diintegrasikan. Dengan begitu, wisatawan yang datang ke Papua bisa tinggal lebih lama karena setelah menghadiri Festival Danau Sentani mereka dapat melanjutkan perjalanan untuk menghadiri event-event lainnya yang terintegrasi,” kata Ni Luh.
Menurutnya, FDS merupakan salah satu event yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Setiap event yang masuk dalam KEN telah melalui proses kurasi oleh tim independen berdasarkan sejumlah indikator.
Salah satu indikator tersebut adalah keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta pelaku seni dan budaya lokal dalam penyelenggaraan event dan masuk dalam Karisma Event Nusantara.
Ni Luh mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua yang terus menyelenggarakan FDS, dan berharap festival tersebut dapat terus dilaksanakan dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.
“Saya senang sekali hari ini bisa membuka Festival Danau Sentani yang ke-15, yang merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara. Apresiasi saya sampaikan kepada Bapak Bupati dan Bapak Gubernur karena event ini masih terus terlaksana tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan juga bisa terus kita laksanakan,” ucapnya.
Ia mengatakan, Kementerian Pariwisata menargetkan perputaran ekonomi sebesar Rp21 triliun dari penyelenggaraan 125 event KEN pada tahun ini. Pemerintah juga menargetkan lebih dari 10 juta kunjungan wisatawan ke berbagai event tersebut.
Ni Luh mengatakan, telah berdiskusi dengan Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengenai sejumlah pembaruan yang dilakukan di lokasi penyelenggaraan FDS XV.
Menurutnya, pembaruan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.
“Tadi saya juga banyak berdiskusi terkait pembaruan di lokasi dengan Bapak Bupati. Kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” ujarnya.
Ni Luh berharap pelaksanaan FDS pada tahun berikutnya dapat menghadirkan lebih banyak atraksi dan pengalaman wisata bagi pengunjung.
“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa menghadirkan lebih banyak atraksi dan pengalaman yang dapat ditawarkan kepada wisatawan melalui event ini,” katanya.
Selain integrasi event, Ni Luh menilai konektivitas transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Papua.
Ia menyambut baik adanya penerbangan menuju Papua tidak hanya dari Jakarta dan Makassar, tetapi juga dari Bali. Menurutnya, konektivitas tersebut perlu diikuti dengan promosi yang lebih agresif.
“Saya senang mendapat kabar bahwa selain penerbangan dari Jakarta dan Makassar, sekarang sudah ada penerbangan dari Bali,” katanya.
Menurut Ni Luh, Bali dapat menjadi salah satu pintu promosi pariwisata Papua karena merupakan salah satu tujuan utama wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.
Karenanya, Kementerian Pariwisata mendorong peningkatan promosi Papua di Bali sehingga wisatawan yang datang ke Bali memiliki pilihan destinasi lain untuk dikunjungi.
“Dengan adanya konektivitas tersebut, tentu kita harus menggencarkan promosi, utamanya di Bali. Bagaimana agar promosi di Bali bisa kita tingkatkan sehingga wisatawan yang tadinya datang ke Bali memiliki pilihan lain selain Labuan Bajo dan Raja Ampat, yakni berkunjung ke Papua,” ujarnya.
Ni Luh mengatakan potensi dan keunggulan pariwisata Papua yang akan dipromosikan perlu dibahas bersama pemerintah daerah.
Strategi promosi kata dia, harus disesuaikan dengan keunggulan destinasi yang ingin dikembangkan Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah kabupaten/kota.
“Apa keunggulan Papua yang ingin didorong oleh Bapak Gubernur, itulah yang nantinya akan kita tonjolkan dalam promosi,” ucapnya.
Ia berharap keberadaan hub penerbangan di Bali dan Jakarta dapat membantu meningkatkan akses wisatawan menuju Papua sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. (*)




Discussion about this post