Manokwari, Jubi – Tawuran antara pelajar SMK Taruna Nusantara dan SMK Kehutanan di Manokwari yang mengakibatkan kerusakan fasilitas sekolah dan rumah dinas kepala sekolah berujung pada rapat dengar pendapat (RDP) di DPR Papua Barat. Guru, alumni, dan Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat dihadirkan dalam RDP yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Papua Barat, Petrus Mackbon bersama Komisi II DPR Papua Barat, Sabtu (19/9/2025).
Dalam RDP tersebut, Ketua Komisi II DPR Papua Barat, Ahmad Kudus, menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah untuk mencegah konflik pelajar berulang. Ia meminta Dinas Pendidikan segera memfasilitasi rekonsiliasi antara kedua sekolah, sekaligus mendorong percepatan pembangunan gedung SMK Taruna Nusantara yang dinilai bisa menjadi solusi.
“Kita minta kepada Dinas pendidikan agar segera menggelar rekonsiliasi karena tawuran itu mengganggu masyarakat,” kata Ahmad Kudus.
Anggota Komisi II, Fachry Tura, juga menyoroti perlunya evaluasi kurikulum sekolah berbasis asrama. Menurutnya, pendekatan pendidikan yang selama ini lebih menekankan pembangunan fisik harus diimbangi dengan peningkatan literasi generasi muda Papua.
“Saya usulkan untuk jangka panjang kedepan sekolah umum difokuskan 4 Hari saja, satu hari fokus untuk membaca, Anak Papua memang kekurangan literasi,” ucap Fachry.
Kepala SMK Kehutanan Manokwari Imron Muslimin mengatakan, SMK Kehutanan Negeri Manokwari pada prinsipnya keberadaan sekolah memiliki tujuan yang sama membangun Negeri.
“Kami sudah tindak tegas siswa kami yang diduga sebagai pemicu Tawuran,” kata Kepala Sekolah SMK Kehutanan. Ia siap menghadiri pertemuan dan rekonsiliasi yang akan digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat.
Kronologi.
Tawuran Antar SMK Taruna Nusantara dengan SMK Kehutanan sudah berlangsung sejak 2021 hingga saat ini, terkahir Sabtu 13 September 2025 lalu. Saat itu para siswa siswi kedua sekolah tengah mengikuti olahraga bersama, kemudian saling adu mulut antara siswa, saat diputar lagu-lagu hingga teriakan bahkan saling bertabrakan antar siswa hingga pecah tawuran.
Meski telah diselesaikan oleh Pimpinan kedua sekolah tersebut pada saat itu para siswa kembali beraksi pada Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 18.00 WP hingga pukul 23.00 WP. hingga mengganggu warga sekitar. Peristiwa dapat diredam ketika TNI dan Polri turun mengamankan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Saban Budi Cahyono mengatakan pihaknya berkomitmen melakukan pendampingan terhadap siswa yang ada di SMK Taruna Nusantara meski beberapa waktu lalu pihaknya menggelar acara keagamaan untuk mempererat hubungan emosional.
“Pemicunya remaja, di kami SMK taruna cowok semua, Kemudian di SMK Kehutanan ada cewek dan ada cowoknya. Jadi dalam usia remaja jadi itu jadi pemicu kemudian masuk anak yang provokasi,” kata Wakasek kesiswaan SMK Taruna Nusantara.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba meminta semua pihak agar bergandengan tangan mencegah jangan sampai terjadi kembali peristiwa tawuran.
“Kami akan undang semua pihak untuk ketemu dan juga apa yang bisa kita lakukan beberapa edukasi, selain itu jangka pendek kita akan proses pembuatan pagar antara SMK Taruna dan SMK Kehutanan,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan
Dowansiba juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyediakan lahan seluas 24 hektare di Distrik Warmare untuk persiapan pemindahan Sekolah Taruna Nusantara.
“Gambar sudah ada nanti kita tawarkan ke pak Gubernur beliau mau yang mana nanti kemudian kita bangun sekolah SMK Taruna,” kata Barnabas.
Dia berharap kedua sekolah ini memiliki tujuan yang sama, membangun negara ini jangan melihat dari perbedaan nama saja. “SMK taruna punya ciri khusus begitu juga SMK Kehutanan para siswa jangan punya sumbu pendek,” ujar plt kepala Dinas.
Ketua Pidar sekaligus Alumni SMK Kehutana, Jackson Kapisa meminta agar siapapun siswa dua sekolah tersebut yang memulai Tawuran atau memprovokasi agar diberikan sanksi tegas.
“Siapapun yang memulai dalam aksi tawuran diberikan sanksi, selain itu kami minta agar segera dipisahkan melalui pembangunan sekolah baru bagi SMK Taruna,” ujar Jackson. (*)






















Discussion about this post