Sentani, Jubi – Sebanyak 40 tim pelajar sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan atau SMA/SMK sederajat di Provinsi Papua mengikuti lomba cerdas cermat empat pilar di salah satu hotel di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (30/7/2025).
Peserta lomba berasal dari 20 SMA/SMK sederajat di wilayah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kota Jayapura. Setiap tim terdiri dari tiga orang.
Sekolah yang terlibat adalah SMA Negeri Khusus Sains dan Bahasa Buper, SMA Alfatah YPKP Sentani, SMA IT Qurrota Ayun Abepura, SMA YPPK Asisi Sentani, SMAN 5 Jayapura, SMAN 1 Arso, Madrasah Aliyah YPKP Sentani, SMK YPKP TIK Sentani, SMKN 1 Sentani, SMAN 1 Sentani.
SMAN 1 Jayapura, SMA Lentera Harapan, SMA Kristen Rajawali, SMA Taruna Bhakti Waena, SMAN 4 Jayapura, SMA Pembangunan V Yapis Waena, SMA Advent Kota Jayapura, SMKs ST Yosef Nazaret Kemaritiman Sentani, SMA Advent Doyo Baru, dan SMKN 2 Jayapura.
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) daerah pemilihan (dapil) Papua, Carel S.P. Suebu mengatakan, kegiatan ini diadakan karena sudah menjadi tugas dan kewajiban pihaknya sebagai senator untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan NKRI.
“Kami sebagai anggota MPR RI ditugaskan untuk mensosialisasikan empat pilar ini. Selama ini, kami biasa sosialisasikan ke sekolah-sekolah. Jadi, saya berinisitif membuatnya dalam bentuk lomba cerdas cermat seperti game [agar lebih menarik],” kata Carles Suebu.
Suebu berharap para pelajar tidak hanya mengetahui empat pilar kebangsaan itu, juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-sehari.
“Jangan mereka hanya belajar soal pendidikan kewarganegaraan atau Pancasila, tetapi ini harus jadi satu pedoman dari ideologi bangsa kita. Jadi itu perlu dipraktekan di setiap lingkungan kita, baik keluarga, sekolah, dan di mana kita berada,” ucapnya.
Salah satu peserta, Yericho Yesicho Heleno Pakpahan mengaku senang mengikuti lomba ini. Menurutnya, lomba itu bermanfaat dan berguna karena dapat menambah pengetahuan kami terkait empat pilar kebangsaan.
“Ini sangat membantu kami dalam menambah wawasan kami sebagai anak-anak [penerus bangsa] untuk memajukan Indonesia,” kata pelajar kelas 12 SMAN 1 Arso.
Yericho berbagi pengalaman dalam mengikuti lomba itu, ia mengaku sedikit kesulitan dalam menjawab soal. Meskipun begitu, kesulitan itu baginya bukan penghalang tetapi ia tetap melewatinya dengan semangat dan percaya diri.
“Persiapan kami bisa dibilang cukup matang. Kami sudah melaksanakan bimbingan sekitar dua bulan,” ucapnya.
Sementara itu, Alfrida Youw, guru pendamping dari SMKs St. Yosef Nazaret Kemaritiman Sentani mengatakan informasi lomba cerdas cermat itu baru diketahuinya beberapa hari lalu.
Namun, ia mengapresiasi kegiatan tersebut, sebab lomba cerdas cermat sudah lama tidak dilakukan lagi. Menurutnya, kegiatan seperti bisa mendorong minat belajar anak-anak untuk belajar lebih giat lagi.
“Adanya kegiatan ini bisa mengukur kemampuan dan meningkatkan minat belajar mereka [siswa],” kata Alfrida Youw. (*)






















Discussion about this post