• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Gala Premiere “17 Surat Cinta” di Sorong, ungkap deforestasi di Indonesia

November 18, 2024
in Domberai, Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Kristianto Galuwo
Gala Premier

Gala Premier Film Dokumenter "17 Surat Cinta” dan diskusi di Kota Sorong, pada Minggu (18/11/2024).- Jubi/Dok.Panitia

0
SHARES
18
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Gala Premiere Film Dokumenter 17 Surat Cinta yang diproduksi Ekspedisi Indonesia Baru, WatchDoc, diputar serentak di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya di Kantor Belantara Papua, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (18/11/2024). Film ini bekerja sama dengan berbagai organisasi lingkungan seperti Auriga Nusantara, Forest Watch Indonesia, Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh atau HAkA, Greenpeace Indonesia, dan Pusaka Bentala Rakyat.

Kegiatan nobar di Sorong dilaksanakan oleh Greenpeace Indonesia basis Sorong bersama Konfederasi Selamatkan Tanah Hutan dan Manusia Papua (KSTHMP). Film ini berangkat dari cerita deforestasi di suaka margasatwa Kawasan Konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh dan Sumatra Utara.

“Itu merupakan tempat hidup empat satwa unik seperti harimau, gajah, badak bercula satu, hingga orangutan,” kata Samuel Moifilit dari Greenpeace Indonesia Sorong, melalui pesan singkat yang diterima Jubi di Kota Jayapura, Papua, pada Senin (18/11/2024).

Ia mengatakan Yayasan HAkA menemukan perusakan drastis terjadi di area itu sejak 2022. Hingga September 2024, luas deforestasi mencapai 2.000 hektare. Pembangunan kanal-kanal pengeringan dan pembukaan lahan terjadi di ekosistem gambut tersebut.

Menurutnya, cerita film diawali deforestasi di suaka margasatwa Rawa Singkil, dan selanjutnya dokumenter ini memotret bagaimana nasib hutan dari Sabang sampai Merauke. Selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia kehilangan 4,3 juta hektare hutan, termasuk di wilayah konservasi.

“Pola pembangunan ala Jokowi telah memicu terjadinya bahkan memperparah deforestasi, kebakaran hutan dan lahan gambut, serta perampasan ruang hidup masyarakat adat dan lokal,” katanya.

Ia juga mengatakan deforestasi kian masif menyasar hutan Papua, hutan hujan terluas terakhir yang menjadi benteng iklim Indonesia. Pemerintah mengabaikan suara masyarakat adat, seperti suara suku Awyu dan Moi, yang menolak ekspansi sawit di Boven Digoel dan Sorong. Termasuk suara orang Malind yang menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Merauke, serta komunitas lainnya yang berjuang mempertahankan hutan dan wilayah adat mereka.

BERITATERKAIT

Resolusi Arborek minta penambangan nikel di Raja Ampat dihentikan

Masyarakat adat Raja Ampat gelar jumpa akbar

Greenpeace Indonesia: Pemerintah sudah seharusnya mengevaluasi izin industri ekstraktif

Greenpeace ingatkan pemerintah tidak jadikan konferensi iklim COP30 panggung performatif

“Dengan dalih pertumbuhan ekonomi 8 persen, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bakal melanjutkan watak pembangunan yang eksploitatif tersebut. Nama Prabowo sendiri tercatat di 13 perusahaan yang menguasai 395.000 hektare lahan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Umum KSTHMP Fiktor Klafiyu menyampaikan setelah nobar dilaksanakan diskusi publik terkait eksistensi perkebunan sawit ilegal, kerusakan ekosistem, dan pengabaian hak masyarakat adat serta tuntutan kepada pemerintah agar menghentikan deforestasi di Indonesia.

“Film ini cukup kuat untuk menggambarkan kondisi di seluruh Indonesia soal kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap perlindungan margasatwa, juga hutan tersisa yang ada di Indonesia. Film 17 Surat Cinta ini, mengekspos soal praktik-praktik deforestasi secara ilegal di kawasan hutan atau kawasan konservasi,” katanya.

Harapannya, film ini jadi alat penyadaran bagi masyarakat yang hari ini masih menganggap negara itu sebagai tuan. Masyarakat harus mulai berpikir kritis, agar negara melindungi hak dasar warga negara, terlebih khusus masyarakat adat dengan hutannya.

“Jadi film ini cukup jelas, karena kurang lebih ada 17 surat yang dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup bahkan ke presiden, melaporkan kondisi di daerah konservasi yang telah dirusak korporasi sawit. Namun, tidak ada respons dari pemerintah, mereka hanya menerima surat saja. Tidak ada tindakan yang signifikan dari kebijakan yang sudah mereka lakukan,” katanya.

Film dokumenter yang berdurasi 53 menit ini disutradarai Dandhy Dwi Laksono penerima penghargaan Ramon Magsaysay 2021 bersama rumah produksi WatchDoc yang didirikannya bersama Andhy Panca. Produser eksekutif yakni Farwiza Farhan, penerima penghargaan Ramon Magsaysay Award 2024 dan masuk dalam daftar 100 perempuan berpengaruh di dunia versi Majalah TIME. (*)

Tags: 17 Surat CintaDeforestasiEkspedisi Indonesia BaruGreenpeace Indonesia
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Raja Ampat

Resolusi Arborek minta penambangan nikel di Raja Ampat dihentikan

August 23, 2026
Raja Ampat

Masyarakat adat Raja Ampat gelar jumpa akbar

August 22, 2026

Greenpeace Indonesia: Pemerintah sudah seharusnya mengevaluasi izin industri ekstraktif

January 22, 2026

Greenpeace ingatkan pemerintah tidak jadikan konferensi iklim COP30 panggung performatif

November 8, 2025

Organisasi adat Amazon Brasil menghadapi isu deforestasi seperti Tanah Papua

September 24, 2025

Masyarakat Knasaimos ajukan penetapan hutan adat ke Kementerian Kehutanan

July 24, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

0
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara