Sorong, Jubi — Forum Pencari Kerja (Pencaker) Orang Asli Papua (OAP) Provinsi Papua Barat Daya – PBD kembali menggelar aksi penggalangan dana untuk biaya tiket kapal menuju Jakarta.
Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat terkait hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dianggap tidak adil bagi putra-putri asli Papua.
Menurut Ketua Forum Pencaker, Jollvv Kareth, mereka merasa kecewa dengan hasil mediasi yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Mediasi pada 9 Desember 2024, yang melibatkan Penjabat Gubernur Mohammad Musa’ad, Ketua BKSDM Gamar Malabar, dan Penjabat Sekda Jhony Way, dinilai tidak transparan dan tidak memberikan solusi konkret atas aspirasi mereka.
“Proses mediasi yang kami lakukan kemarin tidak memuaskan. Kami merasa aspirasi kami tidak diakomodasi dengan baik oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membawa masalah ini langsung ke pemerintah pusat,” ujar Jollvv Kareth.
Aksi penggalangan dana dilakukan di tiga titik, yaitu lampu merah dekat Toko Elin Kota Sorong, lampu merah Kilo 10, serta melalui longmarch ke Pasar Remu Kota Sorong. Aksi ini telah berlangsung sejak Selasa (10/12/2024) dan direncanakan akan berjalan selama tiga hari berturut-turut. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk keberangkatan mereka ke Jakarta guna mengajukan aspirasi terkait penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Papua Barat Daya.
Para Pencaker menilai hasil SKD tidak mengakomodir OAP secara adil. Mereka juga menyayangkan adanya kuota yang diisi oleh non-OAP, yang dianggap merugikan.
“Kami tidak bisa menerima kenyataan bahwa banyak peserta dengan nilai tinggi tetapi tidak lolos karena kuota diisi oleh non-OAP. Kami akan memperjuangkan agar 870 kuota untuk OAP tetap dipertahankan dan tidak tergeser,” tegas Jollvv.
Selain itu, para Pencaker telah menyiapkan pengacara untuk mengajukan gugatan hukum jika diperlukan. Mereka berharap keadilan dapat diperoleh melalui jalur hukum apabila hasil tes SKD tidak diubah.
“Untuk teman-teman yang merasa dirugikan dengan hasil SKD, kami minta bersabar. Kami akan terus berjuang dan memastikan hak kalian tetap diakomodasi,” tambahnya.
Para Pencaker berharap bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto, Menteri PAN-RB Rini Widyantini, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Mereka juga meminta agar media terus memberikan dukungan dalam menyuarakan perjuangan ini, mengingat pentingnya perhatian publik terhadap masalah yang dihadapi OAP di Papua Barat Daya.
“Tanpa dukungan media, informasi ini tidak akan sampai ke publik. Kami mengucapkan terima kasih kepada media yang selama ini membantu menyuarakan aspirasi kami,” tutup Kris Asmuruf.
Aksi ini masih berlangsung, dan para Pencaker berjanji untuk terus berjuang demi mendapatkan keadilan bagi OAP di Papua Barat Daya. (*)























Discussion about this post