• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Aliansi Masyarakat Adat Bersatu di Sorong demonstrasi peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia

August 10, 2024
in Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Zely Ariane
Masyarakat Adat

Aliansi Masyarakat Adat Bersatu di Sorong Raya gelar aksi solidaritas peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia dengan tema Selamatkan Tanah Adat Dan Manusia Papua, di Sorong, Jumat (9/8/2024) - Jubi/Gamaliel Kaliele

0
SHARES
29
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia, Aliansi Masyarakat Adat Bersatu di Sorong Raya gelar aksi solidaritas dengan tema Selamatkan Tanah Adat Dan Manusia Papua, di Sorong, Jumat (9/8/2024). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap perampasan tanah adat, eksploitasi sumber daya alam dan pelanggaran HAM yang masih terus berlangsung di Tanah Papua.

Massa aksi terdiri dari berbagai wakil masyarakat adat dan organisasinya di wilayah Sorong Raya. Aksi yang dimulai siang hari itu diisi dengan berbagai orasi dari kelompok yang terlibat.

Sayang Mandabayang, seorang aktivis HAM dan mantan tahanan politik, dalam orasinya menyampaikan kepentingan menyelamatkan hutan dan manusia Papua demi masa depan manusia serta agar masyarakat adat dapat hidup adil, sejahtera, mandiri, berdaulat dan bahagia di tanah adatnya sendiri.

Masyarakat Adat
Aliansi Masyarakat Adat Bersatu di Sorong Raya gelar aksi solidaritas peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia dengan tema Selamatkan Tanah Adat Dan Manusia Papua, di Sorong, Jumat (9/8/2024) – Jubi/Gamaliel Kaliele

“Dunia memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) yang jatuh pada 9 Agustus 2024,dan sejak pertama kali diperingati pada tahun 1995, tahun yang sama ketika dimulainya Dekade Internasional untuk Masyarakat Adat,” kata Mandabayang.

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat adat Papua mengingat bagaimana sejak kedatangan bangsa-bangsa penjajah di Tanah Papua saat itu lah terjadi perampokan, penghancuran, pembunuhan, pemerkosaan, pencaplokan dengan melakukan berbagai perjanjian tanpa melibatkan masyarakat adat Papua.

“Semenjak masyarakat adat Papua dipaksakan bergabung dengan kolonial Indonesia setidaknya telah terjadi perampasan, penghancuran, pembunuhan dan pemerkosaan terhadap hak-hak masyarakat adat,” ujar Mandabayang.

Dia menyebutkan bahwa negara – negara yang memiliki kepentingan ekonomi politik di Papua,

BERITATERKAIT

Tambang masih mengancam Raja Ampat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

seperti Belanda, Inggris, Amerika, termasuk Indonesia tidak pernah mengakui dan menghormati keberadaan masyarakat adat di Tanah Papua. “Sudah, dan sedang berlangsung kekejaman dan ketidakadilan dari kapitalisme, kolonialisme dan militerisme yang masif menghancurkan, mengambil alih tanah – tanah adat mengunakan UU Negara Kolonial Indonesia, tidak pernah menghormati dan mengakui keberadaan masyarakat adat Papua,” lanjutnya.

Namun Mandabayang juga mengakui Pemerintah Indonesia ikut aktif mendukung standar internasional dalam isu HAM maupun dalam isu pembangunan berkelanjutan yang melingkupi isu masyarakat adat. Dan yang terpenting adalah ratifikasi Konvensi PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (UNCERD) dan Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati (UNCBD). Pemerintah Indonesia juga mendukung pengesahan Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat (UNDRIP).

Pemerintah Indonesia juga disebutkannya melanjutkan reformasi hukum nasional dalam memulihkan hak-hak konstitusional masyarakat adat telah dituangkan dalam Program Legislasi Nasional (PROLEGNAS) 2010-2014 yang di dalamnya mengagendakan RUU tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat dan RUU revisi UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Namun semua itu dalam prakteknya sekadar upaya Pemerintah Indonesia membangun pencitraan ditingkatan internasonal dengan berbagai program yang [pada akhirnya] selalu saja menguntungkan kapitalisme, negara Indonesia dan militerisme di tanah adat Papua.

Pengesahan RUU Masyarakat Adat dan keluarnya Inpres Percepatan Pengakuan Keberadaan Masyarakat Adat dan Wilayah Adatnya semua itu hanya janji yang tidak pernah ditepati,” lanjut Mandabayang.

Orator dari organisasi mahasiswa, Jener Naa juga menyinggung pembahasan RUU Masyarakat Adat di DPR RI terancam macet karena pemerintah Indonesia tidak menunjuk perwakilan pemerintah dalam pembahasan RUU ini bersama DPR RI, khususnya dalam penunjukan Menteri Kehutanan sebagai koordinatornya.

“Salah satu sumber penjajahan dan penderitaan berkepanjangan bagi Masyarakat Adat adalah UU Pokok Kehutanan No. 5 Tahun 1967 yang dilanjutkan dengan UU Kehutanan No 41 Tahun 1999 yang telah merampas 80% tanah-tanah di wilayah adat menjadi hutan negara,” kata Jener Naa.

IMG 20240809 155333 scaled
Aliansi Masyarakat Adat Bersatu di Sorong Raya gelar aksi solidaritas peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia dengan tema Selamatkan Tanah Adat Dan Manusia Papua, di Sorong, Jumat (9/8/2024) – Jubi/Gamaliel Kaliele

Menurutnya proses dalam pembuatan UU yang mengatur pengakuan dan perlindungan hak-hak konstitusional masyarakat adat semakin sulit, “blunder, sulit diterima akal sehat dan sungguh mengecewakan, putusan MK No 35 yang mengakui hak-hak konstitusional masyarakat adat atas tanah, wilayah dan sumberdaya alam sama sekali tidak diindahkan dalam penyusunan dan pembahasan RUU Masyarakat Adat. Tahun ini merupakan catatan tersendiri bagi masyarakat adat yang mengalami kekalahan menghadapi kapitalisme, pemerintah dan militerisme,” ungkap Naa.

Demonstran lainnya, Apei Tarami dalam orasinya mengatakan gelombang protes masyarakat adat Papua berhadapan dengan investor telah terjadi di berbagai wilayah tanah adat Papua. Ia menyebutkan yang sedang mengemuka, seperti protes masyarakat adat Suku Awyu yang melakukan gugatan lingkungan hidup dan perubahan iklim di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura.

Tarami khawatir, akibat masifnya perampasan tanah untuk kepentingan kapitalis dan kolonial akan berakibat pada ancaman ekosida kepada masyarakat adat Papua dalan wujud hilangnya hutan dan tanah adat, rawa dan gambut, sejarah kehidupan, sumber pangan komundan sumber mata pencaharian dan penghasilan ekonomi, termasuk hilangnya pusat belajar dan pengetahuan adat, tempat bersejarah, dan tempat ritual.

Tarami mengajak masyarakat mengukuhkan solidaritas dan partisipasi agar perjuangan masyarakat adat semakin efektif, teroganisir, dan terdidik. “Bila berhasil hal itu sama dengan upaya pembangunan kebangsaan, perdamaian, keadilan, kesejahteraan dan pembangunan masa depan masyarakat adat,” katanya.

Aksi tersebut berakhir pada sore hari dan ditutup dengan pembacaan 39 poin tuntutan okeh Ebis Bisulu dan Fandry Wambrauw selaku sekretaris dan koordinator lapangan aksi tersebut.

Sejumlah organisasi yang terlibat dalam aksi tersebut adalah ILPS, IPMSDL, Merdeka West Papua Support Network, LBH Kaki Abu, PUSAKA, FNMPP, MAI P, KNPB, SONAMAPPA, FIM WP, serta didampingi LBH Kasih Indah Papua. (*)

Tags: Aksi SolidaritasAliansi Masyarakat AdatHari Masyarakat Adat SeduniaMasyarakat AdatSelamatkan Tanah Adat Dan Manusia Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 20, 2026
Pemetaan Hutan Ulayat, Hutan Adat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

October 12, 2026

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

September 22, 2026

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara