• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Bomberai

Tolak kebun sawit di Teluk Bintuni, MRP: Masyarakat adat dijebak

May 28, 2025
in Bomberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Adlu Raharusun - Editor: Angela Flassy
Aksi Mahasiswa asal Bintuni

Aksi Bisu Mahasiswa asal Bintuni Tolak PT Borneo Subur Prima di Manokwari Selasa (27/8/2025)

0
SHARES
75
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Manokwari, Jubi – Anggota  Majelis Rakyat Papua MRP Pokja Adat dan Anggota DPRD serta Mahasiswa asal Teluk Bintuni Papua Barat menolak Rencana PT Borneo Subur Prima membuka Perkebunan Kelapa Sawit di Distrik Aroba dan Sumuri.

Anggota MRP, Papua Barat Eduard Orocomna menilai perusahaan telah melakukan pembodohan terhadap masyarakat dengan iming-iming uang ratusan juta rupiah demi melepas hutan. Kendati demikian  baru sekitar 11.000 hektare hutan yang didapatkan oleh perusahaan setelah memberikan uang ganti kepada 3 marga dari 9 marga pemilik hutan seluas 34.168,33 hektare.

“Semacam pembodohan yang dilakukan oleh perusahaan ke masyarakat, karena waktu itu perusahaan tidak sampaikan apa maksud dan tujuan. Mereka melakukan pendekatan dan lobi, baru kami dapat kabar dari warga perusahaan siapkan semacam surat kontrak dikasih ke pemilik hak wilayah tanda tangan di atas materai. Ini kan masyarakat semacam dijebak,” kata Eduard Rabu (28/5/2025)

Eduard menyebut, pemahaman warga, mereka tidak menjual tanah. Ternyata dalam surat bunyinya melepaskan tanah dengan segala isi kandungannya, “Itu jadi tanda tanya masyarakat,” katanya.

Orocomna menilai pihak perusahaan kembali melakukan pendekatan ulang dengan perjanjian yang jelas apakah pemilik tanah bersedia atau tidak. “Melihat kondisi saran saya perusahaan kembali pendekatan dengan masyarakat kemudian kalau tidak dilakukan kami tetap akan melakukan koordinasi dengan OPD agar buat RDP [rapat dengar pendapat] kemudian kami akan minta bupati untuk jangan mengeluarkan izin,” ujarnya.

Orocomna menilai masuknya perusahaan PT Borneo Subur Prima ke Kawasan Teluk Bintuni tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah 106 sebagai turunan dari UU No.2 tahun 2021 tentang Otonomi khusus Papua, di mana setiap investor yang masuk, wajib mendapatkan pertimbangan dan persetujuan dari MRP sebagai wakil dari masyarakat adat, agama dan perempuan.

Aksi Bisu Tolak PT Borneo Subur Prima 

BERITATERKAIT

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

Perkara Kredit Prajurit TNI di Manokwari belum ada tersangka

DBH Migas Papua Barat belum berpihak pada kabupaten penghasil

Ketua Kerukunan Pegunungan Tengah sesalkan bantuan Pangdam Kasuari

Sebelumnya, sejumlah Pemuda dari Teluk Bintuni Papua Barat menggelar aksi bisu sembari membentangkan beberapa tulisan di pamflet menolak Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Teluk Bintuni di depan Hotel Swissbell Manokwari, Selasa (27/5/2025).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Aksi yang dilakukan beberapa menit itu menanggapi pertemuan pihak Perusahaan PT. Borneo Subur Prima atau BSP dengan sejumlah pihak terkait dengan rencana ekspansi perkebunan sawit di kawasan hutan Distrik Aroba dan Distrik Sumuri.

“Kita mahasiswa dari Teluk Bintuni dan juga Manokwari melakukan aksi di sini menolak kelapa sawit yang masuk di Kabupaten Teluk Bintuni dari Perusahan PT Borneo Subur Prima,” kata Darius Susure.

bintuni
Studi AMDAL PT Borneo Subur Prima untuk Rencana Usaha Perkebunan Sawit di Teluk Bintuni – IST

Menurut Susure, perusahaan tidak melakukan tahapan sebagaimana mestinya seperti sosialisasi kepada masyarakat. “Janjinya dua tahun setelah itu perusahaan balik, tapi faktanya dua minggu [perusahaan] balik langsung rekrut orang dan bekerja,” kata Susure.

Ironisnya lanjut Susure , aktivitas kantor dan administrasi perusahaan PT Borneo Subur Prima di Daerah Kabupaten Fakfak, padahal lahan tanah yang mau digarap berada di Kabupaten Teluk Bintuni. “Bagaimana ini tidak etis harusnya perusahaan berurusan dengan Kabupaten Teluk Bintuni bukan Fakfak,” katanya.

Selain itu, mahasiswa menyayangkan sikap perusahaan yang hanya turun ke lapangan kemudian mengumpulkan segelintir orang dan membangun komunikasi dengan mereka lalu melakukan transaksi tanpa melibatkan warga lain. Padahal tanah adat bukan milik perorangan, tetapi komunal di setiap marga.

Dari informasi yang diterima mahasiswa, marga yang sudah menerima uang ganti rugi yakni perwalian Marga Sususrem Rp200 juta, marga Kasinam Rp800 juta dan marga Motombri sekitaran Rp100 hingga Rp200 juta. “Seharusnya sebelum bayar tanah adat perusahaan mengurus perizinan di Pemda terlebih dahulu baru membayar, tapi ini tidak terjadi, sehingga ini seakan masyarakat dibodohi,” katanya

Dia menyebut bahwa saat tim dari MRP dan DPRD serta Tim Hukum turun ke kampung-kampung warga menyatakan mau menolak adanya perusahaan tersebut karena tidak jujur. “Misalnya dalam poin surat perjanjian perusahaan menyebut bahwa mineral di dalam tanah mereka berhak ambil bahkan juga perusahaan menggunakan sistem Hak Guna Usaha HGU,” jelasnya.

“Kami minta Bupati Teluk Bintuni menolak adanya perusahaan kelapa sawit di kawasan hutan Aroba dan Sumuri,” jelasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni Andreas Nauri mengatakan sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan 2 di kawasan Distrik Sumuri dan Distrik Aroba, Ia menolak cara-cara perusahaan sawit di wilayah itu.

“Kami menolak dengan tegas, jika pihak perusahaan masuk dengan cara seperti itu,” ujarnya.

Terkait dengan hal ini pihak perusahaan belum bisa dihubungi untuk dimintai pendapat mengenai penolakan dari berbagai pihak dari Teluk Bintuni. (*)

Tags: Kabupaten Teluk BintuniPerkebunan SawitProvinsi Papua BaratPT Borneo Subur Prima
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pulau Bonyum

Pulau Bonyum simbol masuknya Katolik di selatan pulau Papua

May 16, 2026
Manokwari

Demonstran tolak PSN dan militerisme di Manokwari ditembaki gas air mata

May 8, 2026

UMKM di Manokwari gelar demonstrasi karena merasa ditelantarkan BGN

May 4, 2026

DBH Migas Papua Barat belum berpihak pada kabupaten penghasil

April 17, 2026

Usai berikan racun tikus, pemuda tega setubuhi mayat anak di Bintuni

April 14, 2026

Warinussy ingatkan Pemkab Teluk Bintuni risiko utang ke kontraktor

March 30, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara