• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Komnas Perempuan didesak usut kekerasan terhadap perempuan Papua

September 10, 2026
in Domberai
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Arjuna Pademme
kekerasan terhadap perempuan

Massa yang tergabung dalam Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme menggelar aksi spontan di depan salah sati hotel di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (09/09/2026) - Jubi/Gamaliel M Kaliele

0
SHARES
112
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Republik Indonesia (Komnas Perempuan) turun langsung mengusut kekerasan terhadap perempuan Papua. Desakan itu disampaikan saat massa Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme menggelar aksi spontanitas ketika Komnas Perempuan datang ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (9/9/2026).

Massa mempertanyakan efektivitas kehadiran lembaga negara tersebut ketika berbagai laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak Papua terus bermunculan.

Sebagian korban masih hidup dalam ketakutan, kehilangan tempat tinggal, kehilangan akses terhadap pelayanan dasar, bahkan harus bertahan hidup di tengah situasi konflik bersenjata.

“Tunduk saja sudah. Pelaku pelanggaran HAM yang hari ini menjadi penguasa, kamu tunduk dan diam untuk apa? Mana keadilan,” teriak koordinator aksi, Angganeta Kamarace, dalam orasinya.

Menurutnya, masalah perempuan Papua tidak bisa dipisahkan dari konteks kekerasan negara, konflik bersenjata, militerisme, perampasan tanah adat, serta berbagai kebijakan pembangunan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat adat.

Komnas Perempuan perempuan diminta tidak hanya datang untuk mendengar. Namun harus memastikan setiap informasi yang diperoleh ditindak lanjuti secara jelas.

Perwakilan massa, Sayang Mandabayan juga mempertanyakan efektivitas rekomendasi Komnas Perempuan yang menurutnya, telah berulang kali dibuat, tetapi belum dirasakan dampaknya oleh masyarakat Papua.

BERITATERKAIT

Tak pernah ada kekerasan atas nama cinta

Vanuatu pelopor dalam mengurangi kekerasan terhadap perempuan

FWRM minta Fiji terapkan cuti haid berbayar bagi pekerja perempuan

Kepulauan Solomon Peringkat ke-2 Tertinggi Secara Global untuk Kekerasan dalam Rumah Tangga

Ia menilai masalah mendasar bukan lagi kekurangan data, melainkan keberanian negara menindaklanjuti data tersebut menjadi kebijakan, perlindungan korban dan proses hukum.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Katanya, masyarakat Papua sudah terlalu lama mendengar laporan, rekomendasi dan hasil konsultasi yang berulang dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.

“Kamu harus jawab di tempat ini, di depan publik bahwa semua rekomendasi akan direalisasikan. Sudah dua kali pergantian komisioner, tidak ada realisasi. Kita tidak butuh lagi tipu-tipu laporan,” ucap Sayang Mandabayan.

Sementara itu, Samuel Assem dalam orasinya menyoroti nasib warga yang harus meninggalkan kampung halaman dan hidup sebagai pengungsi internal akibat konflik bersenjata.

Menurutnya, perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling rentan ketika konflik berlangsung, karena mereka harus menghadapi kehilangan tempat tinggal, keterbatasan pangan, akses kesehatan, pendidikan, serta rasa aman.

Katanya, sebagian warga terdampak bahkan harus menyewa rumah secara mandiri karena tidak memperoleh dukungan yang memadai. Perempuan pun harus bertahan hidup dalam situasi pengungsian dan keterbatasan.

“Mereka kehilangan rumah, kehilangan rasa aman, lalu harus membayar sendiri tempat tinggal dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Negara harus bertanggung jawab,” kata Samuel Assem.

Front Rakyat Domberai menegaskan bahwa perempuan Papua selama ini justru berada pada garis depan mempertahankan keluarga, komunitas, tanah adat dan ruang hidup ketika terjadi konflik maupun tekanan pembangunan.

Karena itu, ketika perempuan menjadi korban kekerasan, dampaknya bukan hanya terhadap individu, tetapi juga terhadap keluarga dan komunitas adat secara keseluruhan.

Massa juga mengecam praktik yang mereka nilai sebagai “perdagangan data HAM”, yakni ketika penderitaan korban dikumpulkan menjadi laporan, tetapi tidak berujung pada perubahan kondisi korban.

Dalam aksi tersebut, Front Rakyat Domberai menyampaikan enam tuntutan utama kepada pemerintah, Komnas Perempuan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta institusi penegak hukum.

Pertama, mendesak segera dibentuk perwakilan Komnas Perempuan di Tanah Papua agar penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan tidak selalu bergantung pada respons dari Jakarta.

Kedua, meminta segera dibentuk perwakilan LPSK di Tanah Papua untuk memastikan saksi dan korban memperoleh perlindungan secara cepat dan efektif.

Ketiga, mendesak Komnas Perempuan mendorong pemerintah mengakui dan menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di seluruh Tanah Papua.

Keempat, menuntut proses hukum terhadap pelaku pelanggaran HAM dilakukan secara transparan, adil dan tanpa tebang pilih.

Kelima, negara didesak melakukan pemulihan terhadap perempuan korban pelanggaran HAM, termasuk pemulihan fisik, psikologis, sosial-ekonomi, restitusi dan rehabilitasi.

Keenam, Komnas Perempuan diminta segera menindaklanjuti dokumentasi kekerasan terhadap perempuan di Tanah Papua sejak 2021 hingga 2026 agar tidak berhenti sebagai data kelembagaan.

Sementara itu Komisioner Komnas Perempuan, Yuni Asriyanti mengatakan, lembaganya menerima kritik dan aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Ia menegaskan Komnas Perempuan mempunyai sikap yang jelas mengenai dugaan pelanggaran HAM berat di Papua.

Katanya, Komnas Perempuan mempunyai rekam jejak panjang dalam melakukan pendampingan dan advokasi perempuan Papua. Pada 2008–2009, lembaga tersebut pernah memiliki Gugus Kerja Perempuan Papua yang secara khusus bekerja mendokumentasikan situasi perempuan Papua.

Meskipun gugus kerja tersebut kini sudah tidak ada, Yuni mengatakan bahwa kerja advokasi terhadap persoalan perempuan Papua tetap dilanjutkan.

Ia mengakui Komnas Perempuan memiliki keterbatasan mandat dan ruang gerak. Namun katanya, keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan bagi lembaganya untuk berhenti bekerja.

“Peran dan mandat Komnas Perempuan ini sangat terbatas. Tapi kami tidak mau menggunakan itu sebagai excuse atau pembelaan untuk tidak optimal dalam mengawal dan mentransmisikan advokasi persoalan di Papua kepada para pemangku kebijakan yang ada di Jakarta,” kata Yuni Asriyanti.

Yuni mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir Komnas Perempuan mendokumentasikan sekitar 95 kasus kekerasan terhadap perempuan di Tanah Papua.

Kasus tersebut mencakup kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan dalam pacaran, kekerasan di ranah komunitas hingga kekerasan yang berkaitan dengan negara.

Namun 95 kasus tersebut tidak dapat dianggap sebagai gambaran keseluruhan kekerasan terhadap perempuan di Tanah Papua. Ia mengakui terdapat kesenjangan besar antara kasus yang tercatat dan realitas di lapangan.

Katanya, Komnas Perempuan berusaha memastikan setiap sikap yang dikeluarkan lembaga didasarkan pada informasi yang akurat dan berimbang.

“Kami ingin penyikapan yang kita lakukan berdasar pada informasi yang otoritatif dari kawan-kawan pendamping di sini,” ucapnya.

Komnas Perempuan juga menyatakan akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan Kepolisian Daerah Papua Barat Daya untuk membahas pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan. (*)

Tags: Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan MiliterismeKekerasan terhadap perempuanKomnas Perempuan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kekerasan

Tak pernah ada kekerasan atas nama cinta

June 29, 2026
Vanuatu

Vanuatu pelopor dalam mengurangi kekerasan terhadap perempuan

June 8, 2026

FWRM minta Fiji terapkan cuti haid berbayar bagi pekerja perempuan

February 11, 2026

Kepulauan Solomon Peringkat ke-2 Tertinggi Secara Global untuk Kekerasan dalam Rumah Tangga

December 7, 2025

Komnas Perempuan peringati hari kelahirannya terkait tragedi perkosaan massal 1998

October 16, 2025

Kekerasan terhadap Perempuan di PNG Masih Tinggi, Video Terbaru Memicu Kemarahan Publik

August 12, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting
15 September 2026
Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting

Sorong, Jubi – The Papua Special Committee of the Regional Representative Council (DPD RI) says it will use its institutional [...]

Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest
15 September 2026
Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest

Sorong, Jubi – Moi Indigenous youth blocked several government offices in Sorong Regency, Southwest Papua Province, on Monday (14/9/2026), as [...]

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Nawipa tinjau SSH di Intan Jaya

Gubernur Nawipa tinjau pelaksanaan SSH di Intan Jaya

September 15, 2026
Launching HONAI

HONAI menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Tanah Papua

September 15, 2026
Wagub Geley bertemu Kemenhub

Wagub Geley minta Kemenhub tambah dana untuk perluasan Bandara Nabire

September 15, 2026
Pelajar diamankan

Polres Jayapura: Pelajar yang diamankan 78 orang dan sudah dipulangkan

September 15, 2026
Pelajar ditangkap

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

September 15, 2026
HONAI

HONAI mulai mempersiapkan penyusunan kerangka kerja

September 15, 2026
Pasifik

Satu suara Pasifik menuju target 1,5°C agar tetap bertahan hidup

September 15, 2026
AS

Lembaga kajian AS mengusulkan pemindahan militer ke Guam, CNMI, dan Pasifik

September 15, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
HONAI

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

September 15, 2026
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

September 14, 2026
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

September 15, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

September 15, 2026
Gubernur Nawipa tinjau SSH di Intan Jaya

Gubernur Nawipa tinjau pelaksanaan SSH di Intan Jaya

0
Launching HONAI

HONAI menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Tanah Papua

0
Wagub Geley bertemu Kemenhub

Wagub Geley minta Kemenhub tambah dana untuk perluasan Bandara Nabire

0
Pelajar diamankan

Polres Jayapura: Pelajar yang diamankan 78 orang dan sudah dipulangkan

0
Pelajar ditangkap

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

0
HONAI

HONAI mulai mempersiapkan penyusunan kerangka kerja

0
Pasifik

Satu suara Pasifik menuju target 1,5°C agar tetap bertahan hidup

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara