• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

HONAI mulai mempersiapkan penyusunan kerangka kerja

September 15, 2026
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
HONAI

Para pendiri HONAI saat menggelar konferensi pers di Kantor Sinode GKI Di Tanah Papua, Selasa (15/09/2026) - Jubi/Arjuna Pademme

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Setelah dilaunching HONAI (Humanitarian Outreach to Need Assistance Initiative) yang dibentuk berbagai denominasi gereja di Tanah Papua akan mulai menyusun kerangka kerja ke depan.

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu mengatakan berbagai masalah di Tanah Papua yang disampaikan para narasumber saat launching dan talk show merupakan kerangka yang akan dikerjakan pihaknya ke depan.

“Dalam waktu dekat kami akan rapat membicarakan apa yang menjadi priorotas. Akan tetapi, hari ini ada 100 ribu lebih pengungsi internal [di berbagai daerah di Tanah Papua]. Ini mesti menjadi prioritas pertama. Ini masalah kemanusiaan, kami akan kunjungi pengungsi di lokasi pengungsian. Kami baru kunjungi pengungsi di Nabire dan Yahukimo,” kata Pdt. Andrikus Mofu saat konferensi pers usai launching HONAI, Selasa (15/9/2026).

Launching HONAI Rumah Bersama dilaksanakan di gedung Graha SARA Kantor Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) Di Tanah Papua, di Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Menurut Ketua Sinode GKI Di Tanah Papua itu, di lokasi pengungsian, pengungsi internal mengadapi masalah tempat tinggal, akses kesehatan dan akses pendidikan untuk anak-anak mereka.

“Selain itu, hari ini juga masih ada kasus penembakan, pembunuham di mana-mana dan lainnya. Nanti akan kami bicarakan mana yang akan menjadi prioritas,” ujarnya.

Katanya, pihaknya meyakini kehadiran HONAI bukan hanya sekadar seremonial belaka. Akan tetapi akan terus konsisten menyuarakan masalah kemanusiaan dan perdamaian di Tanah Papua.

BERITATERKAIT

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

Makiba menjelaskan Kerangka Kerja Melanesia di Parlemen PNG

KPU Papua Pegunungan perkenalkan Yopi Jago, maskot Pilkada 2024

Akan tetapi, tentu mesti ada kerja kerja ekstra dan meyakinkan publik bahwa hadirnya HONAI bisa menghadirkan perubahan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kita percaya pada kemauan kita, dan kita sudah mengerti apa yang selama ini terjadi [di Tanah Papua]. Kita berharap ada ruang dialog dengan pemerintah dalam hal ini presiden untuk menyampaikan poin-poin kita. Saya yakin dengan dukungan semua pihak, kita bisa bekerja. Akan tetapi selama kita tidak duduk bersama dan tidak punya niat tentu sulit untuk mewujudkan perubahan yang kita harapkan,” kata Pdt. Andrikus Mofu.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Darwin Dharmawan mengatakan pihaknya mengupayakan menempuh jalur lobi untuk menciptakan Papua lebih damai.

Akan tetapi katanya, ini juga bergantung dari kesungguhan dan itikad baik pemerintah, atau kedua pihak. Sebab menghadirkan Papua damai tidak bisa hanya dari satu pihak.

“Upaya membangun Papua damai adalah upaya bersama, dan peran orang muda dibutuhkan. Proses untuk membesarkan sesuatu bukan hal mudah. Namun kita ingin menciptakan Papua damai dan bisa direspons pemerintah. [Launching] ini bukan sekadar selebrasi, tapi benar-benar menghadirkan terang,” kata Pdt. Darwin Dharmawan.

Sementara itu, Uskup Jayapura, Mgr Matopai You mengatakan membangun Papua Tanah Damai sudah dirancang oleh gereja sejak era 2000an, dan diprakarsai oleh gereja.

“Jadi hal seperti ini bukan baru kali ini saja. Membangun Papua Tanah damai, memperjuangkan keadilan adalah panggilan yang melekat erat dengan gereja. Tugas gereja. Begitu pula memperjuangkan perdamaian dan memperjuangkan harkat dan martabat manusia,” kata Uskup Matopai You.

Ia pun menegaskan, keliru apabila ada pihak yang beranggapan memperjuangkan Papua Tanah Damai adalah memperjuangkan kemerdekaan Papua. Sebab memperjuangkan Papua Tanah Damai adalah pro kemanusiaan.

Karenanya kata Uskup Jayapura, gereja tidak pernah berhenti memperjuangkan keadilan dan perdamaian, sebab ini adalah tugas gereja di seluruh dunia.

“Dengan hadirnya HONAI ini, mungkin perlu ada seminar dengan melibatkan semua gereja dan kita lihat bagian-bagian mana yang akan kita tangani, sehingga hal-hal urgen di Tanah Papua mesti diperjuangkan dan jangan dipolitisir. Jangan bilang gereja ikut bermain politik. Anggapan seperti itu hanya mengaburkan saja,” ucapnya.

Namun katanya, menciptakan kedamaian di Tanah Papua tidak bisa hanya berharap pada gereja. Akan tetapi semua pihak mesti punya komitmen.

“Pemerintah, TNI, Polri, TPNPB, OPM juga harus dilibatkan menciptakan Papua Damai. Jadi [launching] ini buka sekadar seremonial,” kata Uskup Matopai You.

Pdt. Dorman Wandikbo dari Dewan Gereja Papua mengatakan, HONAI hadir dari kesadaran pihaknya sendiri. Tidak dipaksakan oleh siapa pun.

“Orang dari Jakarta atau siapa pun tidak bisa menyelesaikan masalah di Tanah Papua, selain kami sendiri. Karenanya kebenaran tidak boleh ditutupi. Keadilan mesti ditegakkan meski tidak ada ruang untuk itu. Karena Papua bukan tanah kosong, kami masih ada di sini. (*)

Tags: HonaiHumanitarian Outreach to Need Assistance InitiativeKerangka Kerja
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

HONAI

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

September 15, 2026
Kerangka Kerja

Makiba menjelaskan Kerangka Kerja Melanesia di Parlemen PNG

August 28, 2026

KPU Papua Pegunungan perkenalkan Yopi Jago, maskot Pilkada 2024

May 19, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting
15 September 2026
Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting

Sorong, Jubi – The Papua Special Committee of the Regional Representative Council (DPD RI) says it will use its institutional [...]

Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest
15 September 2026
Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest

Sorong, Jubi – Moi Indigenous youth blocked several government offices in Sorong Regency, Southwest Papua Province, on Monday (14/9/2026), as [...]

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pasifik

Satu suara Pasifik menuju target 1,5°C agar tetap bertahan hidup

September 15, 2026
Provinsi Madang

Kepolisian Madang bersiap untuk perayaan 51 tahun kemerdekaan PNG

September 15, 2026
AS

Lembaga kajian AS mengusulkan pemindahan militer ke Guam, CNMI, dan Pasifik

September 15, 2026
HONAI

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

September 15, 2026
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

September 15, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

September 15, 2026
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
PNG

Pengembangan Chinatown investasi asing terbesar di PNG

September 14, 2026
Kebakaran

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

September 14, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa berdialog dengan pimpinan lembaga gereja se-Tanah Papua

September 14, 2026
Pasifik

Satu suara Pasifik menuju target 1,5°C agar tetap bertahan hidup

0
Provinsi Madang

Kepolisian Madang bersiap untuk perayaan 51 tahun kemerdekaan PNG

0
AS

Lembaga kajian AS mengusulkan pemindahan militer ke Guam, CNMI, dan Pasifik

0
HONAI

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

0
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

0
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

0
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara