Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Tengah meninjau pelaksanaan program Sekolah Sepanjang Hari atau SSH di pusat sekolah YPPK mulai dari TK, PAUD, SD dan SMP di kawasan Gereja Katolik Bilogai, Kabupaten Intan Jaya saat melakukan kunjungan kerja ke sana, Selasa (15/9/2026).
Ini merupakan kunjungan kerja ketiga Gubernur Nawipa ke kabupatan di wilayah pemerintahannya pada September 2026. Sebelumnya Gubernur Nawipa telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Dogiyai dan Deiyai pada 7-8 September 2026.
Awalnya dalam kunjungan kerja ke Intan Jaya selama dua hari (15-16 September 2026), pada hari pertama Gubernur Nawipa dijadwalkan berkunjung ke Distrik Wandai bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat di sana.
Akan tetapi, agenda itu dibatalkan, sebab situasi kabut menutupi kawasan bandara sehingga helikopter memutuskan tidak mendarat.
Gubernur beserta Bupati Intan Jaya, Aner Maisini dan forkopimda tiba di bandara Sokipaki Bilorai, Distrik Sugapa dan langsung dijemput meriah oleh masyarakat setempat mengenakan pakaian adat.
Rombongan kemudian langsung beriringan menuju ke pusat sekolah YPPK mulai dari TK, PAUD, SD dan SMP yang berada di kawasan Gereja Katolik Bilogai berjarak 350 meter dari bandara.
Setibanya di gapura pintu sekolah, Gubernur Nawipa dan rombongan langsung dijemput oleh para siswa, para guru dan Ketua PSW YPPK Tillemans Intan Jaya, Pater Yance Yogi, Pr.
Gubernur dan rombongan melihat secara langsung pelaksanaan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang telah diterapkan pada SD YPPK Bilogai.
“Hebat ya. Bagus sekali,” kata Gubernur Nawipa saat melihat secara langsung.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur kepada para siswa dan para guru disaksikan PSW YPPK maupun Bupati Intan Jaya dan forkopimda Papua Tengah.
“Gedung ini juga (gedung sekolah) kita akan bangun karena program SSH sudah berjalan dengan baik, dan juga alat untuk penunjang SSH kita akan tambah,” ujarnya.
Ketua PSW YPPK Tillemans Intan Jaya, Pater Yance Yogi, Pr bilang jumlah siswa di SD YPPK Bilogai berjumlah 434 orang.
“Izin Pak Gubernur, siswa di sini yang sekolah berasal dari semua kampung dan distrik. Jumlahnya lebih banyak tapi gedungnya kurang sehingga ada siswa yang belajar di ruangan guru, ruangan kepala sekolah dan kantor PSW YPPK,” kata Pater Yance Yogi.
Selanjutnya, rombongan melakukan perjalanan ke kantor PLN yang berada di puncak Bilogai. Di sana Gubernur Meki langsung mengecek persiapan serta membunyikan mesin PLN langsung nyala.
Ia berjanji PLN tersebut bakal diresmikan pada akhir tahun 2026 sebagai hadiah natal 2026 dan tahun baru 2027 agar Intan Jaya terang.
“Ini (PLN) kita akan resmikan akhir tahun sebagai hadiah natal,” katanya.
Di depan Bupati Intan Jaya, forkopimda Papua Tengah, pimpinan Gereja Katolik Dekenat Moni Puncak Jaya Keuskupan Timika, Gubernur Nawipa menyatakan akan memasang jaringan internet yang disambung dari fiber optic di sejumlah kantor dan gereja milik Katolik, GKII dan Kingmi Papua.
Usai makan siang di kediaman Bupati Intan Jaya, Gubernur Nawipa dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Yokatapa untuk meletakkan batu pertama pembangunan asrama siswa oleh Gubernur Papua Tengah.
Pemberian laptop kepada para siswa yang pernah ikut festival pelajar tingkat Provinsi di Nabire serta guru pendamping, penyerahan kunci motor sebanyak 34 buah secara simbolis yang diterima oleh Wim Joani dan Mepa Sondegau, serta pemberian dana sebentar Rp 500 juta dan alat penunjang lainnya kepada Puskesmas Bilogai dan RSU Intan Jaya.
“Kalau Jokowi kasih sepeda, maka saya kasih laptop kepada siswa supaya nanti kalian belajar dan nanti bisa menjadi orang besar,” kata Gubernur Nawipa disambut tepukan tangan meriah.
Gubernur juga menyampaikan bahwa pemberian motor kepada para pemuda asal Intan Jaya agar fungsikan motor tersebut untuk meningkatkan perekonomian di Intan Jaya dengan jasa ojek kepada masyarakat.
“Pakai motor baik-baik untuk kepentingan pribadi tapi juga tolong membantu masyarakat di sini ketika mereka ke pasar atau ke kebun, mohon supaya dengan motor ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang di Intan Jaya,” kata Gubernur.
Pembangunan asrama siswa yang melakukan peletakan batu pertama pembangunan, kata dia, suatu kelak anak-anak Intan Jaya akan menjadi pemimpin di negeri ini.
“Saya meletakkan batu pertama dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus supaya nanti sumberdaya manusia, anak-anak Papua asli Intan Jaya bisa bertumbuh, berkembang dan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan negeri ini,” katanya.
Kehadiran Gubernur untuk ketiga kalinya ini disambut hangat oleh masyarakat Intan Jaya, yang berharap kunjungan ini membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan, akses pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.
Kunjungan kerja yang direncanakan berlangsung selama dua hari ini, menjadi bukti nyata perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk terus hadir di tengah masyarakat pedalaman, mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus memantau dan mempercepat pelaksanaan pembangunan di wilayah tersebut.
Gubernur Nawipa pun dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Intan Jaya ke Distrik Hitadipa untuk berdialog dan makan bersama masyarakat, Rabu (16/9/2026). (*)























Discussion about this post