Nabire, Jubi – Kepala Dinas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah, Denci Meri Nawipa menjelaskan bahwa formasi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS formasi 2024 sudah ditutup. Ia menyarankan kepada Pencari Kerja Orang Asli Papua atau Pencaker OAP “Kode R” menunggu penerimaan baik provinsi maupun kabupaten untuk ikut tes lagi.
Denci Meri Nawipa menjelaskan bahwa Pencaker “Kode R” ini adalah pelamar formasi OAP yang tidak lulus dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada penerimaan CPNS Provinsi Papua Tengah formasi 2024 lalu. Dalam aksinya mereka meminta diakomodir masuk K2 Provinsi Papua Tengah, sementara formasi ini tak ada di Provinsi Papua Tengah.
“Mereka juga meminta masuk P3K, tapi itu pun di provinsi tak ada. Sesuai aturan, P3K itu ada di kabupaten dan hanya untuk tenaga kesehatan dan guru saja yang sudah lama honor di kabupaten itu. Mereka minta masuk Honor di Papua Tengah, itu pun formasi tidak ada. Jadi kita tidak bisa penuhi tuntutan mereka,” kata Denci Nawipa.
Menurut Denci, Pencaker “Kode R” ini sudah berulang kali melakukan demonstrasi. Padahal mereka paham bahwa secara aturan, mereka telah gugur dalam proses penerimaan CPNS Formasi 2024. Apalagi tahapan CPNS 2024 mulai dari pengumumanan, penerbitan NIP, penyerahan SK CPNS, hingga Latsar sudah berlangsung dan sedang diikuti oleh 873 CPNS Papua Tengah itu.
“Mau demo berulang kali, ribut ke sana kemari pun tetap tidak bisa kita proses, karena tuntutan mereka tidak sesuai aturan. Karena itu, saran kami, tunggu ada penerimaan berikut baik di provinsi maupun kabupaten baru siapkan diri baik-baik dan ikut tes lagi. Karena yang menentukan lulus atau tidak ya peserta sendiri dari nilai ujian,” ujarnya.
Kepala BKPSDM Denci menuturkan telah membuka kayu palang yang dipasang para pendemo, Selasa (16/9/2025).
“Mereka sudah tidak lulus sesuai hasil SKD dan SKB. Jadi tuntutan mereka tidak bisa kita penuhi. Alasan mereka juga tidak jelas. Sementara aktivitas kantor harus tetap jalan, jadi saya buka. Saya bawa martelu dan buka palang dan baliho,” katanya.
Sebelumnya, pada Senin (15/9/2025) Ratusan massa yang tergabung dalam Pencari Kerja Orang Asli Papua atau Pencaker OAP “Kode R” memalang Kantor BKPSDM Papua Tengah di Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah
Koordinator Pencaker OAP Papua Tengah, Yusak Nawipa mengatakan pihaknya telah melakukan pemalangan Kantor BKPSDM dalam hal menuntut hak-hak Orang Asli Papua namun tidak direspon baik. Ia menegaskan tidak boleh ada yang buka palang ini sebelum ada respon dari BKPSDM Papua Tengah.
“Besok dan besok lusa kami akan cek Kantor ini. Jadi tidak ada buka palang ini sebelum ada respon balik dari BKPSDM. Karena kami berjuang untuk kelayakan hidup, kelayakan lapangan pekerjaan,” katanya.(*)






















Discussion about this post