• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Uskup Jayapura: Penambahan pasukan TNI/Polri di Tanah Papua membuat warga takut

January 30, 2024
in Tanah Papua, Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Aryo Wisanggeni G
Penambahan Pasukan TNI/Polri, Kantor Gubernur

Uskup Jayapura, Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You. - Jubi/Rabin Yarangga

0
SHARES
1.3k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Uskup Jayapura, Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You mengatakan penempatan pasukan TNI/Polri dari luar Papua di Tanah Papua membuat warga hidup dalam ketakutan dan tidak nyaman. Hal itu disampaikan Mgr Yanuarius dalam diskusi bertajuk “Quo Vadis Papua Tanah Damai?” yang diselenggarakan Sekretariat Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan Fransiskan Papua di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin (29/1/2024).

“Satu hal yang mengherankan adalah kiriman tentara/polisi yang sangat banyak/berlebihan. [Itu] yang membuat masyarakat hidup dalam ketakutan,” ujarnya.

Mgr Yanuarius mengatakan penempatan pasukan TNI/Polri di Tanah Papua dengan alasan mempertahankan kedaulatan sangat berdampak terhadap kehidupan warga sipil. Menurut Mgr Yanuarius warga Papua sudah sangat trauma dengan kehadiran TNI/Polri.

“TNI/Polri mempertahankan NKRI harga mati dan melawan TPNPB yang mau supaya Papua merdeka. [Situasi itu] membuat masyarakat hidup dalam ketakutan. Masyarakat di Papua sudah trauma dengan pihak keamanan. Mereka datang dalam jumlah yang banyak itu sudah bikin trauma masyarakat,” katanya.

Mgr Yanuarius mempertanyakan pemerintah pusat yang terus mengirim pasukan TNI/Polri ke Tanah Papua, padahal Tanah Papua tidak dalam kondisi perang. Mgr Yanuarius mengatakan pendekatan keamanan yang dipakai pemerintah hanya akan membuat kekerasan semakin meluas di Tanah Papua.

Konflik Papua
Seminar bertajuk “Quo Vadis Papua Tanah Damai?” yang diselenggarakan SKPKC Fransiskan Papua di Kota Jayapura, pada Senin (29/1/2024). – Jubi/Theo Kelen

“Penempatan pasukan sangat membuat keamanan di Papua semakin tidak kondusif. Papua ini kan bukan daerah darurat militer. Kalau memang Papua darurat militer, kenapa presiden tidak tetapkan sebagai daerah darurat militer? Kasihan masyarakat [harus] tinggalkan kampung mereka, kebun mereka, usaha mereka, lalu pergi ke tempat lain. Hidup mereka sangat susah, dan itu terus berlanjut,” ujarnya.

Mgr Yanuarius mengatakan pemerintah pusat harus membuka ruang dialog. Ruang dialog merupakan langkah yang bijak untuk membicarakan dan mencari solusi atas konflik yang terjadi di Tanah Papua.

BERITATERKAIT

Tiga warga sipil di Maybrat diduga ditembak TNI AL

TNI Punya Markas Kodal Drone untuk Operasi di Papua

Maskapai nyatakan pesawat AMA tidak digunakan mengangkut TNI-Polri

Bupati desak presiden evaluasi keberadaan TNI non organik di Intan Jaya

“Kalau memang tidak dibuka ruang dialog, kita begini-begini terus. Ya memangnya kami salah apa? Kami dosa apa, sampai pemerintah pusat dan presiden membiarkan kami hidup dalam keadaan begini terus?” Uskup Jayapura bertanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Laporan Aliansi Demokrasi untuk Papua (AlDP) pada 2023 mencatat sedikitnya ada 10.250 prajurit TNI dan 1.416 anggota Polri dari luar Tanah Papua yang dikirim dan ditempatkan di Tanah Papua. Ribuan aparat keamanan itu menjalankan berbagai penugasan, termasuk Operasi Damai Cartenz, operasi pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini, operasi teritorial kemasyarakatan, operasi keamanan dan ketertiban masyarakat, operasi pengaman PT Freeport Indonesia, operasi pengamanan pembangunan infrastruktur, hingga operasi penyelamatan pilot Susi Air.

Bicara jujur tentang Papua

Direktur SKPKC Fransiskan Papua, Alexandro Rangga OFM mengatakan semua pihak harus secara jujur berani membicarakan masalah di Papua, agar pihak yang mempunyai kepentingan di Tanah Papua mau secara jujur mengambil tindakan solutif untuk mewujudkan Papua Tanah Damai. “Kita perlu bicara secara jujur tentang kitong pu rumah [Papua] ini,” ujar Alexandro kepada Jubi, pada Senin.

Alexandro mengatakan advokasi Papua Tanah Damai perlu didorong, lantaran konflik terus terjadi di Tanah Papua. Ia khawatir konflik bersenjata meluas dan memicu konflik horizontal/konflik antar warga yang sangat berbahaya.

“Jika tidak, slogan [Papua Tanah Damai] yang dimulai 22 tahun lalu tetap tinggal slogan. Yang mengalami Papua tidak damai itu masyarakat sendiri, terlepas dari keputusan dibuat elit politik. Yang sudah makin menekan masyarakat, dan berbahaya karena setiap reaksi atas tindakan anarkis itu punya efek menyeluruh di Papua,” katanya.

SKPKC Fransiskan
Direktur SKPKC Fransiskan Papua, Alexandro Rangga OFM. – Dok. Bernard Koten

Alexandro mengatakan semua pihak—terutama para mahasiswa dan pemuda—harus mulai aktif mendorong upaya Papua Tanah Damai melalui diskusi. Misalnya, mahasiswa Universitas Cenderawasih membuka ruang diskusi dengan menghadirkan akademisi dan organisasi masyarakat sipil, untuk memantik pemahaman yang lebih luas dan objektif tentang Papua.

“Kita [secara lembaga] tetap punya tugas untuk melakukan advokasi. Kelompok pemuda [dan] mahasiswa [bisa] turun ke kampung, sharing dengan masyarakat, karena masyarakat yang mengalami [dampak] kebijakan yang dibuat baik pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.

Pakar Sosiologi Universitas Cenderawasih, Prof Avelinus Lefaan mengatakan orang non Papua juga harus berbicara tentang Tanah Papua Damai, serta mendorong dialog. Lefaan mengatakan dialog menjadi penting guna mencari solusi atas konflik Papua.

“Konsep [Papua Tanah Damai] itu harus dibangun. Otonomi Khusus [atau Otsus Papua] tidak berjalan baik, karena [tidak dijelaskan dan] tidak mengerti orang di kampung. Otsus itu bukan soal uang, tapi ada kewenangan untuk memperbaiki masalah yang terjadi di Papua. Itu harus dijelaskan kepada masyarakat, supaya program pembangunan itu muncul dari masyarakat di kampung,” katanya.

Yayak Masfiah dari Jaringan Kerja Rakyat (Jerat) Papua dalam diskusi “Quo Vadis Papua Tanah Damai?” mengatakan masyarakat Papua memiliki pandangan yang beragam tentang Papua Tanah Damai. Tidak semua orang Papua mempersepsikan bahwa dialog dan Papua Tanah Damai adalah melulu persoalan politik atau konflik Papua.

“[Waktu saya] sharing dengan masyarakat di Merauke, mereka mau Tanah Papua Damai itu [diartikan sebagai] tidak ada biaya [untuk berobat atau mendapatkan pelayanan] kesehatan. [Ada lagi yang mempersepsi] ‘kami mudah mendapatkan pekerjaan’. Itu di luar dugaan saya,” ujarnya.

Yayak mengatakan harus ada panduan yang disusun untuk mewujudkan Papua Tanah Damai. Menurut Yayak ini penting sehingga Papua Tanah Damai tidak hanya konsep yang menjadi pembicaraan di kalangan akademisi, lembaga swadaya masyarakat/organisasi masyarakat sipil.

“Harus ada panduan membuat Papua Tanah Damai. Harus disusun. [Banyak orang] sudah punya keterampilan tapi untuk melakukan itu susah. Perlu disusun bersama menjaring kerjasama dengan berbagai pihak dengan pemuda dan mahasiswa,” katanya. (*)

Tags: Dialog Damai PapuaPapua Tanah Damaipenambahan pasukanPendekatan KeamananPolriTNIUskup Jayapura
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Warga sipil ditembak di Maybrat

Tiga warga sipil di Maybrat diduga ditembak TNI AL

August 14, 2026
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan Centralized Drone Command Center - Dok. Puspen TNI

TNI Punya Markas Kodal Drone untuk Operasi di Papua

July 16, 2026

Maskapai nyatakan pesawat AMA tidak digunakan mengangkut TNI-Polri

July 3, 2026

Bupati desak presiden evaluasi keberadaan TNI non organik di Intan Jaya

July 2, 2026

TPNPB claims to have killed one TNI soldier in Intan Jaya, seven other wounded

June 30, 2026

TPNPB bertanggung jawab terhadap tewasnya seorang prajurit TNI di Intan Jaya

June 29, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara