• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Uskup Jayapura: Konflik di Papua hanya dapat diselesaikan melalui dialog damai

January 29, 2024
in Tanah Papua, Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Aryo Wisanggeni G
Dialog Damai Papua

Seminar bertajuk “Quo Vadis Papua Tanah Damai?” yang diselenggarakan SKPKC Fransiskan Papua di Kota Jayapura, pada Senin (29/1/2024). - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
717
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Uskup Jayapura, Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You mengatakan kekerasan dan konflik di Tanah Papua hanya dapat diselesaikan melalui dialog damai. Hal itu disampaikan Mgr Yanuarius dalam diskusi bertajuk “Quo Vadis Papua Tanah Damai?” yang diselenggarakan Sekretariat Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan Fransiskan Papua di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (29/1/2024).

“Kita mau hidup damai. Kami mendorong supaya dialog itu bisa terjadi, karena konflik itu terus juga terjadi di Papua,” ujar Mgr Yanuarius.

Uskup Jayapura mengatakan Papua telah menjadi wilayah dengan sejarah konflik bersenjata terlama di Indonesia. Ia mengatakan konflik bersenjata antara aparat keamanan TNI/Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) itu menimbulkan dampak kekerasan, pembunuhan, pengungsian, hingga membuat ketidakharmonisan warga yang tinggal di Papua.

“Di banyak tempat di mana ada kekerasan sampai ada pembunuhan, ada pengungsian. Orang-orang harus terpaksa tinggalkan kampung mereka, [tinggalkan] daerah mereka, lalu pergi ke tempat lain. Kasihan mereka yang pengungsi, hidup mereka terlunta-lunta. Sementara daerah mereka dikuasai pihak militer/pihak tentara dan polisi, dan selalu berkonflik dengan pihak TPNPB,” ujarnya.

Uskup Jayapura mengatakan dialog damai penting untuk menyelesaikan akar persoalan di Papua. Menurut Mgr Yanuarius, akar masalah konflik Papua sudah dirumuskan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI, sekarang Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN) dalam dokumen Papua Road Map. LIPI menyatakan empat akar masalah konflik Papua itu adalah kegagalan pembangunan, marjinalisasi dan diskriminasi orang asli Papua, kekerasan negara dan tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusi (HAM), serta kontroversi sejarah dan status politik wilayah Papua.

“Masyarakat diberi kesempatan supaya berbicara. Dialog maksudnya pimpinan  negara  duduk bersama masyarakat, supaya dengar apa pikiran [dan] perasan dari masyarakat, demikian juga sebaliknya. [Dialog adalah] memberikan kesempatan supaya warga berbicara, lalu mencari bagaimana solusi yang terbaik,” kata Uskup Jayapura.

Uskup mengatakan pemerintah harus membuka ruang dialog damai bagi penyelesain konflik di Papua. Mgr Yanuarius mengatakan dialog merupakan bagian dari menghargai harkat dan martabat orang Papua.

BERITATERKAIT

Dikhawatirkan terjadi konflik lanjutan di Tanah Papua setelah pilot Amerika tewas

DPD RI Perwakilan Papua desak penghentian kekerasan dan transparansi penyelesaian konflik

Pendekatan militer tak bisa mengakhiri konflik di Tanah Papua

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

Dialog Damai Papua
Seminar bertajuk “Quo Vadis Papua Tanah Damai?” yang diselenggarakan SKPKC Fransiskan Papua di Kota Jayapura, pada Senin (29/1/2024). – Jubi/Theo Kelen

“Yah memang kami ini salah apa? Kami dosa apa, sampai pemerintah pusat dan presiden membiarkan kami hidup dalam keadaan begini terus? Bagi saya, [jika dialog dibenturkan dengan] soal percaya atau tidak percaya, [karena] belum dialog kok, belum bicara kok. Jadi silahkan [pemerintah] buka dialog, jangan apriori atau berpra-anggapan [dulu]. Selama ini, pemerintah [punya pikiran] kalau dialog, [lalu] Papua akan merdeka. Jangan dulu ambil pikiran seperti itu, harus berdialog dulu. Ada [penyampaian di dalam dialog] yang bisa diterima, dan ada yang tidak bisa diterima, itu kan tergantung kewenangan pemerintah,” ujar Mgr Yanuarius.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Dosen Sejarah Universitas Cenderawasih, Dr Bernada Materay mengatakan sudah saatnya memutuskan rantai konflik, karena konflik menimbulkan kekerasan. Namun, Materay mengingatkan semua pihak harus memahami dengan baik masalah di Papua sebelum bertindak.

“Kita harus bicara jujur. Supaya ada penyelesaian yang tepat dan benar. Jadi saya pikir sudah saatnya menghentikan kekerasan,” katanya.

Materay  mengatakan semua pihak harus berani berani membicarakan tentang perdamaian di Tanah Papua. Materay mengatakan untuk membicarakan perdamaian pemerintah pusat harus membuka ruang dialog damai.

“Nanti mengeluh tentang demo-demo karena ada persoalan hari ini [yang terjadi di Papua]. [Pihak] non pemerintah sudah berusaha. Tinggal pihak dari DPR, Majelis Rakyat Papua, dan tentu penentu kebijakan di Jakarta. Jakarta harus membuka ruang untuk dialog,” ujarnya.

Tokoh Nahdlatul Ulama Papua, Nursalim Arrozy mengatakan dialog damai harus dibarengi dengan ketulusan, dan tidak boleh ada kemunafikan. Nursalim mengatakan dialog damai harus ada keterlibatan masyarakat asli Papua dan juga masyarakat non Papua yang sudah lama tinggal di Papua.

“Perlu adanya dialog yang cukup serius. Selama ini hanya wacana, wacana, tapi tidak dilakukan. [Tanpa dialog] mustahil kedamaian hakiki bisa terjadi di Papua,” katanya. (*)

Tags: Dialog DamaiDialog Damai PapuaKonflik Bersenjata di Tanah PapuaKonflik Bersenjata Non Internasionalkonflik PapuaPapua Road Map
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Konflik

Dikhawatirkan terjadi konflik lanjutan di Tanah Papua setelah pilot Amerika tewas

July 4, 2026
DPD

DPD RI Perwakilan Papua desak penghentian kekerasan dan transparansi penyelesaian konflik

April 21, 2026

Pendekatan militer tak bisa mengakhiri konflik di Tanah Papua

March 17, 2026

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

February 28, 2026

Sudut pandang pemberitaan media terhadap situasi di Tanah Papua

February 20, 2026

Penyelesaian konflik di Tanah Papua butuh pendekatan sipil dan dialogis

February 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara