Papua No.1 News Portal | Jubi

Kecelakaan kerja: polisi tahan operator Forklift Pabrik Semen Conch Maruni

Writer: Adlu RaharusunEditor: Syam Terrajana
Kecelakaan
Foto Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat saat melakukan olah TKP di lokasi Pabrik Semen Selasa (14/5) -Humas Polda

 

Manokwari, Jubi-HA Pria 18 Tahun asal Flores Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa kecelakaan kerja di Pabrik Semen Conch Maruni, Distrik Manokwari Selatan Selasa (24/5/2022).

HA merupakan Operator Forklift yang mengangkut semen sekitar 2 Ton dari area produksi ke tempat pengumpulan. Forklift yang dioperasikannya melindas Mohamad Ramli, asal Bantaeng Sulawesi Selatan, saat melintas.

“Kita sudah tahan HA selama 20 Hari ke depan, setelah tadi kita tetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti permulaan” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimsus) Polda Papua Barat, Rabu (25/5/2022).

Baca juga :   Saksi ahli Presiden bantah UU Otsus Papua Baru kurangi kewenangan MRP

Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik meningkatkan status penyelidikan ke Penyidikan, HA yang telah diamankan sejak Selasa sore lalu resmi ditahan di rutan Polda Papua Barat Rabu ini.

“Penahanan tersangka berdasarkan subjektivitas penyidik , dikhawatirkan jangan sampai melarikan diri” tuturnya.

Penyidik juga menemukan fakta bahwa HA tidak memiliki sertifikat operator Forklift. Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 09/VII/ 2010 bahwa pengoperasian Forklift Operator harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh tiga lembaga, salah satunya Kementerian Tenaga Kerja.

Baca juga :   Pemprov Papua secara bertahap tingkatkan pelayanan informasi

“HA ini sebenarnya karyawan produksi, Dia sering mengoperasikan Forklift, kebetulan saat kejadian ia berinisiatif mengoperasikan Forklift hingga terjadi peristiwa itu” katanya.

HA dikenakan pasal 359 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara.

Tomi, Humas PT. SDIC Maruni dan juga Levina selaku HRD perusahaan yang dikonfirmasi melalui sambungan telpon dan pesan WhatsApp, belum memberikan tanggapan. Jurnalis Jubi sempat mendatangi kantor perusahaan. Namun tidak diizinkan masuk oleh pihak keamanan perusahaan. Alasannya belum membuat janji .(*)

 

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130