• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Mendidik lewat lagu ala Yance Rumbino

Yance harus berhadap dengan situasi mengajar yang sulit di Sinak. Namun, semua itu bisa diatasinya melalui pendekatan musik.

May 30, 2024
in Seni & Budaya
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Aries Munandar
Pencipta Lagu

Yance Rumbino, pencipta lagu Tanah Papua. - dok. Keluarga

0
SHARES
796
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Lagu Tanah Papua sangat melegenda bahkan tersohor hingga ke mancanegara. Nadanya indah dan liriknya pun sarat makna. Itu berkat tangan dingin seorang Yance Rumbino.

Menurut anggota Majelis Rakyat Papua Tengah Benny Wenior Pakage, lagu tersebut mengajarkan para generasi muda untuk benar-benar mencintai Tanah Papua. Mereka bisa memaknai betapa indahnya alam di Tanah Papua.

“Lagu itu mengajak [Orang Papua] berbangga dengan semua yang Allah berikan bagi Tanah Papua. Saya harap generasi muda Papua tetap cinta dan setia kepada Tanah Papua,” kata Pakage, Kamis (30/5/2024).

Lagu Tanah Papua merupakan sebuah mahakarya dari Yance Rumbino. Sang pecinta lagu tersebut tutup usia pada Kamis dini hari karena sakit.

Pakage mengagumi lagu yang diciptakan Rumbino pada 1979 itu. Menurutnya, karya tersebut akan terus dikenang sepanjang masa di Tanah Papua.

“Lagu Tanah Papua telah mengabadikan namamu [Rumbino] di sepanjang masa. Karyamu akan mengiringimu ke jalan-Nya. Semoga [Rumbino] tenang bersama para orang Kudus di Firdaus,” kata Pakage sebagai ungkapan belasungkawa atas kepulangan Rumbino.

Yance Rumbino lahir di Sorong pada 22 Juni 1953. Mendiang karib disapa Yero.

BERITATERKAIT

Koalisi desak akses bagi utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

Asosiasi Guru Kepulauan Solomon desak rasio murid 1:35

Pemberdayaan guru-guru di PNG melalui kemitraan literasi

Lumpur, rawa, dan bakau, pelindung warga Papua saat Perang Dunia Kedua

Markus Rumbino, kerabat mendiang mengatakan Yero mengasah bakat seninya sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Betlehem Biak. Dia bahkan sudah mengenal not balok saat masih di kelas III SD.

“Sekolah tersebut menekankan pendidikan seni [bagi para siswa]. Seluruh mata pelajaran diakhiri dengan menyanyi. Tak heran, YPK identik dengan sekolah menyanyi,” kata Markus.

Menurut Markus, Yero sangat mencintai, dan memandang penting kesenian karena memengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Kesenian, terutama seni musik di mata Yero juga merupakan ungkapan syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Musik bagi beliau, tidak hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk Sang Pencipta. Pada akhirnya, [penciptaan karya musik tersebut] menjadi kebahagiaan bagi diri sendiri [penikmat maupun penciptanya],” ujar Markus.

Lagu
Selain dikenal sebagai seniman musik, Yance Rumbino pernah menjadi guru di Pengunungan Tengah Papua. Rumbino tutup usia pada Kamis dini hari di Biak, Biak Numfor. – dok. pribadi

Pengabdian seorang guru

Yero menamatkan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) YPK Biak pada 1975. Dia pertama kali berdinas sebagai guru di SD Negeri Sinak, Kabupaten Puncak, yang saat itu masih menjadi wilayah Kabupaten Paniai.

Kabupaten Puncak berada di kawasan Pegunungan Tengah Papua. Ketinggian daerahnya sekitar 8.000 meter di atas permukaan laut.

Profesi guru tidak membuat Yero meninggalkan dunia musik. Kedua aktivitas tersebut justru dijalaninya dengan seiring dan sejalan. Kemampuan bermusik Yero bahkan kian berkembang setelah menjadi guru.

Yero, di antaranya pernah membentuk kelompok musik Paniai Group pada era 1990, saat dia telah menjadi pendidik. Lagu Tanah Papua bahkan diciptakannya saat masih menjadi guru di Pegunungan Tengah Papua.

Yero termasuk tokoh perintis pendidikan di Kabupaten Puncak. Dia menghadapi tantangan berat selama tiga tahun berdinas di Sinak.

Yero bertahan hidup tanpa mengonsumsi nasi, apalagi memiliki kendaraan, dan uang selama di Sinak. Dia juga harus menghadapi siswa yang seluruhnya tidak bisa berbahasa Indonesia.

“Sebagai guru perintis, Yero harus berhadapan dengan situasi mengajar yang sulit di Sinak. Dia kemudian menggunakan kemampuan seninya supaya siswa tertarik belajar. Tantangan itu akhirnya dapat diatasi lewat [dengan mengajak siswa] bernyanyi,” kata Markus Rumbino.

Yero dipindahtugaskan dari Sinak setelah menjadi Kepala SD Negeri Inpres Siriwini di Kabupaten Nabire pada 1978. Dia juga pernah berdinas di Kabupaten Puncak Jaya.

“Saat bertugas di Puncak Jaya, beliau harus berjalan kaki sejauh 21 kilometer dengan melewati gunung, lembah, dan sungai. Dari situlah, muncul inspirasinya untuk menciptakan lagu Tanah Papua,” kata Markus.

Alumnus SMA YPK Tabernakel Nabire Fredi Degei mengatakan Yero juga pernah mengampu mata pelajaran kesenian di sekolah mereka. Mendiang bahkan merangkul sejumlah siswa dalam pembuatan album rekaman lagu.

“Beliau [mendiang Yero] menguasai not balok. Beliau juga sangat menjiwai saat mengajar kesenian [musik]. Kami sangat kehilangan seorang guru terbaik,” kata Degei. (*)

Tags: guruInmemoriamlaguRIPTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

Koalisi desak akses bagi utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

October 17, 2026
Asosiasi Guru Solomon

Asosiasi Guru Kepulauan Solomon desak rasio murid 1:35

October 15, 2026

Pemberdayaan guru-guru di PNG melalui kemitraan literasi

October 6, 2026

Lumpur, rawa, dan bakau, pelindung warga Papua saat Perang Dunia Kedua

September 23, 2026

Tanah Papua tak butuh kegaduhan, namun kerja nyata

September 22, 2026

Dialog dan pemahaman sejarah penting untuk perdamaian di Tanah Papua

September 17, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara