• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Saireri

Suku Kamoro dan buaya muara, harmoni tradisi di tengah ancaman alam

February 15, 2025
in Saireri
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Edho Sinaga
Hengky mengukir motif buaya, karena klen atau marganya di Suku Kamoro punya hak cipta ukiran buaya. Maka keturunannya mengukir motif buaya saja.- Jubi/www.kompasiana.com/riapwindhu

Hengky mengukir motif buaya, karena klen atau marganya di Suku Kamoro punya hak cipta ukiran buaya. Maka keturunannya mengukir motif buaya saja.- Jubi/www.kompasiana.com/riapwindhu

0
SHARES
94
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Suku Kamoro yang mendiami dataran rendah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dikenal dengan istilah 3S, yaitu sungai, sagu, dan sampan.

“Ya, mereka itu sangat dikenal dengan istilah 3S yaitu Sungai, Sagu, dan Sampan dalam kehidupan mereka sejak dulu,” kata antropolog Dr. JR Mansoben, pakar antropologi yang meneliti sistem politik tradisional di Papua, saat dikontak oleh Jubi, Sabtu (15/2/2025).

Mansoben menjelaskan bahwa dalam kepercayaan suku Kamoro, totem merupakan makhluk hidup atau benda tertentu yang dianggap suci oleh kelompok sosial tertentu.

Mitos dalam kehidupan masyarakat juga memiliki peran penting sebagai pedoman dan arah dalam kehidupan mereka.

“Mitos menjadi pegangan penting dalam kehidupan dan arah masa depan manusia, termasuk bagaimana cara manusia menunjukkan rasa hormat terhadap leluhur. Bahkan seekor binatang pun dapat menghadirkan sakralitas kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Iriani Doddy Aditya Iskandar, ST., MCP., Ph.D dalam disertasinya yang berjudul Budaya Taparu sebagai Dasar Pengelolaan Sumberdaya Pesisir oleh Masyarakat Adat Kamoro di Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, menyebutkan bahwa Kabupaten Mimika memiliki tutupan mangrove terbesar di Papua dengan keanekaragaman hayati tinggi. Namun, ekosistem ini semakin terancam akibat pencemaran lingkungan.

Hasil penelitian Iriani menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya pesisir oleh masyarakat adat Kamoro didasarkan pada budaya taparu, yang memiliki dua sistem makna, yakni sistem sosial berbasis adat dan sistem tanah hunian berbasis pengelolaan sumber daya.

BERITATERKAIT

Dinkes Papua Tengah perkuat layanan penyakit menular di Dogiyai

Wagub Geley: Kongres PSSI untuk kemajuan sepak bola Papua Tengah

Pemprov dan aparat keamanan tak membatasi ruang demokrasi di Papua Tengah

Regulasi daerah bagian dari fondasi membangun Papua Tengah

Dalam praktiknya, masyarakat Kamoro hidup dengan naik sampan, mengitari dusun sagu, serta mencari ikan, kepiting, dan tambelo di sekitar pohon bakau yang kering.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Selama menjalani kehidupan berbasis budaya taparu, masyarakat Kamoro kerap berinteraksi dengan berbagai flora dan fauna, termasuk buaya muara yang dikenal sebagai predator.

Tokoh masyarakat Kamoro, Marianus Maknaipeku, menyatakan bahwa keberadaan buaya di wilayah Pomako dan Sungai Amar sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kamoro.

“Buaya itu sebenarnya kita yang tinggal di situ melihatnya bukan sebagai buaya ganas. Dia bukan buaya yang ganas dan bikin susah orang,” kata Marianus, sebagaimana dilansir dari Seputar Papua pada 18 Februari 2022.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan buaya di sekitar Pelabuhan Pomako, sangat terkait dengan bau ikan yang menarik mereka untuk mencari makanan.

Ia juga menambahkan bahwa dalam kepercayaan suku Kamoro, terdapat dua jenis buaya, yaitu buaya laut dan buaya penunggu.

“Buaya penunggu itu, kalau malam dia bersahabat dengan manusia, dan kalau ada masalah, dia bisa memberi tanda atau peringatan,” ujarnya.

Menurutnya, buaya tidak akan menerkam sembarangan kecuali ada alasan tertentu, seperti konflik antarkampung atau permasalahan dalam hubungan antarindividu.

Hellen Kurniati, peneliti utama di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang kini menjadi bagian dari BRIN, menyatakan bahwa buaya dapat memangsa manusia jika kehilangan pakan alaminya.

“Ketika wilayah yang ditinggali buaya mengalami penurunan jumlah makanan, maka buaya akan mencari wilayah baru yang mampu menjamin keberlangsungan hidup mereka,” kata Hellen, sebagaimana dilansir dari National Geographic Indonesia.

Menurutnya, buaya merupakan predator yang menargetkan hewan dengan ukuran lebih kecil dari mereka, seperti ikan, burung, reptil, dan mamalia kecil. Aligator, di sisi lain, lebih cenderung memangsa mamalia besar. Buaya muara maupun aligator hanya menyerang ketika ada objek yang bergerak di sekitarnya.

Pembangunan yang mengalihfungsikan habitat buaya juga berdampak pada sumber makanan mereka, sehingga meningkatkan kemungkinan interaksi langsung antara buaya dan manusia.

Infografis
Infografis

Kasus Serangan Buaya di Mimika

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, terdapat 74 sungai di wilayah ini, sehingga dijuluki “Negeri di atas Sungai.” Beberapa kasus serangan buaya yang terjadi di Mimika antara lain:
1. 4 April 2020 – Letimina Hariatu, seorang ibu rumah tangga, hilang saat mencari kepiting dan kerang di Pelabuhan Amamapare. Ia diduga diterkam buaya.

2. 20 Januari 2022 – Damianus Yauta (30), warga Kampung Tipuka, hilang setelah diterkam buaya di Sungai Ayuka saat mencari ikan dan kepiting.

3. 30 Oktober 2022 – Darwis La Daima (27) hilang di Sungai Amar dan ditemukan pada 15 Januari 2023 oleh Tim Siaga SAR Timika.
15 November 2023 – Marlina Onawame (19) dilaporkan hilang saat memancing di Kali Pece Lama, Distrik Jita.

4. 20 Januari 2022 – Seorang warga Kampung Ayuka ditemukan tewas di Sungai Ayuka setelah diterkam buaya sepanjang tujuh meter.

Keberadaan Buaya di Tanah Papua

Menurut Prof. Dr. Ronald G. Petocz, peneliti konservasi di Papua, terdapat dua jenis buaya di wilayah ini, yaitu buaya muara (Crocodylus porosus) dan buaya New Guinea (Crocodylus novaeguineae). Buaya New Guinea banyak ditemukan di Sungai Mamberamo, sementara buaya muara lebih umum di wilayah Mimika, Asmat, dan Merauke.

Sebagai bagian dari budaya mereka, beberapa klen dalam suku Kamoro menganggap buaya sebagai totem dan tidak diperbolehkan mengkonsumsi dagingnya. Bahkan, ada marga tertentu yang dianggap sebagai “tuan” dari buaya atau ikan besar tertentu.

Marianus Maknaipeku menyayangkan tindakan sejumlah masyarakat yang menangkap dan menembak buaya tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.

“Buaya bisa menerkam manusia karena kehilangan pakan alaminya,” katanya.

Dengan meningkatnya pembangunan dan eksploitasi sumber daya di Kabupaten Mimika, keseimbangan ekosistem perlu diperhatikan agar keberadaan buaya dan kehidupan masyarakat tetap terjaga. (*)

Tags: buaya muaraMimikaPapua TengahSuku Kamoro
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Dinkes Papua Tengah perkuat layanan penyakit di Dogiyai

Dinkes Papua Tengah perkuat layanan penyakit menular di Dogiyai

September 16, 2026
Asprov PSSI Papua Tengah

Wagub Geley: Kongres PSSI untuk kemajuan sepak bola Papua Tengah

September 11, 2026

Pemprov dan aparat keamanan tak membatasi ruang demokrasi di Papua Tengah

September 11, 2026

Regulasi daerah bagian dari fondasi membangun Papua Tengah

September 11, 2026

Wagub Geley serahkan bantuan Rp1,5 miliar untuk RSUD Paniai

September 10, 2026

Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Paniai berkolaborasi membangun sarana air bersih

September 10, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Pendidikan

Anak-anak PNG diminta prioritaskan Pendidikan

September 18, 2026
Bougainville

Para pemilik tanah adat tambang Panguna di Bougainville adakan pembicaraan

September 18, 2026
Sekolah Rakyat

Pemerintah siapkan Rp1 Triliun untuk bangun Sekolah Rakyat di Papua

September 18, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

0
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara