• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Provinsi Papua

Dinkes Papua: Korban dugaan keracunan MBG di Jayapura 527 orang

August 6, 2026
in Provinsi Papua, Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Keracunan MBG

Pasien yang diduga keracunan MBG di Distrik Depapre saat menjalani perawatan di tenda darurat depan IGD RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (05/08/2026) - Jubi/Fitri Ramadhani

0
SHARES
279
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menyatakan jumlah korban dugaan keracunan makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua sekira 527 orang. Ratusan anak dan orang dewasan itu diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (4/8/2026).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Berry I.S. Wopari mengatakan jumlah korban ini berdasarkan data pos pelayanan kesehatan di Depapre. Mereka menjalani rawat jalan maupun rawat inap, dan berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga orang dewasa.

Akan tetapi meski korban cukup banyak, namun hingga kini tidak ditemukan pasien yang mengalami kondisi kritis maupun mengancam nyawa.

“Sampai sekarang kami tidak menemukan kondisi yang mengancam nyawa. Ada beberapa pasien yang dirujuk karena kejang perut, tetapi kondisinya sekarang sudah membaik,” kata Berry Wopari di RSUD Yowari, Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Kamis (6/8/2026).

Selain itu, penambahan kasus baru mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya. Sebagian besar pasien yang masih menjalani perawatan juga menunjukkan perkembangan yang baik.

“Recovery pasien sudah jauh lebih baik. Saya lihat langsung di Depapre, memang masih ada pasien yang dirawat, tetapi penambahan kasus baru sudah jauh berkurang dibandingkan kemarin,” ucapnya.

Katanya, seluruh pasien berada dalam pemantauan selama masa pemulihan. Mereka diminta tetap mengonsumsi obat yang telah diberikan tenaga kesehatan serta memperbanyak minum air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat keracunan.

BERITATERKAIT

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

Dinkes Papua Tengah perkuat layanan penyakit menular di Dogiyai

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

Ia menjelaskan racun dari makanan yang diduga terkontaminasi masih berpotensi menimbulkan gejala kembali pada sebagian pasien.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Karenanya, masyarakat diminta segera kembali ke fasilitas kesehatan apabila mengalami nyeri perut hebat atau gangguan pencernaan setelah dipulangkan. Sebab, kemungkinan itu ada, tetapi sifatnya kasuistik, bukan lagi kejadian massal.

Wopari mengatakan, beberapa pasien memang harus mendapatkan penanganan khusus akibat kejang perut yang dipicu racun dari bakteri penyebab keracunan makanan.

Pasien yang menjalani perawatan akan diobservasi selama satu hingga dua hari sebelum diputuskan boleh pulang. Selama observasi, tenaga kesehatan memastikan kondisi klinis pasien telah membaik, termasuk sudah mampu makan, minum, dan beraktivitas ringan.

Kelompok usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) lanjut Wopari, menjadi yang paling banyak terdampak. Selain itu, anggota keluarga lain juga ikut mengalami keracunan karena menyantap makanan yang dibawa pulang ke rumah.

“Hampir semua kelompok umur ada, tetapi paling banyak usia SD dan SMP. Orang tua juga ikut terdampak karena makanan dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarga,” ujarnya.

Menurut Wopari, sampel makanan telah dikirim ke laboratorium dan proses pemeriksaan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu.

Uji sampel diperkirakan berlangsung sepekan, sebab identifikasi bakteri penyebab keracunan tidak dapat dilakukan secara langsung karena memerlukan proses kultur di laboratorium.

Selama menunggu hasil pemeriksaan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus memantau kondisi seluruh pasien, meski sebagian besar pasien dalam kondisi stabil. Berdasarkan hasil pemeriksaan, menunjukkan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan sirkulasi darah umumnya normal.

Di sisi lain, lonjakan jumlah pasien juga dipengaruhi faktor psikologis. Banyak warga memilih memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena khawatir setelah mengonsumsi makanan yang sama.

Tenaga kesehatan pun melakukan triase untuk menentukan pasien yang masih memerlukan perawatan intensif dan pasien yang sudah cukup stabil untuk dipulangkan.

Sementara itu, Jeremias Demetouw orang tua Matias Demetouw, salah satu murid korban dugaan keracunan mengatakan, anaknya masih mengalami diare setelah mengonsumsi makanan Program MBG yang terdiri atas tempe, telur, dan semangka.

“Anak saya sampai sekarang masih diare. Makanan yang dimakan itu tempe, semangka, dan telur. Semua warga yang ada di sini merasakan hal yang sama. Masyarakat dari Tanah Merah juga mengalami hal yang sama,” kata Jeremias Demetouw. (*)

Tags: dinkesKeracunanKorbanMBGPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
Masalah Papua

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

September 17, 2026

Dinkes Papua Tengah perkuat layanan penyakit menular di Dogiyai

September 16, 2026

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

September 15, 2026

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

September 14, 2026

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

September 14, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura
21 September 2026
Broken classrooms and missing furniture expose education challenges in Jayapura

Sentani, Jubi – Conditions at many schools in Jayapura Regency, Papua, are concerning. Some schools no longer have adequate desks, [...]

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Nelayan hilang

Tiga nelayan hilang kontak di Muara Kali Mooi

September 21, 2026
Rektor Uncen

Syowi kasumasa, Rektor Uncen Prof. Dr. Oscar Oswald Oktovianus Wambrauw

September 21, 2026
Warga kelurahan Yobe protes penggelapan raskin

Warga Kelurahan Yobe protes dugaan penggelapan Raskin

September 21, 2026
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

September 21, 2026
Polisi PNG

Drone canggih membantu Polisi PNG dalam operasi senjata api illegal

September 21, 2026
pemimpin Melanesia

Hanya dua pemimpin Melanesia yang ikut Sidang Umum PBB ke-81

September 21, 2026
PBB

Pemimpin forum Pasifik mengadvokasi isu-isu regional di Majelis Umum PBB

September 21, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Fiji dan Israel

1.500 warga Fiji dapat bekerja di Israel berdasarkan perjanjian

September 20, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Nelayan hilang

Tiga nelayan hilang kontak di Muara Kali Mooi

0
Rektor Uncen

Syowi kasumasa, Rektor Uncen Prof. Dr. Oscar Oswald Oktovianus Wambrauw

0
Warga kelurahan Yobe protes penggelapan raskin

Warga Kelurahan Yobe protes dugaan penggelapan Raskin

0
Kera ekor panjang di Jayapura

Tentara Jepang dan jejak kera ekor panjang di Jayapura

0
Polisi PNG

Drone canggih membantu Polisi PNG dalam operasi senjata api illegal

0
pemimpin Melanesia

Hanya dua pemimpin Melanesia yang ikut Sidang Umum PBB ke-81

0
PBB

Pemimpin forum Pasifik mengadvokasi isu-isu regional di Majelis Umum PBB

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara