Jayapura, Jubi – Aparatur Sipil Negera atau ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua diminta menyukseskan pelaksanaan pemungutan suara ulang pemilihan gubernur dan wakil gubernur atau PSU Papua 6 Agustus 2025.
Instruksi itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah atau Sekda Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, S.Pd., MSocSc, saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Gubernur Papua, mewakili Penjabat Gubernur, Agus Fatoni yang sedang dalam rangkaian kunjungan kerja di Kota Jayapura.
Dalam amanatnya, Pj. Sekda mengajak seluruh ASN untuk berpartisipasi aktif dalam PSU dan memastikan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Partisipasi ASN adalah wujud tanggung jawab konstitusional sebagai warga Papua untuk memilih Pemimpi kita 5 Tahun ke depan,” kata Suzana D. Wanggai, S.Pd., MSocSc.
Pj Sekda Papua juga meminta pengibaran bendera merah-putih dan umbul-umbul, menjelang pelaksanaan hari ulang tahun Republik Indonesia atau HUT RI ke-80.
“Walau terdapat keterbatasan anggaran, semangat nasionalisme harus tetap dinyatakan secara simbolik dan nyata,” ujarnya.
Terkait realisasi anggaran yang masih 43 persen, Pj. Sekda meminta percepatan belanja dan penyesuaian program sesuai dinamika yang ada.
“Jangan memaksakan kegiatan yang tidak memungkinkan. Fokus pada efisiensi dan efektivitas,” ucapnya.
Dalam hal komunikasi publik, Pj. Sekda mengingatkan ASN untuk bijak bermedia sosial. Ia juga menegaskan bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai instansi teknis diminta terus melakukan pendampingan terhadap pengelola media sosial di seluruh SKPD, agar pengelolaan akun berjalan profesional dan mendukung citra positif pemerintah.
Menanggapi insiden kecelakaan ASN saat menuju apel, Pj. Sekda menyampaikan empati dan menekankan pentingnya keselamatan berkendara. Untuk itu, pagar halaman kantor sementara tidak ditutup. “Disiplin penting, tapi keselamatan jauh lebih utama,” tegasnya.
Mengakhiri amanatnya, Pj. Sekda Papua mengajak ASN menjaga kekompakan dan menjauhi pengkotak-kotakan di internal OPD. “Kerja kolaboratif adalah kunci kemajuan Papua,” tutupnya. (*)






















Discussion about this post