• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Methodius Kossay pimpin PAK-HAM Papua

February 18, 2026
in Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
PAK-HAM

Suasana pelantikan pengurus PAK-HAM-Papua 2026, di salah satu hotel di Kota Jayapura, Papua Rabu (18/02/2026)-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
196
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Methodius Kossay dilantik sebagai Ketua Umum Perhimpunan Advokasi Hak Asasi Manusia atau PAK-HAM Papua periode 2026–2029, menggantikan Matius Murib.

Pelantikan dan rapat kerja PAK-HAM-Papua 2026, digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Papua, Rabu (18/02/2026), dengan tema “Penegakan Hak Asasi Manusia Berbasis Kearifan Lokal.”

Methodius Kossay berterimakasih kepada para pendiri PAK-HAM Papua yang mendirikan organisasi tersebut pada 5 Juni 2017. Ia mengatakan, PAK-HAM Papua lahir dari kesadaran kolektif akan pentingnya wadah advokasi HAM yang independen, profesional, serta berbasis kearifan lokal.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada tokoh aktivis HAM Papua, Matius Murib, yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan sejak usia muda. Perjuangan HAM sebagai estafet lintas generasi yang membutuhkan keberanian moral dan integritas,” Methodius Kossay usai dilantik.

Ia berkomitmen menjadikan PAK-HAM Papua sebagai institusi advokasi HAM yang kredibel, independen, dan profesional, sebab organisasi tersebut menjadi pusat pendidikan dan literasi HAM berbasis komunitas dan masyarakat adat, ruang dialog antara negara dan masyarakat sipil, lembaga riset dan dokumentasi pelanggaran HAM yang akuntabel.

“Penegakan HAM harus berjalan seiring dengan pembangunan, stabilitas keamanan, dan persatuan bangsa,” ucapnya.

Ia menyampaikan, pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal dalam isu-isu HAM di Papua, termasuk pengakuan hak ulayat masyarakat adat, penyelesaian sengketa tanah melalui hukum adat dan hukum negara, penguatan peradilan adat, serta perlindungan hak perempuan, anak, dan kelompok rentan.

BERITATERKAIT

Pemprov nyatakan dukung kerja independen PAK-HAM Papua

Pengamat: Putra Papua Frans Pigome layak memimpin Freeport Indonesia

Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Perwakilan Papua luncurkan buku

“Keamanan tanpa keadilan tidak melahirkan kedamaian, dan keadilan tanpa dialog tidak melahirkan rekonsiliasi,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Selain itu menurutnya, penting membuka ruang kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, TNI, Polri, lembaga peradilan, akademisi, tokoh adat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“PAK-HAM Papua tidak berdiri di luar negara, melainkan menjadi bagian dari upaya memperkuat negara hukum dan demokrasi,” katanya.

Dalam periode 2026–2029, PAK-HAM Papua menetapkan sejumlah agenda di antaranya pendidikan HAM berbasis komunitas dan sekolah adat, advokasi kebijakan Otonomi Khusus dan perlindungan masyarakat adat, monitoring.

Kemudian dokumentasi pelanggaran HAM berbasis data, penguatan kapasitas relawan dan kader advokasi, serta pengembangan pusat kajian dan database HAM Papua berbasis digital

Katanya, seluruh pihak harus meninggalkan politik kekerasan dan membangun politik dialog serta keadilan sosial demi masa depan Papua yang damai dan bermartabat.

“Papua adalah tanah damai, tanah doa, dan tanah kehidupan. Masa depan Papua harus dibangun di atas keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Kossay.

Mantan Ketua PAK-HAM Papua, Matius Murib berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat advokasi HAM di Papua agar semakin baik dan maju. “Tujuan kita bersama adalah menjaga Papua tetap aman dan damai,” kata Murib.

Ia mengatakan, Kekerasan harus dihentikan, dan perdamaian harus diperjuangkan. Perdamaian tidak datang dengan sendirinya, tetapi membutuhkan kerja bersama, termasuk melalui organisasi seperti PAK-HAM Papua.

“Kita semua harus mendukung agar Papua menjadi daerah yang adil, damai, dan sejahtera,” ucapnya.

Menurutnya, Hak asasi manusia adalah hak dasar setiap orang, baik yang berdomisili di Papua maupun di wilayah lain di Indonesia. Tidak boleh ada diskriminasi atau perlakuan rasial. Semua warga negara memiliki hak yang sama untuk hidup dan mendapatkan perlakuan yang adil.

Asisten I Setda Provinsi Papua, Yohanes Walilo dalam sambutannya mewakili Gubernur Papua mengatakan, penyerahan surat keputusan kepengurusan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam pendidikan dan perlindungan HAM di Papua.

“Momentum ini harus menjadi penguatan komitmen kita bersama dalam menegakkan dan melindungi hak asasi manusia, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945,” kata Walilo.

Ia mengatakan, prinsip-prinsip HAM bersifat universal dan menjadi dasar dalam penegakan hukum di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya, pendekatan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya di masing-masing daerah, termasuk Papua yang memiliki kekayaan adat dan kearifan lokal.

Menurutnya, organisasi advokasi HAM memiliki tugas strategis dalam melindungi hak-hak dasar warga negara, serta memastikan terpenuhinya hak sosial, ekonomi, budaya, politik, dan hak-hak masyarakat khususnya bagi masyarakat Papua. Sehingga pentingnya pendekatan persuasif dan edukatif dalam perlindungan HAM.

“Perlindungan HAM tidak hanya dilakukan ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga melalui edukasi, sosialisasi, dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat,” ucapnya.

Pengurus baru diminta menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan organisasi. Ia juga mendorong agar PAK-HAM Papua memprioritaskan perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, masyarakat adat, serta masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi lemah.

“Koordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian, TNI, kejaksaan, dan lembaga peradilan, sangat penting agar penanganan isu-isu HAM dapat dilakukan secara tepat dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Perwakilan Pendiri PAK-HAM Papua, Ivan Hendra Luckyta mengatakan, organisasi ini lahir dari kesadaran kolektif akan pentingnya wadah advokasi HAM yang independen, profesional, dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat Papua.

Katanya, sejak awal berdiri PAK-HAM Papua memposisikan diri sebagai mitra kerja yang kritis dan konstruktif bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Organisasi ini juga menjadi ruang konsolidasi masyarakat sipil dalam memperjuangkan advokasi HAM yang damai, berkeadilan, dan bermartabat,” kata Hendra.

Ia mengatakan, pelantikan pengurus periode 2026–2029 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi, memperluas jejaring advokasi, serta meningkatkan dampak program hingga ke tingkat akar rumput.

Katanya, di bawah kepemimpinan yang baru, PAK- HAM Papua diharapkan dapat memperkuat advokasi kebijakan publik, perlindungan hak masyarakat adat, pengembangan riset, pendidikan HAM berbasis kearifan lokal, serta menjadi jembatan dialog antara negara dan masyarakat dalam semangat damai dan berkeadilan. (*)

Tags: Methodius KossayPAK-HAM Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

PAK-HAM Papua

Pemprov nyatakan dukung kerja independen PAK-HAM Papua

February 18, 2026
Papua freeport

Pengamat: Putra Papua Frans Pigome layak memimpin Freeport Indonesia

October 15, 2025

Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Perwakilan Papua luncurkan buku

May 24, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village
25 September 2026
Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village

Sentani, Jubi – The Jayapura Regency Legislative Council’s (DPRK) Commission C has raised concerns over poor infrastructure and inadequate education [...]

Wildfires and drought hit Fakfak Regency
25 September 2026
Wildfires and drought hit Fakfak Regency

Manokwari, Jubi – Forest and land fires and drought are affecting Fakfak Regency in West Papua, disrupting school activities in [...]

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

Kadepa calls for political action to address Papua’s problems
23 September 2026
Kadepa calls for political action to address Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Papua needs practical action rather than political disputes and heated debate, according to Papuan political figure Laurenzus [...]

Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender
23 September 2026
Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender

Jayapura, Jubi – Solidaritas Merauke has urged police to stop what it describes as the criminalisation of Ariston Moiwend Buako, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

September 25, 2026
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

September 25, 2026
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

September 25, 2026
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

September 25, 2026
Bougainville

Percayalah pada prosesnya, Bougainville akhirnya bisa merdeka dari PNG

September 22, 2026
Pelatih Persipura

Regi Aditya ambil alih kursi pelatih Persipura

September 24, 2026
Bougainville

Buin tuan rumah Festival Cokelat Bougainville ke 10

September 23, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

0
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

0
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

0
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

0
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

0
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

0
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara