• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Perwakilan Papua luncurkan buku

Methodius Kossay: Dibandingkan dengan 5 negara maju dan 5 negara berkembang, kewenangan Komisi Yudisial Indonesia sangat terbatas

May 24, 2024
in Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: CR-13 - Editor: Syofiardi
Yudisial

Dr Methodius Kossay menjelaskan latar belakang penulisan bukunya pada acara melalui Zoom Meeting pada Kamis (23/5/2024). - Jubi/CR-13

0
SHARES
969
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Perwakilan Papua Dr Methodius Kossay SH MHum meluncurkan atau me-launching buku karyanya berjudul ‘Dinamika Penghubung Komisi Yudisial dalam Pengawasan Hakim di Indonesia’ dan sekaligus mengadakan bedah buku melalui Zoom Meeting, Kamis (23/4/2024).

Methodius Kossay menjelaskan tujuan penulisan buku itu untuk memberikan informasi dan sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat.

“Khususnya bagi para pencari keadilan di seluruh Indonesia, lembaga peradilan di bawah Mahkamah Agung, dan Komisi Yudisial sebagai lembaga negara dalam menegakkan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim atau KEPPH,” katanya.

Ia mengatakan dalam penulisan buku menggunakan metode studi kepustakaan dan kajian literatur dengan menggunakan empat pendekatan perspektif Hukum Tata Negara sebagai pisau analisis. “Yaitu pendekatan yuridis, sosiologis, historis, dan perbandingan,” ujarnya.

Methodius Kossay yang  biasa disapa Metho menyebutkan, penulisan buku tersebut dilatarbelakangi oleh pengalamannya yang sedikit-banyak telah mengalami proses pembelajaran di bidang pengawasan berdasarkan amanah jabatan yang diembannya, yaitu Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Republik Indonesia wilayah Papua.

“Saya berusaha untuk menjadikan setiap hal sebagai pembelajaran yang dapat membawa manfaat dan sebagai salah satu insan peradilan. Saya merasa bersyukur dapat menimba ilmu tentang pengawasan kode etik hakim sebagai Koordinator Penghubung Komisi Yudisial di wilayah Komisi Yudisial Republik Indonesia tahun 2022,“ katanya.

BERITATERKAIT

Buku teologi kearifan Pasifik di Suva diluncurkan di Fiji

Tiga seri buku tentang Thom Beanal diluncurkan

Methodius Kossay pimpin PAK-HAM Papua

Hakim ad hoc PN Jayapura beraudiensi dengan Komisi Yudisial

Membandingkan dengan 10 negara

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Kossay mengatakan, dalam bukunya ia juga mencoba membandingkan penegakan hukum di Indonesia, terutama pada perspektif Komisi Yudisial di Indonesia dengan Komisi Yudisial atau KY yang ada di berbagai negara maju dan negara berkembang.

Ia mengambil contoh perbandingan di 5 negara maju dan 5 negara berkembang terkait Komisi Yudisial dan penegakan hukumnya. KY negara maju yang dijadikan perbandingan adalah KY di Prancis, Belgia, Belanda, Denmark, dan Singapura. Sedangkan KY negara berkembang adalah KY di Kroasia, Filipina, Bulgaria, Afrika Selatan, dan Mongolia.

Kesimpulannya, “Dilihat dari segi kewenangan di Indonesia relatif terbatas, sedangkan di luar negeri justru mempunyai kewenangan yang lebih luas. Kalau di Indonesia jabatan-jabatan tertentu saja dan segi kesejahteraan juga terbatas,” katanya.

Kossay menjelaskan dalam konstitusi tugas  Komisi  Yudisial  adalah  menjaga  martabat  dan marwah perilaku hakim dengan melakukan fungsinya, yaitu pengawasan. KY berperan sangat penting dalam memastikan tegaknya supremasi hukum, peradilan yang bersih dan berwibawa, serta memiliki rasa keadilan.

Dan Komisi Yudisial, tambahnya, lahir dari respon dan tuntutan reformasi yang menjadi salah satu agenda utama reformasi di bidang penegakan hukum di Indonesia. Komisi Yudisial Republik Indonesia mendukung terwujudnya kemandirian kekuasaan kehakiman dalam penegakan hukum dan keadilan.

“Tugas dan wewenang Komisi Yudisial dijamin dalam perundang-undangan yang  berhak mengusulkan pengangkatan Hakim Agung dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap Hakim Agung dan hakim peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung,” katanya.

Ia mengatakan penghubung Komisi Yudisial di daerah sebagai ujung tombak dan perpanjangan tangan Komisi Yudisial di Jakarta dalam menjalankan tugas pokok dan kewenangannya konsisten memberikan pelayanan prima bagi pencari keadilan.

Penghubung  KY, tambahnya, hadir untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyampaikan laporan pengaduan terkait dugaan pelanggaran KEPPH, meningkatkan efektivitas pemantauan persidangan, efektivitas dan efisiensi kerja, ketersediaan sumber daya, dan jejaring di daerah serta sosialisasi kelembagaan dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat,  serta perilaku Hakim.

“Sehingga  dituntut untuk bekerja secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan peran dan kewenangan Penghubung  KY tersebut, perlu didukung dalam berbagai aspek sebagaimana yang diulas dalam buku ini, sehingga menjadi spirit dan dasar legitimasi pegawai penghubung KY di daerah dalam performa kinerja dan kariernya,” ujarnya.

Doktor termuda orang Papua

Ansel Deri, jurnalis Odiyaiwuu.com, didaulat sebagai pembicara pada acara Bedah Buku karya Methodius Kossay itu. Ia mengapresiasi sejumlah pencapaian yang telah dilakukan Methodius Kossay yang disebutnya doktor termuda orang Papua. Kossay kelahiran Wamena, 16 Mei 1991 (kini 33 tahun) meraih gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisaksi, Jakarta.

Menurut Ansel Deri, pencapaian Metho dapat dilihat dari 5 karya buku yang telah ditulisnya. Ia membandingkan banyak pejabat di Papua jarang sekali menulis buku, padahal di Papua segudang masalah dan juga banyak sumber informasi dan pengetahuan yang bisa diolah jadi tulisan yang bermanfaat.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Sobat Metho yang menuangkan banyak pikiran sulit ini dari anak muda Papua yang fenomenal. Dalam Konteks Papua tentu buku ini menjadi penting bagi masyarakat dan juga aparat penegak hukum atau pencari keadilan untuk memahami secara baik Komisi Yudisial,“ katanya.

Menurut Deri buku karya Metho tersebut menjadi karya yang menarik karena bisa membuka ruang bagi banyak orang untuk perlu memahami bahwa keterbukaan menjadi sangat penting di Papua, karena penegakan hukum dan keadilan di Papua masih jauh dari harapan.

“Padahal Papua ini menjadi rahasia publik sebagai tempat yang paling seksi bagi semua pihak bermain di Papua,” katanya.

Ia menambahkan hal itu dalam artian sisi positif dan negatif, karena Papua mempunyai banyak keunikan dan banyak kelebihan.

“Saya selalu mengatakan kesalahan orang Papua yang paling besar itu terlalu berbuat baik sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Papua banyak menyimpan berbagai potensi yang luar biasa, tetapi mungkin belum dikapitalisasi negara di level nasional,” ujarnya. (*)

Tags: Komisi YudisialMethodius KossayPeluncuran Buku
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

teologi

Buku teologi kearifan Pasifik di Suva diluncurkan di Fiji

May 11, 2026
Suasana launching dan bedah buku Tiga Seri Buku Thom Beanal, di Aula Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Kota Jayapura Papua Kamis (26/02/2026).-Jubi/Aida Ulim

Tiga seri buku tentang Thom Beanal diluncurkan

February 26, 2026

Methodius Kossay pimpin PAK-HAM Papua

February 18, 2026

Hakim ad hoc PN Jayapura beraudiensi dengan Komisi Yudisial

January 9, 2026

PD Institute luncurkan buku pentingnya masyarakat adat dalam pembangunan

December 19, 2025

Buku “Kitong Punya Aksi” diluncurkan

November 6, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village
25 September 2026
Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village

Sentani, Jubi – The Jayapura Regency Legislative Council’s (DPRK) Commission C has raised concerns over poor infrastructure and inadequate education [...]

Wildfires and drought hit Fakfak Regency
25 September 2026
Wildfires and drought hit Fakfak Regency

Manokwari, Jubi – Forest and land fires and drought are affecting Fakfak Regency in West Papua, disrupting school activities in [...]

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

Kadepa calls for political action to address Papua’s problems
23 September 2026
Kadepa calls for political action to address Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Papua needs practical action rather than political disputes and heated debate, according to Papuan political figure Laurenzus [...]

Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender
23 September 2026
Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender

Jayapura, Jubi – Solidaritas Merauke has urged police to stop what it describes as the criminalisation of Ariston Moiwend Buako, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

September 25, 2026
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

September 25, 2026
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

September 25, 2026
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

September 25, 2026
Bougainville

Percayalah pada prosesnya, Bougainville akhirnya bisa merdeka dari PNG

September 22, 2026
Pelatih Persipura

Regi Aditya ambil alih kursi pelatih Persipura

September 24, 2026
Bougainville

Buin tuan rumah Festival Cokelat Bougainville ke 10

September 23, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

0
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

0
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

0
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

0
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

0
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

0
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara