• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

TPNPB: Rakyat Papua Barat selalu berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Kanaki

Amatus Akoubo Douw: Situasi Kanak sama seperti bangsa West Papua yang tanah adatnya dikolonisasi dengan migrasi penduduk dari luar

June 18, 2024
in Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Syofiardi
Papua Barat

Seorang perempuan mengibarkan bendera Kanak dengan bangga. - Jubi/ RNZ Pacific-Lydia Lewis

0
SHARES
306
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Kerusuhan yang terjadi di Kaledonia Baru (New Caledonia) pertengahan Mei 2024, menjelang rencana referendum ketiga atau terakhir untuk menentukan nasib bangsa Kanak merdeka dari Prancis, mendapat simpati dari sejumlah elemen di Tanah Papua atau Papua Barat (West Papua).

Anggota Majelis Rakyat Papua Tengah (MRPT) Pokja Agama Katolik Yahya SW Iyai kepada Jubi, Sabtu (15/6/2024) mengatakan Prancis berani membuka ruang referendum bagi bangsa Kanak karena mempunya target yang jelas, yaitu Kaledonia Baru tetap menjadi bagian dari Prancis.

Iyai menjelaskan status Kaledonia Baru memang merupakan teritori tanpa pemerintahan berdaulat berdasarkan data Dekolonisasi PBB. Prancis menguasai dan menduduki Kaledonia Baru pada 1853. Dalam proses itu, orang-orang Prancis cukup berkembang pesat dan menjadi penduduk dominan di Kaledonia Baru. Sementara penduduk asli Kanak hanya 40 persen.

Papua Barat

Prancis sudah dua kali membuka ruang Referendum, yaitu 2018 dan 2021. Referendum Pertama pada 2018, 57 persen penduduk Kaledonia Baru memilih tetap menjadi bagian dari Perancis. Sedangkan pada Referendum Kedua yang diikuti 43,90 persen pemilih, hasilnya lebih tinggi lagi, 96,46 persen memilih tetap bersama Prancis.

“Hanya 3,51 persen yang memilih berpisah dengan Prancis. Referendum ini tepat terlaksana dalam masa pandemi Covid-19. Reaksi protes pun muncul dari kelompok pro-kemerdekaan,” katanya.

Kini, kata Iyai, Pemerintah Prancis kembali membuka ruang Referendum Ketiga dan kemungkinan referendum terakhir bagi bangsa Kanak, sesuai perjanjian Noumea pada 1998.

BERITATERKAIT

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

Delegasi bipartisan Kaledonia Baru menuju Paris minggu depan

Kongres FLNKS pro-kemerdekaan Kanaki ke-43 ditunda karena perbedaan pendapat

FestPAC 2024 ‘melawan kepunahan masyarakat Pasifik’

“Pemerintah Perancis tetap yakin pada tergetnya, yaitu Kaledonia Baru tetap menjadi bagian yang utuh dari Pemerintah Prancis, karena jumlah penduduk non-Kanak lebih banyak daripada penduduk asli Kanak,” ujarnya.

Menurut Iyai Pemerintah Prancis berani membuka ruang referendum bagi Kanak karena jumlah penduduk asli Kanak hanya 40 persen dari penduduk Eropa yang menduduki pulau Kaledonia Baru.

Papua Barat
Anggota Majelis Rakyat Papua Tengah (MRPT) Pokja Agama Katolik Yahya SW Iyai. – Jubi/Dok Pribadi

“Sehingga tiada lain, berikan referendum bagi Kanaki atau memberikan hak kedaulatan politik bagi bangsa Kanak ras melanesia,” ujarnya.

Situasi Kanak sama dengan Bangsa Papua

Ketua Diplomatik dan Urusan Luar Negeri Papua Barat, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Amatus Akoubo Douw mengatakan rakyat Papua Barat (West Papua) mendukung masyarakat adat Kanak.

“Rakyat Papua Barat selalu berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Kanaki atau Kaledonia Baru dalam perjuangan kemerdekaannya yang sah,” katanya.

Kanaky atau Kaledonia Baru, kata Douw adalah wilayah tanpa pemerintahan sendiri yang terdaftar di Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Karena itu, masyarakat adat Kanak berhak mempunyai pemerintahan sendiri berdasarkan Pasal 73e Piagam dan ‘kebebasan penuh dan kemerdekaan’ berdasarkan resolusi PBB 1514 tahun 1960.

Menurt Douw situasi kanak sama dengan bangsa Papua Barat (West Papua) yang tanah adatnya dikolonisasi dengan migrasi penduduk dari luar Papua.

“Seperti masyarakat Melanesia di Papua Barat, pemerintah kolonial (Indonesia) melanjutkan program genosida yang berjalan lambat seiring dengan semakin banyaknya migran yang menetap di tanah asal mereka dan meminggirkan masyarakat adat,” katanya.

Terlebih lagi, kata Douw, dengan berlanjutnya migrasi pendudukan Prancis kini mengusulkan untuk memberikan hak kepada para pemukim untuk memilih mengenai penentuan nasib sendiri.

Papua Barat
Ketua Diplomatik dan Urusan Luar Negeri Papua Barat TPNPB-OPM Amatus Akoubo Douw. – Jubi/Dok Pribadi

“Hal ini jelas melanggar resolusi PBB 1541 yang menyatakan bahwa hanya penduduk asli wilayah Non-Pemerintahan Sendiri yang berhak memilih,” ujarnya.

Douw mengimbau negara-negara Kepulauan Pasifik untuk tidak melemah dalam advokasi masalah yang terjadi di Kanaki.

“Rakyat pasifik tak perlu takut dan tidak terintimidasi oleh negara hak veto PBB ini. Pemerintahaan regional MSG (The Melanesian Spearhead Group) dan PIF (Forum Kepulauan Pasifik) tetap memainkan peran menengahi persoalan dekolonisasi ini,” katanya.

Douw  mendesak semua negara di kawasan Pasifik, termasuk Australia dan Selandia Baru, agar mengupayakan jalan damai dengan Prancis untuk membantu menyelesaikan hak penentuan Sendiri melalui refrendum yang adil dan bermartabat sesuai keinginan rakyat penduduk asli Kanaki.

“Kami juga mendesak agar Presiden Prancis menarik pasukannya yang di kirim dari Eropa mengejar rakyat asli Kanaki agar bisa diselesaikan dengan damai,” katanya.

Sesama bangsa terjajah

Ketua I KNPB (Komite Nasional Papua Barat) Pusat Warius Sampari Wetipo mengatakan sebagai bangsa terjajah West Papua (Papua Barat) kini berdiri bersama bangsa Kanak untuk mendesak proses dekolonisasi bangsa pribumi Kanak tanpa intervensi warga pendatang kolonial.

“Kita bangsa West Papua mendukung sikap pro-kemerdekaan Kanaki agar hak penentuan nasib sendiri dikembalikan seutuhnya kepada bangsa Kanak yang beridentitas dan leluhurnya benar-benar berasal dari Kanaki,” katanya.

Warius Sampari menjelaskan ‘Settler Colonialism’ atau kolonialisme pemukim adalah suatu bentuk penjajahan yang bertujuan untuk menggantikan masyarakat asli dari wilayah jajahan dengan masyarakat pemukim atau penjajah.

Undang-Undang yang mengakui para pendatang, katanya, merupakan siasat penjajah untuk tetap menjajah. Menurutnya bangsa West Papua dan Kanak mempunyai nasib yang sama, yaitu sama-sama dijajah.

Papua Barat
Ketua 1 Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat Warpo Wetipo. – Jubi/Dok Pribadi

“Sama seperti yang dilakukan Indonesia di West Papua di mana mayoritas penduduk adalah orang pendatang, yang didatangkan oleh penjajah untuk memenuhi West Papua, agar mereka ikut memilih dan memimpin semua jabatan politik di West Papua. Mereka akan buat bangsa Papua menjadi minoritas secara jumlah dan mutu, lalu mereka menguasai West Papua dalam segala segi kehidupan,” kata Warpo, sapaan akrabnya.

Menurut Warpo orang-orang beretnis Melanesia di wilayah Pasifik merupakan saudara serumpun. Oleh sebab itu, penderitaan bangsa Kanak adalah penderitaan bangsa West Papua dan penderitaan Kanak adalah penderitaan rumpun Melanesia.

“Kami dukung referendum bangsa Kanak untuk bebas dari penjajahan kolonial Prancis. Penderitaan mereka adalah penderitaan kami. Referendum Kanaky harus dilakukan tanpa melibatkan warga pendatang supaya bangsa Kanak menentukan nasib sendiri,” ujarnya.

Di dalam pernyataan sikapnya, KNPB menegaskan solidaritasnya agar Prancis menghentikan amandemen konstitusi yang mengakomodir puluhan ribu warga pendatang penjajah untuk menjadi pemilih. KNPB mendesak agar diberikan hak penentuan nasib sendiri yang seluas-luasnya bagi bangsa pribumi Kanak.

KNPB juga menyerukan agar pemerintah Prancis segera berunding dengan FLNKS (Front de Liberation Kanak et Socialiste atau Kanak and Socialist National Liberation Front) untuk mendorong referendum yang adil bagi bangsa pribumi Kanak.

Terhadap kepemimpinan regional, KNPB meminta kepada MSG, PIF, dan PBB agar terlibat aktif dalam mendesak Pemerintah Prancis agar benar-benar mewujudkan dekolonisasi bagi bangsa Kanak dengan berpegang pada prinsip-prinsip Piagam PBB XI Pasal 73.

Sejalan dengan proses dekolonisasi di Kaledonia Baru atau Kanaky, KNPB juga menyatakan bahwa West Papua kembali menuntut penguasa penjajah Indonesia untuk menghentikan pendudukan korporasi, pendudukan warga pendatang penjajah dan pendudukan militer penjajah.

“Indonesia agar segera mendorong proses dekolonisasi bagi Bangsa Papua di teritori West Papua,” ujarnya. (*)

Tags: Gerakan Pro Kemerdekaan Kaledonia BaruKemerdekaan KanakySolidaritas dari West PapuaSolidaritas Kanaki
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kanaky

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026
Kaledonia Baru

Delegasi bipartisan Kaledonia Baru menuju Paris minggu depan

September 16, 2024

Kongres FLNKS pro-kemerdekaan Kanaki ke-43 ditunda karena perbedaan pendapat

June 18, 2024

FestPAC 2024 ‘melawan kepunahan masyarakat Pasifik’

June 15, 2024

Kanaky Merdeka, perjuangan panjang bangsa Kanak bebas dari kolonial Prancis

May 27, 2024

Kelompok pro-kemerdekaan Kaledonia Baru dan Polinesia Prancis bersuara di Komite Khusus Dekolonisasi PBB

June 24, 2023

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0
Hubungan Israel dengan Pasifik

Wakil PM Fiji: Hubungan Israel dan Pasifik alami, abadi, nyata

0
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara