Manokwari, Jubi – Banyak kejadian janggal dirasakan Merry Wambrauw, sebelum suaminya, Yan Christian Warinussy ditembak orang tidak dikenal. Salah satu kejanggalan itu, sebuah mobil tidak dikenal sering berparkir hingga sejam di depan rumah mereka, setelah suaminya berangkat kerja.
“Saya berkata dalam hati, ‘Kok ada tamu, tetapi tidak turun-turun [dari mobil]?’. Pikiran saya, mungkin tetangga sebelah punya tamu,” kata Wambrauw, saat ditemui di kediamannya di Jalan Sujarwo Condronegoro, Manokwari, Sabtu malam (20/7/2024).
Mobil yang sama juga muncul di depan rumah mereka saat dua hari sebelum Yan Warinussy ditembak. Wambrauw pun sempat mengungkapkan keheranannya itu kepada suaminya.
“Saat itu, saya, dan Bapak duduk di depan rumah. Saya bilang, ini mobil dari tadi orangnya tidak ada yang turun-turun,” ujarnya.
Advokat Yan Christian Warinussy ditembak di depan Kantor Bank Mandiri Jalan Yos Sudarso, Manokwari pada Rabu pekan lalu. Tembakan itu mengenai dada sebelah kirinya.
Wambrauw pertama kali mengetahui penembakan terhadap suaminya tersebut dari anak bungsu mereka. Semula dia mengira anaknya sedang bercanda.
Dia baru yakin setelah melihat Warinussy berjalan sambal memegang dada kiri yang berdarah. Wambrauw pun meminta suaminya segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Manokwari.
Wambrauw menyadari profesi suaminya penuh risiko karena kerap membela orang-orang memperjuangkan keadilan. Berbagai teror dan ancaman pun kerap menyertai perjalanan karier Warinussy.
“Ancaman dan terornya macam-macam. Pernah ada yang menggantung kepala ayam dan kepala kambing di pintu pagar rumah,” ujarnya.

Gerak cepat
Wambrauw mengaku hingga kini mereka belum mendapat kabar apa pun mengenai perkembangan pengusutan penembakan terhadap suaminya. Pihak Polresta Manokwari semula berjanji menginformasikannya kepada keluarga pada malam setelah kejadian penembakan
“Keluarga dan tim advokat sudah menyerahkan bukti cctv [kamera pemantau]. Sampai sekarang, belum ada informasinya [perkembangan pemeriksaannya dari Polresta Manokwari],” kata ibu dari empat anak itu.
Wambrauw bergerak cepat dalam mengamankan salah satu barang bukti tersebut. Dia bergegas ke lokasi kejadian, saat suaminya melapor ke Polresta Manokwari.
“Saya sampai tiga kali masuk ke bank [untuk meminta rekaman CCTV]. [Saat kedatangan] pertama dan kedua saya belum diizinkan masuk,” ujarnya.
Penembakan terhadap Warinussy mendatangkan keprihatinan, sekaligus kecaman dari berbagai kalangan. Dari sesama sejawat, jurnalis, anggota Majelis Rakyat Papua Barat, hingga aktivis di Tanah Papua maupun luar Tanah Papua.
Namun, Wambrauw menyayangkan tidak satu pun klien atau pihak yang pernah dibela suaminya ikut bersuara. Mereka termasuk pejabat dan pemuka masyarakat di Papua Barat.
Jubi.id berupaya menghubungi Kepala Polresta Manokwari Komisaris Besar Rivadin Benny untuk menanyakan perkembangan pengusutan kasus penembakan terhadap Warinussy. Namun, dia tidak mengangkat teleponnya (*)





















Discussion about this post