• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Gelar demonstrasi, mahasiswa minta kasus prajurit TNI siksa warga disidangkan di Jayapura

Silak mengatakan warga Papua selalu mengalami kekerasan, penyiksaan hingga pembunuhan oleh prajurit TNI. Ia mengatakan warga Papua membutuhkan keadilan dan para pelaku penyiksaan harus diadili di Pengadilan Militer III-19 Jayapura.

March 29, 2024
in Polhukam, Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Nuevaterra
Penyiksaan

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM se-Papua menggelar demonstrasi di gapura Uncen Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Jumat (29/3/2024). Mereka menuntut prajurit TNI penyiksa warga diadili di Pengadilan Militer III-19 Jayapura. - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
539
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM se-Papua menggelar demonstrasi di gapura Universitas Cendrawasih Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Jumat (29/3/2024). Mereka meminta sejumlah terduga anggota TNI dari Batalion Infanteri Raider 300/Braja Wijaya penyiksa warga sipil Kabupaten Puncak itu disidangkan di Pengadilan Militer III-19 Jayapura di Kota Jayapura, Provinsi  Papua.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM se-Papua yang hadir dalam demonstrasi itu terdiri atas Universitas Cenderawasih, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Universitas Muhammadiyah Papua, Universitas Ottow dan Geissler, Sekolah Tinggi Teologi Walter Post Jayapura, dan Sekolah Tinggi Teologia Gereja Injili di Indonesia Papua. Hadir juga organisasi cipayung Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Jayapura dan organisasi mahasiswa lokal lainnya di Kota Jayapura.

Dalam demonstrasi para mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan Papua Darurat Militer. Secara bergantian para mahasiswa menyampaikan orasi terkait kasus penyiksaan warga sipil Kabupaten Puncak oleh terduga sejumlah prajurit TNI dari Batalion Infanteri Raider 300/Braja Wijaya.

“Tidak ada yang dipaksa mati, tidak ada yang dipaksa [untuk] disiksa. Semua harus hidup. Penyiksaan oleh prajurit TNI tidak manusiawi. Apakah ada keadilan, apakah ada keadilan,” kata Willy Silak dalam orasinya.

Pada 22 Maret 2024 pagi, beredar video di media sosial yang merekam penyiksaan terhadap seorang warga sipil Papua. Korban ditaruh dalam drum berisi air, dengan kedua tangannya terikat. Korban itu dipukuli dan ditendang berulang kali oleh sejumlah orang yang diduga prajurit TNI. Punggung korban juga disayat menggunakan pisau. Wajah sejumlah pelaku terlihat dalam video itu.

Pada 23 Maret 2024 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Papua menyatakan penyiksaan itu diduga dilakukan prajurit Batalyon Infanteri Raider 300/Braja Wijaya pada Februari 2024, ketika mereka bertugas di Kabupaten Puncak. Ada tiga warga sipil Puncak yang disiksa para prajurit TNI itu. Para pelaku penyiksaan itu sudah selesai bertugas di Puncak, dan telah kembali ke Markas Batalyon Infanteri Raider 300/Braja Wijaya di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pada 25 Maret 2024, Tempo.co memberitakan pernyataan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Kristomei Sianturi yang menyebut bahwa ada 42 anggota TNI yang telah diperiksa terkait penyiksaan terhadap warga Papua itu. Dari pemeriksaan itu, sejumlah 13 anggota TNI telah  ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

BERITATERKAIT

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

Papua Provincial Government Accelerates Infrastructure Repairs in Yapen Islands Regency

Pemenuhan SDM nakes merupakan kebutuhan mendesak di Papua Tengah

Pemprov Papua percepat penanganan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Yapen

Silak mengatakan warga Papua selalu mengalami kekerasan, penyiksaan hingga pembunuhan oleh prajurit TNI. Ia mengatakan warga Papua membutuhkan keadilan dan para pelaku penyiksaan harus diadili di Pengadilan Militer III-19 Jayapura.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Pelaku [harus] diadili di Pengadilan Militer Jayapura. Kami membutuhkan keadilan hukum. Semua harus setara di mata hukum. Kami minta keadilan,” ujarnya.

Silak mengatakan semua orang harus menghormati hak hidup orang lain. Ia mendesak agar pemerintah segera membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki kasus penyiksaan warga Kabupaten Puncak, Papua Tengah tersebut.

“Semua mendapatkan hak hidup yang sama. Kita harus menghormati hak hidup orang lain. Komnas HAM segera melakukan investigasi terhadap kasus penyiksaan ini,” katanya.

Aksi demonstrasi Jumat, hanya berlangsung selama empat jam sejak pukul 08.00 WP dan dijaga ketat anggota kepolisian. Kepala Bagian Operasi Polresta Jayapura Kota, Kompol MBY Hanafi mengatakan menurunkan 100 anggota polisi guna mengawal dan mengamankan proses demonstrasi mahasiswa.

“Kita turunkan 100 anggota polisi untuk mengawal dan mengamankan mahasiswa menyampaikan aspirasi dapat berjalan dengan baik dan. Jadi kita amankan sehingga tidak ada miskomunikasi antara yang menyampaikan aspirasi dan masyarakat sekitar,” kata Hanafi kepada Jubi, pada Jumat

Hanafi mengatakan pihaknya tidak membatasi mahasiswa, namun untuk menghormati sesama umat beragama yang sedang menjalani ibadah Jumat Agung dan sholat dalam masa puasa ini. Hanafi mengatakan disepakati demonstrasi dilakukan sampai pukul 12.00 WP.

“Kita negosiasi agar berjalan dengan baik. Saudara-saudari umat kristen/katolik lagi menjalani ibadah Jumat Agung. Saudara-saudari muslim juga menjalani sholat jumat dalam masa puasa ini. Jadi penting untuk saling menghargai antar umat beragama. [Jadi waktu] penyampaian aspirasi dari pagi sampai dengan siang itu sudah cukup. Mereka [mahasiswa] sudah mengiyakan dan setelah menyampaikan aspirasinya kemudian mereka bubar,” ujarnya.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Papua, Emanuel Gobay mengatakan berulang kali terjadi penyiksaan warga oleh prajurit TNI ini lantaran lemahnya penegakan hukum bagi para pelaku. Gobay mengatakan kasus penyiksaan ini sangat menyayat rasa kemanusian’

“Tidak ada sanksi tegas terhadap anggota prajurit TNI yang melakukan pelanggaran hukum. Tindakan ini tidak terpuji dan menyayat rasa kemanusian. Apakah ada perbedaan penegakan hukum antara anggota TNI/Polisi dan warga sipil yang melakukan pelanggaran hukum,” kata Gobay.

Gobay mengatakan proses hukum terhadap pelaku penyiksaan warga sipil itu harus dilakukan di Pengadilan Militer III-19 Jayapura. Gobay khawatir apabila proses hukum dilakukan diluar Papua akan sulit bagi masyarakat mengakses persidangannya. Ia juga khawatir para tersangka bisa bebas.

“Atasan-atasan TNI telah menyampaikan akan diproses secara profesional. Kalau mau profesional disidangkan di Pengadilan Militer Jayapura karena kasusnya terjadi di Papua,” ujarnya.

Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Alex Youw mengatakan persoalan kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap warga Papua tidak akan pernah selesai.  Youw mengatakan diperlukan ruang dialog damai antara Papua dan Jakarta untuk menyelesaikan persoalan di Papua secara demokratis dan martabat.

“Kenapa di Aceh bisa, kenapa Papua tidak bisa? Kita akan mengalami hal yang sama. [Harus ada] dialog Papua antara Jakarta. Supaya kekerasan tidak terjadi kepada anak cucu kita.  Kita harus melawan kekerasan dan keadilan di Tanah Papua,” katanya. (*)

 

Tags: PapuaPenyiksaanTNI
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026

Bea Cukai Jayapura musnahkan puluhan ribu batang rokok ilegal

May 22, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara