Sentani, Jubi – Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Jayapura, Papua menyiapkan Rp1,8 miliar dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD tahun anggaran 2026, untuk pembiayaan kesehatan komplementer bagi orang asli Papua atau OAP.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote mengatakan anggaran itu bersumber dari dana Otonomi Khusus atau Otsus.
“[Anggaran kesehatan] komplementer, kami siapkan Rp1,8 miliar. Kami mulai start tahun depan,” kata Anton Mote usai pertemuan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Yowari di Doyo Baru, Distrik Waibu, Senin (24/11/2025).
Menurut Mote, ada anggaran khusus untuk biaya kesehatan masyarakat asli Papua, sehingga patut dipertanyakan apabila hingga kini orang asli Papua masih membayar biaya saat berobat.
“Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan sudah mengalokasikan yang sifatnya komplementer. Artinya, masyarakat yang tidak mempunyai BPJS Kesehatan atau bermasalah, maka akan diklaim melalui pembiayaan komplementer itu,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Yowari, Maryen Braweri mengatakan Bupati Jayapura, Yunus Wonda juga telah menginstruksikan agar masyarakat asli Papua di wilayah itu bebas dari biaya saat berobat ke rumah sakit, sebab telah ditanggung oleh dana Otsus.
Menurutnya, pelayanan gratis untuk masyarakat asli Papua di Kabupaten Jayapura sudah diberlakukan tahun ini, selama penyakit yang diderita masih dapat ditangani pihak RSUD Yowari atau kebutuhan obat dan lainnya tersedia di rumah sakit itu.
“Kami sudah berlakukan tahun ini karena kami sudah dapat dana otsus untuk pelayanan gratis, selama kami punya [fasilitas] di sini bisa melayani mereka. Tidak ada biaya yang kami ambil dari masyarakat Kabupaten Jayapura, yang penting punya KTP Kabupaten Jayapura,” kata Maryen Braweri. (*)



















