• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Penkes

Ko’Membaca, dari teras gereja membangun rumah baca sendiri

Mis Murib: Kami mendirikan komunitas ini untuk menghimpun anak-anak agar mereka ubah waktu bermain menjadi waktu belajar

June 21, 2024
in Penkes
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Syofiardi
Ko'membaca

Komunitas Korowa membaca mendapatkan kunjungan dari Komunitas Sastra Papua (Kosapa) pusat di Samabusa. - Dok Kosapa Nabire

0
SHARES
299
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Komunitas Korowa Membaca yang disingkat Ko’Membaca adalah sebuah komunitas independen di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah yang bergerak di bidang dunia literasi.

Komunitas ini didirikan Mis Murib. Usai menamatkan pendidikannya di Semarang, Jawa Tengah, Mis Murib pulang ke Nabire dan prihatin melihat kondisi lingkungan pendidikan generasi muda di daerahnya.

“Sebelum saya diwisuda, pada 2019 terjadi peristiwa rasisme di Surabaya. Saya pulang ke Nabire pada 2020. Di tahun itu saya melakukan observasi di lingkungan saya tinggal,” katanya kepada Jubi.

Di lingkungannya itu banyak anak-anak, namun tidak ada perpustakaan ataupun komunitas membaca.

“Adik-adik di kompleks kebanyakan aktivitas mereka setelah pulang sekolah itu tidak pernah pegang buku atau kebanyakan bermain, jalan-jalan ikut acara yang tidak membawa manfaat sehingga saya tergerak agar bisa membangun komunitas ini,” ujarnya.

Ko'Membaca

Menurut Murib kebanyakan anak-anak di sana tidak mendapatkan perhatian orang tua. Umumnya orang tua mereka adalah petani sehingga waktu mereka habis di kebun dan kadang anak-anak ikut ke kebun atau bermain. Selain itu orang tua yang tidak berpendidikan juga berpengaruh terhadap literasi anak-anak.

BERITATERKAIT

Literasi Dogiyai Maju hadir untuk ikut menguatkan SDM Dogiyai

Gerakan Papua Mengajar agar anak-anak putus sekolah ada yang memperhatikan

Mecky Tebai, penulis dan penggiat literasi yang mendirikan Koraslima

Komunitas Ko’membaca beri pendidikan tambahan buat anak-anak Korowa

Dari hasil observasinya, Murib menyimpulkan ia harus mendirikan komunitas literasi agar dapat mengajak anak-anak Papua yang berada di Korowa dalam satu wadah, tempat mereka bermain sambil belajar. Sebelum memulai ia memberikan pemahaman akan pentingnya literasi baca dan tulis kepada pemuda-pemudi di Korowa.

“Setelah itu kami mendirikan komunitas ini untuk menghimpun anak-anak tersebut agar mereka ubah waktu bermain menjadi waktu belajar, dan kami juga awasi mereka dari aktivitas negatif,” ujaranya.

Murib menghimpun generasi muda Papua yang berada di Korwa dalam satu ruang Korwa Membaca agar sama-sama bergerak membangun literasi dasar baca dan tulis untuk generasi muda yang berada di Korwa.

Meski pendirian Ko’Membaca adalah inisiatif Murib sendiri, namun ia mengakui terinspirasi dari Gerakan Papua Mengajar dan Komunitas Sastra Papua (Ko’Sapa) yang mengajar dan membagikan buku-buku ke kampung-kampung.

Murib menyampaikan nama ‘Korowa Membaca’ diambil dari nama tempat atau kompleks yang ditempati komunitas tersebut di Samabusa, Nabire. Murib mendirikan Ko’Membaca pada 2021.

Ko'Membaca
Pembangunan fondasi bangunan rumah baca Komunitas Korowa Membaca. – Dok Ko’Membaca

Setelah mendirikan Ko’Membaca, Murib langsung membuat jadwal belajar. Jadwal yang ditetapkan untuk kegiatan belajar-mengajar setiap Jumat sore, pukul 15.00-17.00 WIT. Lokasi belajar di teras gereja.

Anggota komunitasnya sangat beragam, mulai dari anak-anak usia dini hingga siswa SMA, bahkan ada juga mahasiswa. Sekarang, kata Murib, jumlah anggota komunitasnya, termasuk relawan, sekitar 200-an orang.

“Orang-orang yang terlibat tidak hanya siswa, tetapi juga beberapa pemuda Korowa dan mahasiswa dari kampus USWIM (Universitas Satya Wiyata Mandala) Nabire sebagai relawan,” ujarnya.

Murib mengatakan selama ini meng-update semua aktivitas Ko’Membaca di media sosialnya, baik Facebook, Instagram, X, maupun Youtube dan lainnya.

“Tujuan kami bagaimana meng-update informasi agar bisa menginspirasi generasi muda yang ada di Nabire dan di Papua bahwa orang-orang Papua yang berada di pinggiran kota juga ada yang tidak tahu membaca dan menulis sehingga kita harus bantu adik-adik agar bisa bersaing dengan bangsa lain di belahan dunia lain,” katanya.

Murib mengaku sejauh ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah dan tidak pernah ada pemerintah yang merespon kegiatannya. Ia juga belum pernah menyampaikan tentang komunitas dan kegiatan kepada Pemkab Nabire maupun Pemprov Papua Tengah.

“Tujuan kami bekerja bukan untuk mencari perhatian ke pemerintah daerah, tetapi kami sadar dengan realitas hidup yang kami alami di Nabire maupun Papua sehingga kami bangun komunitas ini untuk membantu adik-adik kami yang lama distigma oleh orang-orang bodoh yang tidak tahu apa-apa dan sebagainya,” ujarnya.

Membangun Pondok dari Usaha Sendiri

Setelah Ko’Membaca berjalan tiga tahun, Mis Murib bersama anggota komunitasnya mengumpulkan bahan material secara swadaya untuk membangun rumah baca dan pondok belajar.

“Teman-teman cari dana dengan menjual es, anak-anak muda angkat-angkat kayu sendiri dari hutan, kerja bakti, itu inisiatif semua teman-teman untuk mendirikan sekretariat sekalian tempat belajar-mengajar,” ujarnya.

Ko'Membaca
Anak-anak Komunitas Korowa Membaca (Ko’Membaca) Nabire belajar di teras gereja. – Dok Ko’Membaca

Selama ini, kata Murib, komunitasnya belajar di depan gereja dan sering dimarahi petugas gereja. Meski demikian, komunitasnya selalu memberikan pemahaman kepada orang-orang tua agar diperbolehkan beraktivitas di teras gereja.

“Kami sering dimarahi oleh petugas gereja, tetapi hal ini justru memotivasi kami bahwa target kami di tahun ini harus punya program bagaimana caranya supaya kami punya sekretariat dan rumah belajar, agar kami bisa belajar di tempat kami sendiri, tidak lagi di halaman gereja,” katanya.

Tahun lalu komunitasnya membentuk panitia pembangunan dan berbagi tugas untuk mewujudkannya.

“Adik-adik kami, mereka mengangkat rumput, angkat batu, angkat pohon, angkat tali, adik pengurus inilah yang bergerak untuk cari dana,” katanya.

Komunitas Korowa Membaca juga membuka donasi buku bacaan untuk ditaruh di perpustakaan mini untuk dibaca anak-anak yang ikut kegiatan belajar.

Lepiton Tabuni masih pelajar SMA, tetapi mendapat tanggung jawab menjadi ketua Ko’Membaca. Ia biasa bergabung pada tingkat tiga saat belajar di komunitas, namun sering membantu mengajar anak-anak usia belia.

Tabuni mengatakan banyak orang yang datang mengunjungi Ko’Membaca, baik secara individu maupun kelompok, dengan membawa buku-buku bacaan.

“Kemarin baru dari Komunitas Sastra Papua Pusat dan Komunitas Sastra Papua Tengah yang datang mengantar buku bacaan sekaligus memberikan materi seputar pentingnya literasi dasar membaca dan menulis,” katanya.

Tabuni mengatakan, badan pengurus dan anggota Ko’Membaca menyampaikan ucapan terima kasih kepada kakak-kakak yang sudah menyumbangkan buku.

“Semoga buku ini menjadi berkat bagi kami dan siapapun yang akan datang ke komunitas untuk membaca buku agar mereka bisa mendapatkan pengetahuan,” ujarnya.

Tabuni juga aktif mengurus pembangunan dan menyambut gembira rencana pendirian rumah baca Ko’Membaca.

“Kami tidak pernah pikir soal ini, selama ini kami belajar di luar rumah, hanya di depan teras, tapi berkat bantuan Tuhan melalui karya Papua kami bisa dapat bantuan. Tuhan memberkati selalu,” katanya.

Ia menjelaskan pembuatan fondasi Rumah Baca dan Perpustakaan Ko’ Membaca oleh Karya Papua sebagai sponsor utama dilakukan di lokasi tanah milik Komunitas Korowa Membaca di Jalan Korowa Atas, Belakang Gereja GKII Nabire pada Sabtu, 8 Juni 2024 pukul 08.30 Waktu Papua. Acara itu dihadiri anak-anak komunitas.

Menurut Koordinator Sastra Papua Wilayah Papua Tengah Arnold Wandikbo pegiat literasi di Provinsi Papua Tengah perlu berkolaborasi untuk mendorong kerja-kerja demi pemajuan literasi dan sastra di Tanah Papua.

Ko'Membaca
Suasana belajar di Ko’Membaca Nabire. – Dok Kosapa Nabire

“Kami akan terus melakukan kerja-kerja kolaborasi untuk mendorong literasi di pelosok Nabire yang juga mayoritas anak-anak Papua masih buta huruf, tidak melek membaca,” katanya.

Wandikbo mengapresiasi kerja-kerja Ko’ Membaca yang terus berbenah untuk memajukan literasi dengan membina anak-anak Papua di lingkungannya.

“Ini satu pekerjaan berat yang mesti kita kerja bersama, bergandeng tangan mendorong program bersama untuk Nabire dan Papua Tengah yang lebih baik,” ujarnya.

Wandikbo juga mengapresiasi sikap orang tua-tua di Kompleks Korowa yang mendukung Komunitas Korowa Membaca. Termasuk juga hamba-hamba Tuhan yang selama ini telah memberikan kesempatan teras gereja dipakai untuk belajar oleh Ko’Membaca.

“Kalau orang tua hamba Tuhan dukung berarti kegiatan ini akan berjalan mulus tanpa hambatan, sebab anak-anak juga bekerja dengan rajin dan penuh optimistis,” katanya. (*)

Tags: Komunitas Korowa MembacaKomunitas LiterasiPendidikan Nonformal Nabire
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

literasi

Literasi Dogiyai Maju hadir untuk ikut menguatkan SDM Dogiyai

June 13, 2024
papua

Gerakan Papua Mengajar agar anak-anak putus sekolah ada yang memperhatikan

June 12, 2024

Mecky Tebai, penulis dan penggiat literasi yang mendirikan Koraslima

May 8, 2024

Komunitas Ko’membaca beri pendidikan tambahan buat anak-anak Korowa

October 12, 2023

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

0
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

0
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

0
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara