Sentani, Jubi – Mama Asni Herman (67) memilih untuk tetap salurkan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara atau TPS 001 Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura pada Rabu (27/11/2024) sekalipun dalam kondisi kepayahan akibat sakit.
Para petugas KPPS dengan sigap membantunya menuntaskan proses pencoblosan. Mama Asni mengatakan ia tidak pernah absen setiap pemilihan. Hak suaranya selalu ia gunakan, sekalipun sakit akibat stroke ringan ia derita selama dua tahun terakhir ini.
“Mama tetap datang walau sakit, karena saya tidak mau suara disalahkan gunakan,” kata Asni kepada Jubi usai mencoblos pilihan paslon Gubernur Provinsi Papua dan paslon Bupati Kabupaten Jayapura pada Rabu, (27/11/2024).
Ia mengaku mencoblos kepala daerah yang sesuai dengan hari nuraninya, dan diyakini sebagai pemimpin yang layak untuk memimpin daerah baik di Provinsi Papua maupun Kabupaten Jayapura.

“Tidak ada paksaan dari orang lain, atau dari siapapun, Mama pilih sesuai pilihan Mama dari hati nurani, itu saja,” ujarnya.
Mama Asni berharap siapapun yang menang menjadi pemimpin, baik bupati maupun gubernur harus perhatikan masyarakat kecil, karena mereka jadi pemimpin ini karena suara-suara yang diberikan oleh masyarakat kecil dari bawah.
“Mama sakit, kalau jadi pemimpin bisa perhatian kami masyarakat, karena banyak yang sakit. Mau berobat tidak ada uang semoga Bupati Jayapura nanti bisa memperhatikan masyarakat kecil,” katanya.
Dari pantauan Jubi di Kampung Nendali, TPS 001, petugas Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara atau KPPS sudah siap di tempat dan sekitar pukul 7.30 pagi warga pemilih sudah mulai melakukan pencoblosan. Warga dengan antusias berbondong-bondong datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya. Terlihat petugas KPPS mendahulukan pemilih lansia dan yang pemilih yang sakit.
Para pengawas TPS dan saksi dari masing-masing paslon bupati maupun gubernur tanpak terus memantau dan mengawasi jalannya pemungutan suara.
Wakil Ketua Bamuskam Kampung Nendali, Joth Wally juga menyalurkan hak suara sesuai pilihannya. Ia juga berharap siapapun yang menjadi pemimpin di kabupaten dan provinsi perlu konsisten dengan visi misi dan program kerja yang selama ini mereka kampanyekan.
“Jangan hanya janji manis yang diberikan kepada masyarakat waktu kampanye paslon, tapi perlu janji -janji itu ditepati. Karena selama ini pemimpin hanya memberikan janji manis saja kepada masyarakat untuk dipilih,” katanya.
Wally mengatakan masyarakat memberikan suara ini sama dengan memberikan harapannya untuk lima tahun ke depan. Karena setiap pemimpin harus menghargai amanah yang diberikan melalui suara rakyat.
“Warga memberikan suara ini, juga memberikannya untuk harapan lima tahun, jadi siapapun pemimpin jangan lupa masyarakat, karena ada masyarakat yang memberikan suara untuk mereka jadi pemimpin,” ujarnya. (*)



















Discussion about this post