Jayapura, Jubi – Bagi banyak pelajar di Sekolah Menengah Tabubil, menggunakan komputer bukanlah bagian dari kehidupan sehari-hari. Beberapa berasal dari komunitas terpencil di seluruh Provinsi Barat, Papua New Guinea (PNG) yang berbatasan langsung dengan Provinsi Papua Selatan, Indonesia, di mana akses ke teknologi digital terbatas dan memiliki komputer masih di luar jangkauan.
Kini, para siswa tersebut memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan digital praktis di kelas setelah pemasangan 20 komputer baru di laboratorium TIK sekolah.
Peralatan baru tersebut disediakan melalui Inisiatif 50for50 GivimBek dari BSP Financial Group dan Proyek Komunitas Cabang BSP Tabubil, yang membantu memulihkan pembelajaran TIK langsung di sekolah. Demikian dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg, Sabtu (3/10/2026).
Selama beberapa tahun, siswa sebagian besar bergantung pada teori setelah komputer yang ada di sekolah rusak dan tidak dapat digunakan.
Meskipun TIK terus diajarkan, kesempatan untuk menerapkan pelajaran tersebut dalam pengaturan praktis terbatas.
Proyek ini mencakup penyediaan dan pemasangan 20 komputer, perangkat lunak, dan jaringan area lokal, memungkinkan siswa untuk sekali lagi mendapatkan pengalaman langsung menggunakan teknologi digital.
Manajer Cabang BSP Tabubil, Aonega Aisi, mengatakan proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah dan BSP untuk mengatasi kebutuhan pembelajaran praktis.
“Proyek ini menunjukkan apa yang dapat dicapai melalui kemitraan sejati dan komitmen bersama terhadap pendidikan,” kata Aisi.
Beliau mengatakan bahwa literasi digital memainkan peran yang semakin penting dalam membantu siswa belajar, mengakses informasi, dan mempersiapkan diri untuk peluang di masa depan.
Proyek ini menerima total investasi sebesar K80.000 yang mencakup pengadaan, transportasi, instalasi perangkat lunak, dan pengaturan jaringan. Proyek ini dipimpin secara lokal oleh koordinator proyek Neckie Robbie dan Josephine Nakara.
Kepala Sekolah Jerry Assong mengatakan, “Aset-aset ini akan meningkatkan hasil belajar siswa dengan memungkinkan pelajaran TIK untuk melampaui teori dan masuk ke dalam aplikasi praktis. Ini merupakan dorongan besar bagi sekolah dan siswa kami.”
Bagi para siswa yang akan duduk di laboratorium yang telah ditingkatkan, komputer baru ini mewakili lebih dari sekadar peralatan.
Komputer ini memberikan akses ke keterampilan, pengetahuan, dan peluang yang dapat membantu menjembatani kesenjangan digital antara komunitas terpencil dan dunia modern. (*)





















Discussion about this post