Jayapura, Jubi – Para prajurit dari Papua Nugini (PNG) dan Australia telah memulai pelatihan militer gabungan di bawah Latihan Wantok Warrior 2026 di Depot Pelatihan Goldie River dan daerah sekitarnya dekat Port Moresby.
Latihan ini menyatukan hampir 70 personel dari Resimen Kepulauan Pasifik Kerajaan ke-1 Angkatan Pertahanan Papua Nugini dan lebih dari 160 anggota Angkatan Pertahanan Australia untuk serangkaian kegiatan pelatihan operasional. Demikian dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg, Jumat (2/10/2026).
Pelatihan akan berfokus pada operasi stabilitas dan keamanan, termasuk pos pemeriksaan kendaraan, pengawalan konvoi, patroli kehadiran, keterlibatan pemimpin kunci, dan latihan berbasis maritim.
Kegiatan tahunan ini memberikan kesempatan bagi personel dari kedua angkatan untuk bekerja sama dalam kondisi lapangan sambil bertukar pengetahuan operasional, prosedur, dan keterampilan praktis.
Personel militer yang berpartisipasi dalam latihan ini juga akan menjalani pelatihan yang dirancang untuk memperkuat komunikasi, perencanaan operasional, dan pengambilan keputusan dalam lingkungan pasukan gabungan.
Para pejabat pertahanan mengatakan latihan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara kedua angkatan dan meningkatkan kemampuan mereka untuk beroperasi bersama selama kegiatan di masa mendatang dan operasi keamanan regional.
Pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama pertahanan yang lebih luas antara Papua Nugini dan Australia di bawah kerangka Aliansi PNG-Australia.
Latihan Wantok Warrior telah menjadi bagian rutin dari hubungan pertahanan bilateral, memberikan kesempatan praktis bagi prajurit dari kedua negara untuk mengembangkan hubungan profesional dan mendapatkan pengalaman bekerja bersama.
Kegiatan dijadwalkan akan berlanjut selama beberapa minggu mendatang sebelum latihan berakhir.
Apa arti wantok?
Sebenarnya kata wantok berasal dari bahasa Tok Pisin (Papua Nugini) secara harfiah dari bahasa Inggris “one talk” yang berarti “satu bahasa” atau “satu pembicaraan”. Namun dalam budaya dan kekerabatan orang Melanesia, secara istilah dan budaya, wantok memiliki arti yang jauh lebih luas daripada sekadar teman.
Dalam ikatan bahasa dan budaya, jika seseorang berbicara dalam bahasa, mulai dari dialek, atau berasal dari kampung atau daerah yang sama berarti sama-sama wantok. Begitu pula dalam keluarga dan kerabat, berarti anggota keluarga luas, klan, atau suku yang sama.
Sedangkan dalam Sistem Dukungan Sosial (Wantok System) merupakan jaringan timbal balik di mana orang-orang dalam satu kelompok wantok memiliki kewajiban moral untuk saling membantu, seperti berbagi makanan, tempat tinggal, hingga membiayai sekolah atau pernikahan.
Di sisi lain, sistem ini kadang kala juga memicu tantangan tersendiri dalam birokrasi modern atau dunia kerja karena ikatan kekeluargaan yang sangat kuat. (*)




Discussion about this post