Jayapura, Jubi – Proyek Pengembangan Chinatown senilai K3 miliar di Port Moresby, Papua Nugini (PNG memasuki fase kedua pembangunan setelah berhasil menyelesaikan fase pertama. Fase awal, yaitu Baosen Garden Residence, dimulai pada 2018.
Menurut Ketua Grup Baosen, Ruigui Lin, proyek tersebut terganggu pada awal tahun 2020 karena pandemi COVID-19.
Pada 2024, pengembang memperoleh izin pembangunan, yang memungkinkan dimulainya kembali proyek pada Maret 2025. Penyelesaiannya memakan waktu sekitar satu tahun tiga bulan.
Fase kedua adalah Baosen Mega Mall dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2027. Upacara peletakan batu pertama fase kedua diresmikan oleh Perdana Menteri James Marape di Five-Mile, Port Moresby kemarin.
Marape menyampaikan rasa terima kasih kepada Baosen International Holdings Limited atas investasi mereka di Papua Nugini.
Ia meyakinkan para investor bahwa perekonomian stabil dan terus tumbuh dari waktu ke waktu, menambahkan bahwa investasi mereka sangat berharga.
“Negara ini adalah negara yang sedang berkembang. Bagi investor, Anda tidak berinvestasi di kota yang terbengkalai, negara yang terbengkalai. Pada tahun 1975, ekonomi kita bernilai K1 miliar,” kata Marape.
“Pada tahun 2002, ekonomi kita bernilai K17 miliar. Pada tahun 2019, ketika saya mengambil alih, ekonomi kita bernilai K79 miliar”.
“Pada milenium ini, dari tahun 2002 hingga 2025, negara ini telah menghasilkan lebih dari K100 miliar. Ini menunjukkan pertumbuhan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Grand Chief Sir Michael Thomas Somare,” ujarnya.
Menurut laman internet www.bsportmoresby.com Proyek Chinatown adalah investasi senilai K3 miliar.
Proyek ini akan menampilkan menara hunian bertingkat tinggi modern, ruang komersial, area rekreasi, dan infrastruktur berkualitas tinggi, menetapkan standar baru untuk kehidupan perkotaan dan peluang investasi di negara ini.
Baosen International Holdings Limited adalah investor dan pengembang real estat terkemuka di Papua Nugini, didukung oleh rekam jejak kepemimpinan industri yang terhormat selama 23 tahun.
Dengan jejak strategis yang tersebar di Australia, Tiongkok, dan Papua Nugini, Grup ini telah berhasil menyelesaikan dan mengelola lebih dari 20 proyek penting, dengan total luas lantai kotor (GFA) melebihi 10 juta meter persegi.
Sebagai pelopor dalam transformasi perkotaan skala besar, kompetensi investasi inti Baosen International mencakup akuisisi dan integrasi lahan strategis, pengembangan perumahan dan komersial kelas tinggi, pengelolaan ritel komprehensif, serta perdagangan internasional global.
Pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan komunitas yang dinamis dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan aset yang cermat dan integrasi sumber daya kelas dunia.
Di Baosen International, pihaknya mengaku tidak hanya membangun struktur, tetapi juga menciptakan nilai lintas batas yang langgeng. (*)





















Discussion about this post