Jayapura, Jubi – Sekretariat Melanesian Spearhead Group (MSG) telah berhasil menyelesaikan misi keterlibatan bisnis ke Port Moresby, yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (DG) Ilan Kiloe dan timnya.
Misi tersebut menghasilkan penandatanganan perjanjian kemitraan perusahaan baru dengan perusahaan-perusahaan besar di ibu kota Papua Nugini (PNG), yang bertujuan untuk memperkuat dukungan kelembagaan bagi operasi regional Sekretariat, sebagaimana dikutip Jubi dari laman www.dailypost.vu, Sabtu (18/7/2026).
Perjanjian ini akan menyediakan Sekretariat MSG dengan pilihan akomodasi yang kompetitif untuk staf, delegasi, dan pejabat tamu, memastikan efisiensi dan nilai terbaik dalam pelaksanaan program dan pertemuan MSG yang diselenggarakan di PNG.
Tim tersebut juga mengadakan diskusi produktif dengan beberapa perusahaan besar lainnya di Port Moresby untuk menjajaki kolaborasi lebih lanjut di bidang logistik, transportasi, manajemen acara, dan layanan korporasi.
“Misi ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun kemitraan praktis yang mendukung kerja MSG dan memberikan hasil bagi negara-negara anggota kami,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kiloe.
“Kami berterima kasih kepada bisnis-bisnis utama yang telah kami ajak bekerja sama atas kemitraan mereka, dan kepada semua perusahaan di Port Moresby yang telah menyambut kami. Inilah solidaritas Melanesia yang nyata — bekerja sama untuk memperkuat wilayah kita,” ucapnya.
Berbekal kesuksesan peluncuran KTT Samudra Melanesia di Port Moresby pada Mei 2026, Sekretariat MSG akan terus bekerja sama erat dengan Pemerintah Papua Nugini untuk mengoperasionalkan fase-fase implementasi inisiatif regional penting ini.
Ilan Kiloe , menekankan pentingnya melindungi lautan. “Laut adalah identitas kita, mata pencaharian kita, dan masa depan kita,” katanya.
Ia mengatakan, bagi masyarakat Melanesia, laut bukanlah batas—melainkan jalan raya, taman, dan warisan. KTT Samudra Melanesia dan usulan kantor pendukung Sekretariat MSG di Port Moresby adalah tentang mengambil kepemilikan dan tanggung jawab.
Karenanya, para pihak harus melindungi laut kita dari eksploitasi berlebihan, perubahan iklim, dan keputusan yang dibuat tanpa sepengetahuan kitatambahnya.
“Jika kita tidak membela lautan kita sekarang, kita berisiko kehilangan segalanya untuk generasi mendatang,” ucapnya.
Sejalan dengan hasil KTT tersebut, diskusi sedang berlangsung dengan Pemerintah PNG mengenai pembentukan kantor pendukung MSG khusus di Port Moresby.
Sekretariat MSG siap memberikan dukungan teknis dan kelembagaan penuh untuk memastikan kantor pendukung MSG didirikan secara efektif dan menjadi pusat penggerak prioritas Melanesia dalam kebijakan kelautan, pengelolaan sumber daya, dan kerja sama regional.
Sekretariat MSG menyampaikan apresiasi tulus kepada Pemerintah PNG dan semua mitra perusahaan yang terlibat selama misi tersebut. (*)






















Discussion about this post