• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Manuel Valls di Kaledonia Baru: Perang kata-kata dan bentrokan jelang perundingan kemerdekaan

February 24, 2025
in Pasifik
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Zely Ariane
Kaledonia Baru

Menteri Luar Negeri Prancis Manuel Valls bertemu dengan para pendukung Prancis saat tiba di Kaledonia Baru pada 22 Februari 2025 disaksikan oleh Komisaris Tinggi Prancis Louis Le Franc.- Jubi/RNZ Pasifik/ NC la 1ère

0
SHARES
19
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Dua hari pertama kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis, Manuel Valls, di Kaledonia Baru diwarnai beberapa bentrokan dengan gerakan pro-Prancis dan anti-kemerdekaan setempat. Mereka sangat khawatir Menlu Valls akan berpihak pada lawan pro-kemerdekaan mereka.

Namun, Valls tetap yakin bahwa semua pemangku kepentingan pada akhirnya akan datang dan duduk bersama di meja perundingan, demikian dikutip jubi.id dari RNZ Pasifik, Senin (24/2/2025).

Valls tiba di wilayah Pasifik Prancis pada Sabtu (22/2/2025) dengan agenda utama untuk melanjutkan pembicaraan politik penting mengenai masa depan politik Kaledonia Baru, sembilan bulan setelah kerusuhan sipil yang mematikan pada 13 Mei 2024.

Kunjungannya terjadi saat ketegangan meningkat dalam beberapa hari terakhir dilatarbelakangi eskalasi verbal dan retorika kubu pro-Prancis (penentang kemerdekaan) yang menekankan bahwa tiga referendum telah menghasilkan tiga penolakan kemerdekaan (pada tahun 2018, 2020, dan 2021).

Namun, referendum ketiga pada Desember 2021 diboikot oleh sebagian besar masyarakat pro-kemerdekaan, terutama masyarakat Kanak, dan sejak itu mereka membantah keabsahan hasilnya (meskipun, secara hukum, hasilnya dianggap sah).

Pada  Sabtu (22/2/2025), hari pertama kunjungannya ke kota Mont-Dore di Greater Nouméa, selama upacara penghormatan kepada seorang polisi Prancis yang terbunuh pada puncak kerusuhan tahun lalu, Valls dan salah satu pemimpin pro-Prancis, anggota parlemen Prancis Nicolas Metzdorf, terlibat adu argumen yang sengit dan terbuka.

Kontroversi ‘Bangsa Pertama’

BERITATERKAIT

Uni Eropa siap menandatangani kesepakatan dengan Kaledonia Baru mengenai nikel

Prancis berkomitmen memberikan lebih banyak bantuan keuangan kepada Kaledonia Baru

Presiden Kaledonia Baru menguraikan peta jalan pemulihan selama enam bulan

Milakulo Tukumuli: Wallisi pertama jadi Presiden Pemerintahan Kaledonia Baru

Metzdorf, yang diapit oleh Sonia Backès, pemimpin lokal pro-Prancis lainnya, mengatakan Valls telah “menghina” kubu pro-Prancis karena ia menyebutkan penduduk asli Kanak sebagai “masyarakat pertama” di Kaledonia Baru (setara dengan gagasan “Bangsa Pertama”).

Beberapa jam sebelumnya, Valls baru saja bertemu dengan Senat Adat Kaledonia Baru (pertemuan tradisional para kepala suku Kanak) dan mengatakan kepada mereka bahwa “tidak ada yang dapat terjadi di Kaledonia Baru tanpa rasa hormat yang mendalam terhadap [masyarakat] Melanesia, masyarakat Kanak, dan masyarakat adat”.

“Ketika Anda mengatakan ada orang pertama, Anda tidak menghormati kami! Pernyataan Anda menghina,” kata Metzdorf kepada Valls dalam percakapan yang direkam di jalan dan kemudian disiarkan di stasiun penyiaran publik NC la 1ère .

“Jika ada bangsa pertama, berarti ada bangsa kedua, dan beberapa di antaranya lebih penting daripada yang lain,” katanya. Yang direspon oleh Valls sebagai mis konsepsi yang salah. “Saat Anda mempermainkan konsep semacam ini, Anda melakukan kesalahan”.

Setiap kata berarti

Pembukaan Perjanjian Nouméa 1998 sebagian besar ditujukan untuk pengakuan masyarakat adat Kaledonia Baru (asli/pribumi).

Dalam beberapa kesempatan, Valls menghadapi kelompok besar pendukung pro-Prancis dengan bendera tiga warna dan spanduk Prancis (beberapa dalam bahasa Spanyol, merujuk pada warisan ganda Valls sebagai orang Spanyol), yang memintanya untuk “menghormati pilihan demokratis (referendum) mereka”.

Beberapa juga meneriakkan slogan-slogan dalam bahasa Spanyol (“No pasaran”) atau dengan aksen Spanyol. “Saya hanya meminta satu hal: rasa hormat terhadap warga negara dan mereka yang mewakili pemerintah”, kata Valls dengan marah kepada orang banyak.

Pertanyaan kemudian muncul dari organisasi lokal dan masyarakat umum mengenai mengapa dan bagaimana sekitar lima ratus pendukung pro-Prancis diizinkan berkumpul, sementara Komisaris Tinggi Prancis masih melarang semua pertemuan dan demonstrasi publik di Nouméa dan wilayah sekitarnya.

“Kami sudah tiga kali memberikan suara tidak. Tidak berarti tidak”, kata beberapa pendukung kepada menteri yang berkunjung, meminta dia untuk tidak “mengecewakan mereka”.

“Anda seharusnya tidak percaya apa yang telah dikatakan kepada Anda. Mengapa Anda tidak tetap menjadi warga Prancis?”, kata Valls kepada para pengunjuk rasa.

“Saya pikir menteri harus menyatakan dengan sangat jelas bahwa dia menghormati ketiga referendum tersebut dan kemudian, kami akan menemukan solusi atas dasar itu”, kata Backès.

Namun, Metzdorf dan Backès meyakinkan mereka akan mengambil bagian dalam “negosiasi” yang dijadwalkan berlangsung minggu ini.

“Kami siap membuat kompromi”, kata Backès pada Sabtu (22/2/2025).

Valls lanjutkan jadwal padatnya di akhir pekan. Ia melakukan perjalanan ke wilayah utara dan pulau-pulau terluar Kaledonia Baru untuk memberi penghormatan kepada para korban pemberontakan sebelumnya di Kaledonia Baru, termasuk polisi Prancis dan militan Kanak yang tewas pada 1988 di Pulau Ouvéa (kelompok Loyalitas).

Selama perjalanan tersebut, ia juga berulang kali menganjurkan pembangunan kembali Kaledonia Baru dan bagi setiap pemangku kepentingan untuk “mendamaikan kenangan” dan duduk di meja perundingan “tanpa kebencian”.

Yakin ‘semua orang akan hadir di meja perundingan’

Dalam wawancara di lembaga penyiaran publik lokal NC la 1ère pada  Minggu (23/2/2025), menteri Prancis mengatakan dia yakin “semua orang akan hadir di meja perundingan”.

Rapat pleno pertama akan diadakan pada Senin (24/2/2025) sore. Ini akan dikhususkan untuk menyepakati suatu “metode”.
“Saya yakin semua orang akan hadir,” katanya.

“Semua kelompok, politik, ekonomi, sosial, semua warga Kaledonia Baru, saya yakin, adalah mayoritas yang ingin menjaga hubungan yang kuat di Prancis,” komentarnya.

Ia juga menegaskan kembali bahwa menyusul Perjanjian Damai Matignon (1988) dan Nouméa (1998) di Kaledonia Baru, masa depan wilayah Pasifik Prancis yang dibayangkan adalah mengikuti jalur menuju “kedaulatan penuh”.

“Perjanjian Nouméa adalah fondasinya. Tidak dapat disangkal, telah ada tiga referendum. Dan kemudian ada 13 Mei. Ada masa sebelum dan sesudah (kerusuhan). Tanggung jawab saya adalah mencari jalan keluar. Kita punya kesempatan untuk berunding, mari kita berhati-hati dengan kata-kata yang kita gunakan,” katanya pada  Minggu (22/2/2025), meminta semua pemangku kepentingan untuk “menahan diri”.

“Saya juga melihat beberapa pemimpin pro-kemerdekaan mengatakan bahwa pengorbanan dan kematian rakyat (mereka) diperlukan untuk mencapai kemerdekaan,” katanya seraya menambahkan, “ini juga tidak benar.”

Valls juga mengatakan isu yang sangat sensitif mengenai “pencairan” daftar pemilih khusus Kaledonia Baru untuk pemilihan lokal (upaya reformasi yang memicu kerusuhan Mei 2024) adalah “mungkin”, tetapi itu akan menjadi bagian dari perjanjian yang lebih luas dan komprehensif mengenai masa depan politik entitas Prancis di Pasifik.

Campuran antara ‘ketakutan dan kebencian’

Selain negosiasi politik yang direncanakan, Valls juga bermaksud mendedikasikan waktu yang signifikan untuk menangani situasi ekonomi Kaledonia Baru yang buruk, dalam keadaan pascakerusuhan yang tidak hanya menyebabkan 14 orang tewas, tetapi juga beberapa ratus orang kehilangan pekerjaan dan total kerusakan yang diperkirakan mencapai sekitar €2,2 miliar.

Pengumuman ekonomi pertama yang sangat dinantikan juga datang pada hari Minggu: Valls mengatakan tunjangan pengangguran yang didanai Negara (yang seharusnya berhenti dalam beberapa hari mendatang), sekarang akan diperpanjang hingga 30 Juni.

Untuk ratusan bisnis yang hancur tahun lalu, ia mengatakan kepercayaan merupakan hal yang penting untuk dikembalikan dan prasyarat bagi setiap kesepakatan politik. Begitu pula sebaliknya.

“Jika tidak ada kesepakatan politik, tidak akan ada investasi ekonomi. Hal ini dapat menyebabkan kembalinya kerusuhan baru, suatu bentuk perang saudara. Saya telah mendengar kata-kata itu kembali, seperti saya telah mendengar kata-kata rasisme, kebencian… Saya dapat merasakan harapan dan pada saat yang sama ketakutan akan kekerasan. Saya merasakan semua gejolak konfrontasi,” katanya. (*)

Tags: Kaledonia baruMenteri Luar Negeri PrancisPro-kemerdekaan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Uni Eropa

Uni Eropa siap menandatangani kesepakatan dengan Kaledonia Baru mengenai nikel

October 20, 2026
Kaledonia Baru

Prancis berkomitmen memberikan lebih banyak bantuan keuangan kepada Kaledonia Baru

September 5, 2026

Presiden Kaledonia Baru menguraikan peta jalan pemulihan selama enam bulan

August 26, 2026

Milakulo Tukumuli: Wallisi pertama jadi Presiden Pemerintahan Kaledonia Baru

August 1, 2026

Tawar menawar politik dimulai saat presiden provinsi Kaledonia Baru terpilih

July 4, 2026

Hasil pemilihan provinsi Kaledonia Baru telah diumumkan

June 30, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

October 25, 2026
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

October 25, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 25, 2026
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

October 25, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

0
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

0
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

0
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

0
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara