Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka, bertemu dengan Perdana Menteri Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok, Li Qiang, di Beijing untuk memperdalam kerja sama bilateral antara kedua negara. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan diplomatik dan pembangunan infrastruktur di Fiji.
“Tiongkok akan mendukung pembangunan infrastruktur komprehensif di Fiji yang berfokus pada pengentasan kemiskinan serta meningkatkan konektivitas darat dan laut di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan,” ujar Rabuka usai pertemuan dengan Li Qiang di Beijing, seperti dilansir Jubi dari Fijivillage.com pada Selasa (20/8/2024).
Rabuka menjelaskan bahwa peningkatan jalan sepanjang 82 kilometer di Vanua Levu yang dilakukan oleh Tiongkok hanyalah awal dari proyek-proyek infrastruktur transformasional yang lebih besar di masa mendatang.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas prioritas regional, dengan Rabuka menegaskan kembali komitmen Fiji terhadap ‘Strategi 2050 untuk Benua Pasifik Biru’, yang berfokus pada isu-isu perubahan iklim, pelestarian laut, dan resolusi konflik.
“Kebijakan Satu Tiongkok telah menjadi landasan hubungan diplomatik Fiji, terutama karena Tiongkok tetap berdiri di samping Fiji ketika mitra tradisionalnya berpaling setelah peristiwa pada tahun 1987, 2000, dan 2006,” tambah Rabuka.
Rabuka juga mengakui dukungan Tiongkok terhadap pencapaian Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan melalui Global Development Initiative (GDI). Fiji, lanjutnya, menantikan dukungan berkelanjutan dari Tiongkok untuk mereformasi multilateralisme, yang diharapkan dapat menciptakan sistem internasional yang lebih bertanggung jawab, inklusif, adil, dan merata, serta mengatasi tantangan abad ke-21, termasuk memperkuat suara negara-negara berkembang kecil.
Perdana Menteri Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok, Li Qiang, menegaskan dedikasi Tiongkok dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur di Fiji sebagai bagian dari upaya untuk memajukan Prakarsa Pembangunan Global. Dia juga menyatakan komitmen Tiongkok untuk mempererat kerja sama dengan Fiji melalui pengembangan Belt and Road Initiative yang berkualitas tinggi.
“Kami akan terus memperkuat hubungan yang kuat dan langgeng antara Tiongkok dan Fiji,” ujar Li Qiang, seraya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Rabuka atas kesempatan pertemuan ini.
Rabuka, yang berada di Tiongkok untuk kunjungan selama 10 hari dari 12 hingga 21 Agustus, dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang. Rabuka adalah pemimpin ketiga dari Pasifik Selatan yang mengunjungi Tiongkok sejak awal Juli, di tengah upaya Beijing yang semakin intensif untuk menarik perhatian para pemimpin dan pemerintah di kawasan tersebut.
Dalam wawancara dengan Australian Broadcasting Corporation pada 12 Agustus, Rabuka mengungkapkan keinginannya untuk belajar dari pengalaman Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan, dan menggambarkan pencapaian Beijing sebagai inspirasi bagi negara-negara di Pasifik dan di seluruh dunia. (*)





















Discussion about this post