Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Samoa, Fiamē Naomi Mataʻafa, menyampaikan bahwa Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran (CHOGM) ke-27 berfokus untuk menempatkan kelompok rentan di garis depan. KTT yang dimulai di Apia, ibu kota Samoa, pada Senin (21/10/2024), menggelar forum yang menyoroti perempuan, pemuda, dan masyarakat.
Delegasi dari 56 negara berkumpul untuk menghadiri berbagai pertemuan dan forum sepanjang minggu, yang akan berakhir dengan Pertemuan Kepala Pemerintahan pada Jumat (25/10/2024). Demikian dikutip Jubi.
Upacara pembukaan forum bersama diadakan di Gaualofa, kano pelayaran Samoa, yang terletak di Teluk Mulinu’u. Pada kesempatan itu, pesan solidaritas dinyanyikan oleh para pemuda Samoa.
Dalam pidato pembukaannya, Fiamē menyebut minggu ini sebagai “minggu bersejarah” yang bertujuan menciptakan dialog bermakna dan kolaborasi nyata di seluruh Persemakmuran. “Forum rakyat, perempuan, dan pemuda yang kami luncurkan pagi ini mewakili suara-suara kritis rakyat kami,” ungkapnya. Ia juga mengajak semua untuk mendengarkan suara pemuda dan merasakan harapan anak-anak yang bangkit seiring perubahan.
Salah satu inisiatif penting yang diluncurkan adalah kampanye ‘Obor Perubahan’, dipimpin oleh Kelompok Dukungan Korban Samoa (SVSG), yang fokus pada masalah kekerasan pemuda dan kekerasan dalam rumah tangga di Samoa. Koordinator pemuda SVSG, Talaimanu Peneueta, menekankan pentingnya Samoa memperkuat suaranya dalam forum internasional ini.
Menurut laporan Persemakmuran, hampir 90 persen wanita Samoa mengalami kekerasan fisik atau emosional dari anggota keluarga, dengan 60 persen di antaranya mengalami kekerasan dari pasangan. Wakil Perdana Menteri Samoa, Tuala Iosefo Ponifasio, menegaskan bahwa pemerintah secara aktif menanggapi masalah sosial ini.
Forum pemuda, wanita, dan masyarakat ini akan ditutup pada Selasa, 22 Oktober, diikuti dengan forum bisnis pada Rabu, 23 Oktober. (*)





















Discussion about this post