• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Gereja dan Negara harus jawab: Di mana letak peradaban Papua yang dijanjikan Kijne?

October 23, 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin - Editor: Admin
peradaban Papua

Direktur LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH 0 jubi/dok

0
SHARES
1.2k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Yan Christian Warinussy, SH

Menjelang peringatan 100 tahun atau satu abad Nubuatan, Domine Isaac Samuel Kijne yang dikenal sebagai “Peradaban Papua”, saya mempertanyakan keseriusan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam mewujudkan makna sejati dari peradaban tersebut bagi orang asli Papua

Sebagai Direktur LP3BH Manokwari saya justru mempertanyakan juga apakah sejak masa Presiden pertama hingga kini di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini negara ini benar benar telah menghadirkan peradaban sebagaimana dimaksud Kijne bagi seluruh rakyat Papua, khususnya orang asli Papua?

Sebagai advokat dan pembela hak asasi manusia (Human Rights Defender/HRD) di Tanah Papua, saya justru melihat kenyataan sebaliknya. Fakta yang ada menunjukkan bahwa negara ini justru menghadirkan kebiadaban terhadap orang asli Papua.

Sejak integrasi administratif Tanah Papua ke dalam NKRI pada 1 Mei 1963, diikuti pelaksanaan Act of Free Choice atau yang disebut pemerintah Indonesia sebagai Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), kekerasan negara terhadap rakyat Papua terus berlangsung saat itu

Sejak saat itu, Rakyat Papua senantiasa menjadi sasaran tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara, baik TNI maupun Polri. Negara selalu menggunakan alasan klasik untuk membungkam suara kritis orang Papua

Alasannya sederhana saja. Jika seseorang mempersoalkan integrasi Papua,maka langsung dicap makar dan separatis, atau bahkan berakhir sebagai korban mati percuma, hilang tanpa jejak.

Sebagai pembela HAM yang pernah menerima John Humphrey Freedom Award di Kanada pada tahun 2005, saya merasa wajib menyuarakan kebenaran tersebut

BERITATERKAIT

Sejarah Pekabaran Injil di Tanah Papua Merupakan Batu Peradaban bagi Orang Papua

KM Margareth penuh jelang 1 abad pendidikan modern di Tanah Papua

Inilah Tokoh Asal Teluk Wondama: Dari Wakapolda Irian Jaya Pertama, Doktor Pertama, Dubes Pertama hingga Penulis Lagu Kidung Jemaat

Atas nama kemanusiaan dan saya memohon agar Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua dan Gereja Katolik dari seluruh keuskupan di Tanah Papua, termasuk Jayapura, Merauke, Mimika, Agats Asmat dan Sorong Manokwari, serta denominasi gereja lainnya, berani secara kritis dan meminta pertanggungjawaban negara atas berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ada banyak pelanggaran HAM yang menimpa orang asli Papua bersifat sistematis dan struktural. Sudah saatnya gereja berdiri di garis depan untuk mempertanyakan tanggung jawab moral dan politik negara terhadap rakyat Papua.

Mengutip kembali pesan Kijne, kita harus mengingatkan makna mendalam dari kalimat yang diucapkan di Bukit Aitumieri, Miei Wondama dan tempat lahirnya nubuatan itu.

“Di atas batu ini,saya meletakkan peradaban orang Papua. Barangsiapa memiliki hikmat datang untuk memimpin bangsa Papua tidak akan bisa, karena bangsa Papua akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri.”

Kalimat tersebut bukan sekadar simbol religius, tetapi pernyataan profetik yang menegaskan martabat dan kedaulatan manusia Papua. Itu bukan hanya nubuatan tetapi sebuah pesan sejarah yang menantang kita untuk menilai dan apakah bangsa Papua hari ini sudah benar benar beradab?

Warinussy juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam peringatan 1 Abad Nubuatan Kijne agar tidak sekadar larut dalam pesta dan simbol simbol seremonial. Peringatan ini jangan hanya diramaikan dengan banjir manusia, kegiatan acara ini dan uang. Yang terpenting adalah merenungkan makna terdalam bahwa apakah bangsa Papua sudah beradab dan diperlakukan secara beradab oleh negara?

Apakah bangsa Papua saat ini sudah memperoleh haknya sebagai manusia yang merupakan subjek hukum di atas tanah leluhurnya sendiri?

Apakah bangsa Papua sudah diberi kesempatan secara beradab dan untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa harus dicap makar atau dibunuh hanya karena berbeda pandangan politik?

Apakah negara berani memberi kesempatan yang adil dan beradab bagi bangsa Papua untuk berdialog menentukan masa depannya dan secara terhormat dalam hubungan Jakarta dan Papua?

Peringatan 100 tahun Nubuatan Kijne, seharusnya dijadikan momentum refleksi nasional atas eksistensi orang asli Papua. Ini adalah momen krusial untuk menilai apakah orang Papua sudah benar-benar diakui sebagai entitas dan komunitas manusia yang memiliki hak asasi yang sama di mata hukum dan kemanusiaan.
Peringatan 1 Abad Nubuatan Kijne tidak kehilangan makna sejarahnya. Seratus tahun setelah Kijne menanamkan peradaban Papua di atas batu Aitumieri, kini saatnya kita bertanya apakah batu itu masih menjadi dasar peradaban, atau sudah ditimbun oleh kebiadaban? (*)

*) Yan Christian Warinussy, SH adalah Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari.

Tags: 100 tahun peradaban di Tanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pekabaran Injil

Sejarah Pekabaran Injil di Tanah Papua Merupakan Batu Peradaban bagi Orang Papua

October 21, 2025
1 abad pendidikan modern

KM Margareth penuh jelang 1 abad pendidikan modern di Tanah Papua

October 20, 2025

Inilah Tokoh Asal Teluk Wondama: Dari Wakapolda Irian Jaya Pertama, Doktor Pertama, Dubes Pertama hingga Penulis Lagu Kidung Jemaat

October 4, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Three University of Science and Technology Jayapura students named suspects
3 October 2026
Three University of Science and Technology Jayapura students named  suspects

Jayapura, Jubi – Three of four students from the University of Science and Technology Jayapura (USTJ) arrested by Jayapura City [...]

Rome Agreement described as a deal made by ‘greedy’ people
3 October 2026
Rome Agreement described as a deal made by ‘greedy’ people

Jayapura, Jubi – The Jayawijaya chapter of the Indonesian National Youth Committee (KNPI), Cipayung youth and community organisations (OKP), and [...]

Jayapura police officers accused of assaulting university student
2 October 2026
Jayapura police officers accused of assaulting university student

Jayapura, Jubi – Dozens of Cenderawasih University (Uncen) students had their identities checked by police, while several students’ mobile phones [...]

Nabot Sreklefat elected to lead AMAN Sorong Raya, vows to resist threats to customary lands
2 October 2026
Nabot Sreklefat elected to lead AMAN Sorong Raya, vows to resist threats to  customary lands

Teminabuan, Jubi – The third regional congress of the Alliance of Indigenous Peoples of the Archipelago (AMAN) Sorong Raya, held [...]

Morning Star flag flown at USTJ campus in Jayapura
1 October 2026
Morning Star flag flown at USTJ campus in Jayapura

Jayapura, Jubi – Hundreds of students at the University of Science and Technology Jayapura (USTJ) in Padang Bulan, Abepura District, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tepi sungai terkikis abrasi

Tepi sungai terkikis abrasi, warga Kais desak pemerintah bangun talud

October 4, 2026
PSBS Biak

PSBS Biak dijadikan lumbung gol tim Grup Timur

October 4, 2026
Petani jahe PNG

El Nino ancam pasokan petani jahe dari Sogeri PNG

October 4, 2026
Bula Boys Fiji dan tim wanita Vanuatu juara Piala MSG 2026

Bula Boys Fiji dan tim wanita Vanuatu juara Piala MSG 2026

October 4, 2026
Penangkapan ikan tradisional di Fiji

Daerah penangkapan ikan tradisional di Fiji berpotensi hilang akibat suhu global

October 4, 2026
Pendaftaran Calon Ketua Umum PSSI Papua Barat

Pendaftaran bakal calon ketua umum PSSI Papua Barat dimulai besok

October 4, 2026
Kabut asap Sorong

Kabut asap di Kota Sorong diduga akumulasi dari daerah lain

October 4, 2026
Mahasiswa USTJ Tersangka

Tiga mahasiswa USTJ dijadikan tersangka oleh Polresta Jayapura

October 2, 2026
Polisi Vanuatu

50 rekrutan polisi dari Vanuatu jalani pelatihan di PNG

October 2, 2026
Kadistrik Sentani di SPBU Hawai

Kadistrik Sentani tertibkan truk di kawasan SPBU Hawai

October 3, 2026
Persipura

Kemenangan perdana Persipura dan konsistensi pada laga selanjutnya

October 3, 2026
RSUD Kenyam ditutup sementara

Honor pegawai lima bulan tak dibayar: RSUD Kenyam ditutup sementara

October 3, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Tepi sungai terkikis abrasi

Tepi sungai terkikis abrasi, warga Kais desak pemerintah bangun talud

0
PSBS Biak

PSBS Biak dijadikan lumbung gol tim Grup Timur

0
Petani jahe PNG

El Nino ancam pasokan petani jahe dari Sogeri PNG

0
Bula Boys Fiji dan tim wanita Vanuatu juara Piala MSG 2026

Bula Boys Fiji dan tim wanita Vanuatu juara Piala MSG 2026

0
Penangkapan ikan tradisional di Fiji

Daerah penangkapan ikan tradisional di Fiji berpotensi hilang akibat suhu global

0
Pendaftaran Calon Ketua Umum PSSI Papua Barat

Pendaftaran bakal calon ketua umum PSSI Papua Barat dimulai besok

0
Kabut asap Sorong

Kabut asap di Kota Sorong diduga akumulasi dari daerah lain

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara