Manokwari, Jubi – Lonjakan penumpang terjadi di KM Margareth menjelang perayaan 1 Abad Pendidikan Modern di Tanah Papua. Warga dari berbagai daerah memadati Pelabuhan Angrem, Manokwari, Senin (20/10/2025), untuk berangkat menuju Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Kapal yang biasanya menampung sekitar dua ratus penumpang di kelas ekonomi kini penuh hingga batas maksimum.
Sekertaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Aser Waroi ditemui di Pelabuhan Angrem mengaku antusias masyarakat cukup tinggi hati-hati ini untuk mengunjungi Wondama, selain warga Wondama juga dari berbagai daerah.
“Ini satu abad untuk seluruh Orang Papua, jadi memang antusias masyarakat ke Wondama sangat besar” kata Aser Waroi Senin.
Dia mengatakan Pemerintah bekerja sama dengan Pelni menggunakan Kapal Putih untuk dijadikan Hotel terapung dalam rangka perayaan 1 Abad (26/10/2025) di Aitumeri Distrik Wasior Kabupaten Teluk Wondama.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Tadi saya lihat di daftar yang mendaftar di Kapal putih sudah mencapai seribu lebih per hari ini,” kata Saroi.
Aser mengungkap bahwa momentum satu abad ini membawa berkah bagi pedagang kecil dan juga penyedia jasa transportasi laut. “Memang saat ini lonjakan penumpang cukup besar,” katanya.
Aser mengaku bahwa momentum ini Pemkab menggelontorkan dana dari APBD namun pihaknya berharap dapat memicu pertumbuhan ekonomi.
“Iya Pemda memang mengeluarkan anggaran untuk perayaan satu abad ini tapi kami berharap ada timbal balik dari pertumbuhan ekonomi lewat momentum satu abad,” ujarnya.
Maria, warga asal Biak Papua mengaku tak dapat tempat di kapal Margareth karena tiket sudah habis terjual. Ia dan beberapa anaknya rela tidur di emperan kapal demi ke Teluk Wondama mengikuti perayaan satu abad.
“Saya dari Biak sama sama keluarga ingin Wondama untuk ikut perayaan satu abad, kami tidak dapat tiket karna sudah full,” kata Maria ditemui di Pelabuhan Angrem Manokwari.
Sebagian jemaat Gereja Kristen Injil GKI Di Papua dari lembah Kebar terpaksa menunda keberangkatan dengan Kapal Margareth. Mereka memilih kapal lain seperti Napan dan perintis.
Polda Papua Barat mengimbau kepada masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban dalam rangka perayaan satu abad di Teluk Wondama.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius Benny Prabowo menegaskan bahwa peringatan Satu Abad Peradaban di Tanah Papua merupakan momen bersejarah yang perlu disambut dengan penuh rasa syukur, damai, dan saling menghormati antar umat beragama.
“Polda Papua Barat mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Kamtibmas menjelang, selama, maupun setelah kegiatan berlangsung. Hindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan, seperti mengonsumsi minuman keras, membawa senjata tajam, atau melakukan perbuatan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” katanya/
Kabid Humas juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama, terutama bagi masyarakat lintas keyakinan yang turut mendukung dan menghormati jalannya rangkaian kegiatan keagamaan dan seremonial di Teluk Wondama.
“Kami berharap seluruh umat beragama dapat saling menghormati dan mendukung, agar kegiatan ibadah maupun acara seremonial dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh kedamaian,” tambahnya.
Selain itu, Polda Papua Barat juga menyerukan agar masyarakat yang akan berlayar dari Manokwari menuju Teluk Wondama maupun sebaliknya, untuk selalu menjaga keselamatan dan ketertiban selama berada di atas kapal. Mengingat ribuan orang diperkirakan akan melakukan perjalanan laut dalam momentum peringatan besar ini.
“Jaga keamanan selama pelayaran, patuhi aturan keselamatan di kapal, jangan membawa barang berbahaya atau berlebihan, serta tetap waspada terhadap cuaca laut. Keselamatan penumpang menjadi prioritas bersama,” tegas Kombes Pol. Benny.
Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran Polda Papua Barat, bersama Polres Teluk Wondama dan unsur TNI serta pemerintah daerah, telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan berlapis agar seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Dengan kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat, kami yakin kegiatan Satu Abad Peradaban di Tanah Papua akan berjalan sukses, damai, dan membawa pesan positif bagi seluruh umat,” pungkasnya.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


















Discussion about this post