Jayapura, Jubi – Rezza Octavia, atlet panahan yang memperkuat Tim Panahan PON Papua, tengah bersiap mengikuti Olimpiade Paris 2024. Gadis berdarah Batak-Jawa itu sudah menunggu selama empat tahun untuk bisa tampil dalam kejuaraan multicabang paling bergengsi di dunia itu.
Rezza Octavia adalah atlet panahan divisi perlombaan recurve. Atlet kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, itu sudah tergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional Panahan pada 2020. Namun, empat tahun lalu ia gagal lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.
Pengalaman itulah yang membuat Rezza Octavia bangga lolos kualifikasi Olimpiade Paris 2024. Ia lolos bersama Tim Recurve Indonesia, yakni Diananda Choirunisa, Syifa Nurafifah Kamal, Riau Ega Agatha Salsabila, dan Arif Dwi Pangestu.
“Perasaan saya senang banget bisa mendapatkan tiket lolos ke Olimpiade Paris 2024,” kata Rezza.
Rezza berkesempatan untuk berlomba di dua nomor berbeda, yaitu nomor perlombaan recurve beregu dan nomor perlombaan recurve perorangan. Ia juga memiliki peluang untuk bersaing di nomor perlombaan recurve campuran, karena memiliki peringkat dunia papan atas.
Namun, kepastian bagi Rezza untuk bisa berlomba di nomor recurve campuran Olimpiade Paris 2024 itu baru ditentukan nanti. “Untuk yang mix tim, [saya] belum tahu [apakah saya lolos kualifikasi Olimpiade Paris], karena masih menunggu perolehan peringkat [nomor lomba itu],” ujarnya.
Bergabung Perpani Papua
BERITATERKAIT
Rezza yang kini berusia 24 tahun adalah atlet yang punya banyak prestasi. Sebelum bergabung dengan Perpani Papua, ia telah menjadi atlet panahan di Jawa Timur. Ia antara lain meraih medali emas Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Timur 2016.
Ia juga berprestasi meraih medali emas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan antar Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jawa Timur pada 2016. Tahun berikutnya, ia merebut medali emas Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2017.
Deretan prestasi itulah yang membuat Perpani Papua tertarik merekrut Rezza pada 2018. Kala itu, Papua tengah bersiap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua.

Prestasi itu juga mengantarnya bergabung dengan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Olimpiade Tokyo 2020. Sayangnya, Rezza yang kala itu berlomba di nomor recurve beregu putri Indonesia kalah dari Meksiko di babak perempat final Piala Dunia Panahan Prancis tahun 2021, sehingga mereka tidak lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.
Setelah itu, ia memperkuat Tim Panahan PON Papua dalam PON XX Papua. Ia merebut medali perak nomor lomba recurve perorangan PON XX Papua. Rezza juga merebut medali perak nomor recurve beregu putri PON XX Papua bersama Pande Putu Gina Ariesta dan Bintang Maelya Risqy Prakusma Samar.
Perpani Papua bangga
Lolosnya Rezza Octavia ke Olimpiade Paris 2024 membuat bangga Perpani Papua, mengingat Rezza saat ini masih memperkuat Tim Panahan PON Papua. Ketua Umum Pengurus Provinsi Perpani Papua, Juliana Waromi bangga karena performa Rezza terus berkembang sejak ia memperkuat Tim Panahan PON Papua pada PON XX Papua. “Beberapa kejuaraan dia ikuti, [dia] terus meningkat,” kata Waromi.
Ia mengaku bangga karena Rezza lolos Olimpiade dengan membawa nama Papua. “Saya terus memotivasi dia. Saya bangga sekali karena dia bisa mewakili Papua dan Indonesia. Dia jadi satu-satunya atlet tim Papua yang akan tampil di Olimpiade, kami sangat bangga,” ujar Waromi.
Apalagi, September mendatang Rezza akan kembali membela Kontingen PON Papua dalam PON XXI Aceh – Sumatera Utara. Waromi menuturkan Rezza yang berasal dari Jawa Timur punya loyalitas untuk membela nama Papua.
“Dia memang dari Jawa Timur tapi dia sangat bertekad sekali untuk membela Papua dengan sungguh-sungguh. Dia benar-benar dengan hati membela nama Papua,” katanya.
Pelatih Panahan PON Papua, Maurits Otis Mano juga mengaku bangga atas prestasi yang telah dicapai Rezza. “Kami sangat bangga dengan perjuangan Rezza yang gigih sekali di Pelatnas, sampai bisa mendapatkan hasil yang memuaskan,” kata Mano.
Mano berharap Rezza dan rekan-rekannya bisa melampaui prestasi trio Srikandi Indonesia dalam Olimpiade Seoul 1988-Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani. Kala itu, ketiga Srikandi Indonesia itu meraih medali perak Olimpiade Seoul 1988.
“Rezza akan tampil bersama rekan-rekannya. Kami berharap prestasi Srikandi Indonesia di Olimpiade bisa berlanjut di Paris,” kata Mano.
Rezza menuturkan ia telah memiliki persiapan yang matang untuk tampil di Olimpiade Paris. Rezza dan rekan-rekannya di tim Panahan Indonesia sudah bertolak ke Prancis sejak 14 Juli 2024.
“[Saya] sangat siap. Persiapan menuju Olimpiade sudah matang, karena kami sudah disiapkan sejak dua tahun yang lalu. [Kami] sudah banyak mengikuti try out dan kejuaraan dunia,” kata Rezza. Semoga prestasi terbaik di raih Rezza dan kawan-kawannya dalam Olimpiade Paris 2024. (*)
































