• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Olahraga

Petrus Wis Birif, dari buruh pelabuhan, pemangkas rumput hingga atlet renang

June 14, 2022
in Olahraga
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
Petrus Wis Birif

Atlet renang disibalitas, Petrus Wis Birif - Jubi/Eman.

0
SHARES
14
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Merauke, Jubi – Petrus Wis Birif, pria kelahiran 1 Juli 1984 di Kampung Sagare, Distrik Ayip, Kabupaten Asmat ini tak menyangka bakal menyabet dua emas dan satu perak dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI yang berlangsung di Jayapura, Papua.

Pekan Paralimpik Nasional sendiri adalah ajang olahraga nasional utama untuk penyandang disabilitas. Peparnas XVI berlangsung di Jayapura pada 5-13 November 2021 lalu. Iven akbar ini mempertandingkan 12 cabang olahraga, dan diikuti oleh 1.985 atlet.

Pet begitu sapaannya, berhasil menyumbang dua emas dari cabang olahraga renang 100 meter dan 50 meter, dan satu perak dari renang 200 meter.

Atas pencapaiannya itu, Pet menerima hadiah sebesar Rp1.750.000.000, dan Rp1 miliar di antaranya merupakan bonus dari Pemerintah Provinsi Papua.

“Tuhan maha baik. Saya memang punya motivasi untuk menang, tapi Dia (Tuhan) yang merencanakan semua ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya, termasuk kepada Pemprov Papua,” kata Pet di Merauke, Senin (13/6/2022).

Petrus Wis Birif mengaku, prestasi yang diraih itu berkat ‘tangan dingin’ pelatih renangnya, Samuel Tanalepy dan Fathur yang setia melatih, membina dan memberikan motivasi kepada dia. Selama persiapan Peparnas, Pet berlatih rutin di kolam Galaxy Merauke.

“Meski dengan kekurangan (difabel), saya anak Papua harus bisa berbuat yang terbaik. Saya mau mengajak anak-anak muda Papua, mari kita semua terpacu, termotivasi dan mampu berprestasi dalam berbagai bidang,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha di Papua

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

Kado buat keluarga

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Menjadi miliarder, tak lantas membuat Petrus Wis Birif ‘lupa diri’. Uang Rp1,750 miliar itu digunakan untuk kebutuhan hidupnya, termasuk juga membantu orang tua, saudara-saudaranya, dan sesama warga Asmat di Pintu Air, Jalan Transit, Kabupaten Merauke.

Anak kelima dari pasangan Eduardus Tisakaei dan Petronela Baso ini membangun rumah untuk keluarga kecilnya di kompleks Pintu Air Merauke. Pet juga membuka tabungan sekolah untuk kedua anaknya, dan mendepositokan sebagian uang untuk masa tuanya.

Pet kemudian membeli dua motor tempel nelayan (ketinting) 40 PK dan 15 PK untuk kedua orang tuanya yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan di Sagare, Kabupaten Asmat. Ia juga menghadiahkan satu ketinting 10 PK untuk kakak iparnya di sana.

“Saya juga membeli lima sepeda motor untuk adik-kakak di Asmat. Juga ada sedikit sumbangan untuk warga Asmat yang tinggal di kompleks Pintu Air di Merauke,” tuturnya.

Meski kini memiliki cukup uang, Pet mengaku bahwa dia tetap bekerja sebagai tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Merauke. Jika kegiatan bongkar barang di pelabuhan sepi, maka Pet bekerja sampingan potong rumput di rumah-rumah warga atau di sejumlah kantor pemerintah dan swasta.

“Saya tidak malu, saya tetap bekerja sebagai buruh di pelabuhan, dan juga potong rumput. Sebelum jadi atlet pun saya kerja begitu. Karena tidak setiap hari ada bongkar muat di pelabuhan dan potong rumput, maka di waktu kosong saya mempersiapkan diri dengan berlatih renang,” ujarnya.

Jalan panjang menjadi atlet

Petrus Wis Birif lulus D3 Jurusan Peternakan Politeknik Yayasan Santo Antonius Merauke pada 2014 silam. Dia mengaku tertarik menjadi atlet disabilitas sejak bangku SMA.

Pet pertama kali mengikuti Peparnas di Samarinda, Kalimantan Timur 2008, atau tepatnya di masa awal kuliahnya. Cabang olahraga yang diminati saat itu tenis lapangan.

“Pertama saya ikuti Peparnas di Kaltim tahun 2008 dengan cabor tenis lapangan, saya kalah. Kedua Peparnas di Pekan Baru, Riau tahun 2012 dengan cabor yang sama, tapi kalah juga. Meski begitu, saya tidak patah semangat, masih tetap mau menadi atlet,” kata Pet.

Sekembalinya dari Pekan Paralimpik Nasional XIV Riau, di Merauke, Pet dihubungi oleh National Paralimpic Committee (NPC) Papua yang menawarkan dia ‘pindah arena’ dari tenis lapangan ke cabor renang. Ayah dua anak ini pun menerima tawaran tersebut, karena sanggup berenang.

“Berawal dari itu, saya mulai berlatih dan bergabung dengan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Merauke.  Kejuaraan pertama yang saya ikuti itu tingkat kabupaten di Wasur, Merauke pasa 2015. Puji Tuhan, saya berhasil meraih juara dua, meski bertanding melawan atlet-atlet normal,” tutur dia.

Pada Juli 2016, Petrus ke Jayapura dalam rangka pelatihan selama tiga bulan untuk persiapan Peparnas XV di Bandung, Jawa Barat. Di Bandung inilah dia mulai membuktikan kemampuannya dengan meraih medali perak dari renang 100 meter, dan perunggu dari renang 50 meter.

“Lalu di 2017, saya mengikuti Kejurnas di Bandung. Saya dapat dua perunggu lagi, masih sama nomornya 100 dan 50 meter. Saya kembali mengikuti Kejurnas di Solo pada 2019. Di sana saya berhasil mendapat satu medali emas dengan nomor 50 meter, perak 200 meter dan perunggu 100 meter,” sebut Pet.

Dari situ, Petrus Wis Birif semakin percaya diri dan lebih giat berlatih guna mengikuti Peparnas XVI 2021, yang mana Papua menjadi tuan rumah penyelenggaraan iven nasional bagi penyandang disabilitas. Di ajang tersebut, Pet berhasil menyumbang dua emas dan satu perak.

“Saya punya mimpi untuk tetap mengikuti kejuaraan-kejuaraan selanjutnya, antara lain Peparnas di Aceh tahun 2024, dan Asean Para Games di Solo, Jawa Tengah dalam tahun ini,” katanya.

“Saya sudah berkoordinasi dengan NPC Papua, dan nama saya masuk dalam daftar 27 atlet yang disiapkan. 27 orang itu atlet dari berbagai cabor. Saya juga sudah mengikuti tes dolphin untuk selanjutnya ikut tes lagi di Pelatnas. Hasil tes dolphin masih ditunggu,” sambungnya.

Sementara anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah yang merupakan ibu asuh Petrus Wis Birif mengaku sangat bangga melihat potensi besar yang dimiliki putra asal Asmat itu. Fauzun pun menyatakan, Petrus ibarat mutiara yang perlu dijaga (didamping), dan terus didorong menjadi atlet profesional.

“Pet punya potensi yang luar biasa, sehingga saya terpanggil untuk mendampingi dia. Dia ini emas, mutiara Papua yang patut kita jaga dan dorong terus untuk pengembangan potensinya itu,” kata Fauzun Nihayah.

Fauzun menambahkan, sangat banyak bibit atlet di Papua, termasuk difabel. Mereka perlu mendapat perhatian dan dukungan pemerintah, sehingga dapat mengembangkan potensi diri dan mengharumkan nama Papua di ajang nasional dan internasional.

“Atas saran saya, alhamdulillah dia (Petrus) sudah bangun rumahnya, bisa menabung untuk sekolah anak dan masa tuanya. Juga bantu orang tua, saudara-saudaranya dan sesama warganya,” puji Fauzun. (*)

Tags: PapuaPenyandang disabilitasPeparnasPetrus Wis Birif
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

kolaborasi

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha di Papua

September 24, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

September 17, 2026

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

September 14, 2026

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

September 14, 2026

LBH Papua Sorong pertanyakan laporan penganiayaan yang diduga dilakukan polisi

September 13, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village
25 September 2026
Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village

Sentani, Jubi – The Jayapura Regency Legislative Council’s (DPRK) Commission C has raised concerns over poor infrastructure and inadequate education [...]

Wildfires and drought hit Fakfak Regency
25 September 2026
Wildfires and drought hit Fakfak Regency

Manokwari, Jubi – Forest and land fires and drought are affecting Fakfak Regency in West Papua, disrupting school activities in [...]

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

Kadepa calls for political action to address Papua’s problems
23 September 2026
Kadepa calls for political action to address Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Papua needs practical action rather than political disputes and heated debate, according to Papuan political figure Laurenzus [...]

Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender
23 September 2026
Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender

Jayapura, Jubi – Solidaritas Merauke has urged police to stop what it describes as the criminalisation of Ariston Moiwend Buako, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

September 25, 2026
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

September 25, 2026
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

September 25, 2026
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Pelatih Persipura

Regi Aditya ambil alih kursi pelatih Persipura

September 24, 2026
KontraS

Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

April 10, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

0
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

0
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

0
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

0
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

0
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

0
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara