Kupang, Jubi – Polisi menangkap enam orang yang diduga terlibat tawuran antardesa di Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Mereka kedapatan membawa senjata tajam saat tawuran.
Kepala Polres Flores Timur Ajun Komisaris Besar I Nyoman Putra mengatakan tim reserse krimimal masih memeriksa secara intensif enam orang tersebut. Mereka juga telah mengerahkan tim identifikasi ke lokasi pembakaran rumah warga.
“Laporan dari Kepala Bagian Operasi [Flores Timur] menyebut mereka sudah mengamankan enam orang pembawa senjata tajam [saat tawuran]. Mereka [terduga pelaku] akan diproses lebih lanjut di Polres [Flores Timur],” kata Nyoman Putra, Selasa (22/10/2024).
Tawuran di Anodara Barat melibat dua kelompok warga dari Desa Bugalima dengan Desa Ilepati. Tawuran pada Senin tersebut membakar 51 rumah sehingga menewaskan seorang warga. Selain itu, empat warga lain dilaporkan mengalami luka tembak.
“Saat ini, situasi di lapangan sudah lebih kondusif. Kami telah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Nyoman.
Untuk memperkuat pengamanan, Polda Nusa Tenggara Timur menerjunkan 96 personel ke lokasi tawuran. Para personel tersebut berasal dari Satuan Brimob, Satuan Samapta, serta tim kesehatan, dan humas.
“Ada juga tim dari [Bidang] Sumber Daya Manusia untuk melayani trauma healing [pemulihan trauma warga]. Selain itu, tambahan personel dari Polres Sikka, dan Brimob Batalyon B Sikka, serta Polres Ende. Pengerahan personel bertujuan mendukung Polres Flores Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi konflik,” kata Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur Komisaris Besar Ariasandy.
Pasukan perbantuan tersebut diberangkatkan dengan kapal feri pada Selasa siang. Polda Nusa Tenggara Timur juga mengirim mobil dapur lapangan, dan mobil pengolahan air bersih ke lokasi tawuran.
Pada hari yang sama, Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur Andriko Noto Susanto juga bertolak ke lokasi tawuran di Adonara Barat. Andriko beserta rombongan menggunakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Ranaka dan dijadwalkan tiba di lokasi pada Rabu pagi.
“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat prihatin dengan kerusuhan di Adonara Barat. Kami akan melakukan beberapa hal untuk mengendalikan penyelesaiannya,” kata Andriko, Selasa malam.
Andriko juga akan mendalami penyebab tawuran dan menyalurkan bantuan kepada warga setempat. Dia berharap konflik horizontal tersebut tidak meluas sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru.
“Saya berharap masyarakat dapat menyelesaikannya [konflik] dengan baik. Saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras dalam mengendalikan persoalan ini,” kata Andriko. (*)























Discussion about this post