Gorontalo, Jubi – Tim Gabungan Pencarian dan Pertolongan atau SAR, menemukan lagi tiga jenazah korban longsor di kawasan tambang rakyat Desa Tulabolo Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Jenazah mereka langsung dievakuasi dengan helikopter untuk diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo.
Kepala Kantor SAR Gorontalo Hariyanto mengatakan jumlah korban longsor di area pertambangan emas tersebut mencapai 325 orang, hingga hari keenam pencarian. Sebanyak 26 orang, di antaranya ditemukan tewas, 280 orang selamat, dan 19 lainnya masih dalam pencarian.
“Pencarian korban, saat ini telah dihentikan, berdasarkan [Keputusan] rapat Forkopimda [Forum Komunikasi Pimpinan Daerah], sore tadi. Besok, semua personel gabungan [SAR] akan ditarik [dipulangkan dari lokasi longsor],” kata Hariyanto, Jumat (12/7/2024).
Dia mengatakan pencarian korban dihentikan karena telah berlangsung selama sepekan. Itu sesuai prosedur operasi standar SAR. Namun, operasi tersebut dapat dilanjutkan kembali apabila masih ada penemuan korban.
“Salah satu pertimbangan juga dalam penutupan operasi SAR ialah tidak jelasnya informasi dari pihak keluarga mengenai korban yang masih tertimbun longsor. Kami menilai [informasinya] tidak valid,” ujar Hariyanto.
Longsor di kawasan tambang rakyat Desa Tulabolo Timur terjadi pada Sabtu pekan lalu, sekitar pukul 23.45 Wita. Saat kejadian, sebagian besar korban sedang beristirahat, dan tertidur pulas di beberapa tenda ataupun warung di lokasi pertambangan.
Sebanyak dua dari tiga jenazah korban yang ditemukan pada Jumat, telah teridentifikasi oleh Tim Medis Polri. Mereka ialah Selmiayati Pou, dan Mohamad Akuba. Selimiayati merupakan warga Bongoime, Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, dan Mohamad Akuba, warga Dusun Utara, Desa Maleo, Paguat, Kabupaten Pohuwato.
“Polda Gorontalo bekerja sama dengan Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri dalam pengidentifikasian jenazah. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk pemulihan wilayah longsor,” kata Kepala Polda Gorontalo Inspektur Jenderal Pudji Prasetijanto Hadi, saat menyerahkan dua jenazah korban kepada pihak keluarga, di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo.
Menurut Pudji, Polda Gorontalo juga memberi bantuan psikologis dalam penanggulangan dampak longsor. Mereka mengerahkan tim psikologi untuk penanganan trauma bagi para keluarga korban.

Pengungsi banjir
Selain longsor, banjir terjadi di Provinsi Gorontalo. Sekitar 1.600 warga dari lima desa di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, mengungsi akibat banjir.
Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Gorontalo Haris Tome mengatakan warga mengungsi ke kantor camat setempat, masjid, dan sejumlah lokasi yang aman dari banjir. Namun, dia mengaku fasilitas di lokasi pengungsian masih serbaterbatas.
“Fasilitas terbatas itu, seperti kamar mandi, dan tempat tidur [yang kurang memadai]. Namun, sesuai instruksi Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, kami berupaya memastikan pelayanan kesehatan, dan [ketersediaan] makanan bagai warga [pengungsi],” kata Haris, Jumat.
Banjir juga melanda empat wilayah kelurahan di Kota Gorontalo. Kelurahan itu ialah Ipilo, Bugis, Biawu, dan Biawao. Pemerintah Kota Gorontalo menyiapkan aula Kantor Wali Kota Gorontalo dan Bele Li Mbui untuk menampung warga koban banjir tersebut.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Deddy Kadullah mengatakan beberapa lokasi pengungsian juga disiapkan secara swadaya oleh warga setempat. Lokasi tersebut, di antaranya di Gedung Nasional Kelurahan Ipilo.
“Kami akan memenuhi kebutuhan dasar pengungsi berupa makanan siap saji maupun bahan mentah. Kami juga telah membangun dapur umum di Kantor Wali Kota Gorontalo dan Lapangan Taruna Remaja,” kata Deddy.
Banjir meluas di Kota Gorontalo sejak Rabu lalu, hingga menggenangi enam dari sembilan kecamatan. Banjir terparah melanda Kecamatan Dumbo Raya, dan Kecamatan Kota Barat dengan ketinggian air lebih 50 sentimeter.
“Sungai Bone dan Sungai Bolango serta Danau Limboto meluap saat hujan deras. Seluruhnya [titik limpasan air] bertemu di Kota Gorontalo sehingga terjadi banjir,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Gorontalo Mahmud Baderan.
Mahmud mengimbau korban banjir mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah setempat ataupun tempat aman lain. Menurutnya, seluruh perangkat daerah juga telah dikerahkan untuk membangun dan mengelola dapur umum guna memenuhi kebutuhan makan bagi korban banjir. (*)























Discussion about this post