• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Penyidikan kejahatan HAM Berat Paniai masih penuh kejanggalan dan belum serius

March 28, 2022
in Nasional & Internasional, Headline
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Paniai berdarah

Ilustrasi masyarakat papua memperingati tragedi Paniai Berdarah - IST

0
SHARES
14
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – KontraS, YLBHI, Amnesty International Indonesia dan Keluarga Korban kasus Paniai (7 – 8 Desember 2014) menyoroti banyak kejanggalan dalam proses Penyidikan Umum Pelanggaran HAM Berat kasus Paniai oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Proses yang dimulai sejak 3 Desember 2021 ini dinilai menimbulkan kebingungan dikarenakan pemakaian istilah “penyidikan umum” yang tidak tercantum dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, ataupun hukum acara pidana yang berlaku di Indonesia.

“Kami melakukan pemantauan melalui kanal informasi resmi yang dimiliki Kejaksaan Agung dan media yang bisa diakses publik. Terdapat sejumlah hal yang harus dibenahi dalam proses penuntasan kasus yang menewaskan 4 orang remaja dan sedikitnya 10 orang luka-luka ini menurut Komnas HAM,” kata Tioria Pretty, Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS melalui siaran pers yang diterima Jubi, Senin (28/3/2022).

Lanjut Trioria, berdasarkan sedikitnya delapan siaran pers yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung sejak Desember 2021 hingga Maret 2022, 61 yang terdiri dari warga sipil dan anggota TNI-POLRI telah diperiksa oleh para penyidik Kejaksaan Agung. Proses ini berlangsung setidaknya di tiga lokasi yakni Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Papua dan Sumatera Barat. Namun berdasarkan informasi kredibel yang kami terima, sampai hari ini tidak ada komunikasi dari pihak Kejaksaan Agung kepada Keluarga Korban maupun para pendamping proses advokasi. Padahal dalam Sistem Peradilan Pidana termasuk untuk pelanggaran HAM berat, Jaksa merupakan sosok pembela dan pendamping korban untuk bisa meraih keadilan dan hak-hak lainnya.

Tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini sepakat bahwa Kejaksaan Agung juga belum menggunakan kewenangannya untuk mengangkat penyidik ad-hoc dari unsur masyarakat sebagaimana diakomodir dalam Pasal 21 ayat (3) UU Pengadilan HAM. Tentunya masyarakat sipil yang dilibatkan ialah yang memang telah terbukti memiliki rekam jejak bekerja untuk HAM dan memiliki kepedulian terhadap korban. Langkah ini penting untuk membuat penyidikan partisipatif dan independen guna bisa mendapatkan dan menggunakan bukti sebaik-baiknya dalam proses peradilan yang tengah berlangsung. Penyidikan pelanggaran HAM berat yang dibatasi waktu sesuai Pasal 22 UU Pengadilan HAM juga harus jadi pertimbangan efektivitas oleh Kejaksaan Agung agar proses selanjutnya yakni penuntutan bisa berjalan dengan baik yakni sesuai dengan nilai, prinsip dan ketentuan hukum dan HAM yang berlaku secara universal.

“Pembelajaran dari proses Pengadilan HAM untuk tiga pelanggaran HAM berat lainnya, yakni kasus Abepura, kasus Tanjung Priok dan kasus Timor Leste menghadirkan keraguan bagi keluarga korban dan juga publik,” tambah Trioria.

Lemahnya koordinasi dari Kejaksaan Agung dengan keluarga korban hingga lemahnya dakwaan dan tuntutan dari proses-proses tersebut masih terekam dengan jelas. Termasuk kegagalan dalam menarik mereka yang berada di rantai komando bertanggungjawab, sehingga tidak hanya mengadili para pelaku lapangan dan malah memutus adanya pertanggungjawaban pengambil kebijakan atas apa yang terjadi di Paniai 2014. Kami khawatir bahwa keberulangan akan tidak optimalnya Kejaksaan Agung selama proses tersebut bisa terjadi kembali. Ditambah fakta bahwa hanya satu dari 15 pelanggaran HAM berat yang ditingkatkan statusnya ke proses penyidikan selama hampir delapan tahun masa kepemimpinan Presiden Jokowi, membuat keraguan keluarga korban menjadi valid.

BERITATERKAIT

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

Oposisi Kepulauan Solomon: Kekhawatiran Papua Barat harus dibalas dengan disiplin diplomatik

Pihak Keluarga Korban kasus Paniai juga menyampaikan keraguan mereka akan proses penegakan hukum atas kasus Paniai bisa berujung pada keadilan. Keraguan ini berkaca pada tidak terselesaikannya berbagai kasus di Papua yang dilakukan oleh aparat baik anggota POLRI atau TNI. Dalam pernyataan sikapnya, keluarga korban menyebut beberapa kasus, seperti Kasus Dogiyai yang menewaskan dua orang (Dominokus Auwe dan Alwisus Waine) pada 2011 dan pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani pada 2020 silam. Selain kasus Paniai, ada beberapa pelanggaran HAM berat lainnya yang terjadi di Papua. Kasus-kasus tersebut hingga kini belum dilanjutkan ke tahap penyidikan meski telah terdapat bukti-bukti permulaan yang cukup, di antaranya adalah kasus Wasior 2001 dan Wamena 2003.

Situasi dan kondisi HAM di Papua memang terus menurun dari tahun ke tahun. Riak keresahan warga Papua justru diredam bukan dengan pemenuhan HAM melainkan dengan pendekatan keamanan yang kerap berubah menjadi kekerasan. Berbagai pihak telah menyampaikan sejumlah temuan, termasuk PBB yang menyatakan bahwa situasi Papua memprihatinkan. Pengerahan jumlah personel TNI yang masif, operasi penumpasan TPN-PB yang turut menjadikan warga sipil menjadi korban, warga yang harus tinggal di pengungsian hingga rasialisme, pembunuhan dan berbagai pelanggaran HAM lainnya adalah situasi yang menekan warga Papua sehari-hari.

Berdasarkan pengamatan ini, keluarga korban bersama tiga LSM ini mendesak Kejaksaan Agung untuk mengangkat penyidik HAM ad-hoc dari unsur masyarakat yang memiliki kapasitas dalam bidang HAM dan keberpihakan kepada korban untuk turut serta dalam penyidikan kasus Paniai. Selain itu Kejaksaan Agung diminta menarik pertanggungjawaban beberapa petinggi POLRI dan TNI di balik kasus Paniai dengan memperhatikan konsep rantai komando yang diatur dalam Pasal 42 UU Pengadilan HAM. Serta mendesak Presiden Joko Widodo menghentikan pelanggaran HAM yang terus terjadi di Papua. Salah satunya dengan mengganti pendekatan keamanan dengan melakukan demiliterisasi menjadi pendekatan kesejahteraan yang bertumpu pada dialog dan penegakkan HAM. (*)

Tags: HAMKejaksaan AgungPaniaiPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

October 8, 2026

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

October 8, 2026

Oposisi Kepulauan Solomon: Kekhawatiran Papua Barat harus dibalas dengan disiplin diplomatik

October 2, 2026

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

September 28, 2026

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary Forest Management
10 October 2026
Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary  Forest Management

Teminabuan, Jubi – Indigenous Papuans have their own ways of managing customary forests to ensure they remain protected. They harvest [...]

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

October 11, 2026
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

October 11, 2026
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

October 11, 2026
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

October 11, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

October 10, 2026
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

October 10, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

October 10, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

0
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

0
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

0
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

0
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

0
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

0
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara