Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura memasuki fase krusial dalam perjalanannya di Pegadaian Championship Grup Timur. Perubahan signifikan terjadi di kursi kepelatihan dengan masuknya Rahmad Darmawan (RD) menggantikan Ricardo Salampessy. RD tidak sendirian datang untuk kedua kali di Persipura. Ia ditemani Regi Aditya sebagai asisten pelatih.
Duet juru racik anyar tim Mutiara Hitam itu memanggul tugas berat, mengejar posisi dua besar untuk merebut tiket promosi ke kompetisi kasta tertinggi. Saat ini, Persipura menempati posisi kelima klasemen sementara dengan 7 poin dari 5 pertandingan.
Berjarak 8 poin dari Barito Putera di puncak klasemen, bukan pekerjaan yang mudah bagi skuad Persipura. Ujian pertama dimulai pada laga kandang melawan Persiba Balikpapan di Stadion Utama Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura pada Minggu (19/10/2025).
Rekam jejak RD dan Regi
Rahmad Darmawan, satu di antara pelatih senior dan berpengalaman di kancah sepak bola Indonesia. Ia dikenal memiliki rekam jejak yang panjang dengan menangani klub-klub besar.
Karier RD mulai mengkilap ketika ia memimpin Persipura Jayapura pada 2005. Dalam periode tersebut, ia berhasil membawa tim Mutiara Hitam meraih gelar Juara Divisi Utama Liga Indonesia, yang merupakan trofi pertama klub tersebut di kompetisi teratas nasional.
Setelah sukses bersama Persipura, RD melatih Persija Jakarta (2006, 2010–2011, 2015), membawa tim tersebut ke final Liga Indonesia pada 2006.
BERITATERKAIT

Puncak kesuksesannya datang saat menukangi Sriwijaya FC (2007–2010, 2017–2018). Bersama Laskar Wong Kito, ia meraih double winner dengan menjuarai Liga Indonesia 2007–2008 dan juga Copa Indonesia tiga kali berturut-turut (2007, 2008, dan 2010).
RD juga pernah membesut tim besar lain di Jawa Timur, yaitu Arema Indonesia (2011–2012, 2013), di mana ia membawa tim finis sebagai runner-up ISL 2013, dan Persebaya Surabaya (2014).
Kariernya sempat berlanjut ke negeri tetangga dengan melatih T-Team di Malaysia dari 2015 hingga 2017, dan berhasil membawa tim itu promosi ke Liga Super Malaysia.
Kembali ke Indonesia, RD melatih sejumlah klub Liga 1, termasuk Mitra Kukar (2018), PS TIRA/TIRA-Persikabo (2019) yang dibawanya finis di peringkat lima. Kemudian Madura United (2020–2021) dan Rans Nusantara FC (2021–2023). Di Rans Nusantara, ia sukses membawa tim promosi ke Liga 1 pada 2021.
Meski dikenal sebagai pelatih yang mampu meraih gelar dan promosi, RD juga pernah menghadapi kegagalan membawa timnya bertahan di kasta tertinggi.
Pada kompetisi Liga 1 2018, RD menangani Sriwijaya FC di paruh musim. Namun, ia memutuskan mundur dari jabatannya menjelang akhir musim di tengah situasi kritis klub yang berjuang melawan degradasi. Sriwijaya FC akhirnya terdegradasi setelah RD meninggalkan tim.
Di musim yang sama, RD mengambil alih tongkat juru racik Mitra Kukar di pertengahan musim, namun upayanya tidak cukup untuk menyelamatkan timnya dari zona merah. Mitra Kukar menjadi klub pertama besutan RD yang terdegradasi dari kasta tertinggi pada Liga 1 2018.
Pada kompetisi Liga 1 2022/2023, Rans Nusantara FC yang diasuhnya berada di posisi terbawah klasemen (ke-18). Meski secara de facto berada di zona degradasi, Rans tidak turun kasta karena regulasi kompetisi pada musim itu meniadakan sistem degradasi.

Regi Aditya, asisten pelatih anyar Persipura juga memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di persepakbolaan Indonesia. Reputasinya melejit setelah sukses mencatatkan sejarah membawa PSBS Biak Numfor meraih prestasi tertinggi di kasta kedua.
Setelah sempat menjabat sebagai asisten pelatih, Regi diangkat menjadi pelatih kepala PSBS pada pertengahan musim Liga 2 2023/2024.
Di bawah komandonya, PSBS Biak tampil luar biasa. Regi berhasil membawa tim berjuluk Badai Pasifik itu menembus babak play-off hingga partai final. Puncaknya, ia sukses membawa PSBS Biak meraih gelar Juara Liga 2 musim 2023/2024, sekaligus mencatatkan sejarah dengan meloloskan PSBS promosi ke Liga 1 untuk pertama kalinya.
Setelah berpisah dengan PSBS, Regi Aditya melanjutkan karier sebagai pelatih kepala di Persibo Bojonegoro pada Liga 2 musim 2024/2025. Kedatangan Regi ke Persibo membawa ekspektasi tinggi, mengingat ia datang dengan track record juara Liga 2.
Ia sempat membawa Persibo menunjukkan performa awal yang menjanjikan di fase grup. Namun, petualangan Regi di Persibo ternyata berlangsung singkat. Ia mundur lebih cepat dari posisinya sebagai pelatih kepala pada November 2024.
Berharap sejarah terulang
Manajemen Persipura Jayapura mengambil langkah strategis dengan menunjuk duet pelatih anyar, Rahmad Darmawan dan Regi Aditya. Keputusan ini bukan tanpa dasar; rekam jejak kedua nama itu di kancah sepak bola nasional menjadi pertimbangan utama, terutama keberhasilan mereka meraih juara dan membawa tim promosi ke kasta tertinggi kompetisi.
Perekrutan ini jelas membawa satu harapan besar, ingin mengejar posisi dua besar klasemen demi merebut satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan.
Manajer Persipura, Owen Rahadian, secara terbuka menyampaikan alasan di balik penunjukan Rahmad Darmawan (RD). Menurut Owen, RD adalah figur yang sudah sangat akrab dan dikenal di Jayapura.
Ia merupakan salah satu arsitek kunci di balik kesuksesan bersejarah Persipura ketika pertama kali mengangkat trofi juara Liga Indonesia pada 2005. Memori manis inilah yang coba dihidupkan kembali.
Dengan segudang pengalaman serta pemahaman mendalam yang dimiliki RD terhadap kultur sepak bola Papua, manajemen berharap Boaz Solossa dan rekan-rekan setimnya dapat termotivasi untuk segera bangkit.
Target terdekat adalah mengejar posisi dua besar dan kembali bersaing keras memperebutkan satu tiket promosi untuk memastikan Persipura kembali berlaga di Liga 1 pada musim depan.

”Kami sangat percaya pada Coach Rahmad Darmawan. Beliau memiliki kapasitas dan pengalaman yang diperlukan untuk membawa Persipura ke arah yang lebih baik. Harapan kami, performa tim akan terus meningkat ke depan dan kami bisa kembali bersaing di papan atas,” kata Owen Rahadian.
Kehadiran Regi Aditya sebagai pendamping RD juga didasari oleh pertimbangan yang tidak kalah kuat, khususnya terkait kesuksesan yang pernah ia torehkan di Tanah Papua. Regi Aditya sebelumnya berhasil membawa PSBS Biak Numfor meraih gelar juara dan promosi ke Liga 1.
Selain itu, Manajer Owen Rahadian juga memiliki kedekatan personal dan sangat mengenal sosok Regi saat mereka bekerja bersama di PSBS, bahkan juga di Persibo Bojonegoro.
”Ada banyak faktor yang kami pertimbangkan dalam memilih pelatih. Mulai dari latar belakang, rekam jejak melatih, sampai kemampuan mereka dalam memahami budaya di Papua dan cara berempati di sana. Saya sudah mengenal Regi Aditya cukup lama,” kata Owen.
Menurut Owen, Regi sukses membawa PSBS Biak promosi dan juga sempat menorehkan hasil bagus di Persibo sebelum berpisah.
“Kombinasi Coach RD dan Regi ini harus saling melengkapi dan ini kami yakini akan menjadi aset berharga serta keunggulan tersendiri bagi tim,” ujar Owen.
Di sisi lain, Manajer Persipura, Owen Rahadian, juga tidak lupa menyampaikan apresiasi yang tulus kepada pelatih yang bertugas sebelumnya, Ricardo Salampessy.
”Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Coach Ricardo Salampessy atas kerja keras dan pengabdiannya yang luar biasa untuk Persipura,” ujar Owen.
Menurutnya, Ricardo telah memberikan yang terbaik untuk menjaga semangat tim. Ia juga tetap menunjukkan profesionalisme yang tinggi meskipun harus bekerja dalam situasi yang sulit.
“Persipura sangat menghormati Ricardo dan akan selalu menjadikannya bagian penting dari sejarah panjang klub,” katanya.
Mengusung filosofi menyerang
Kembalinya Rahmad Darmawan ke Persipura Jayapura setelah dua puluh tahun membawa beban tantangan yang tidak ringan. Pelatih senior ini mengakui situasinya kini jauh lebih berat, mengingat ia datang di tengah kompetisi yang sudah berjalan.

“Ini situasi yang luar biasa bagi saya, tepat 20 tahun yang lalu saya menginjakkan kaki di stadion ini, dan hari ini saya kembali,” kata RD.
RD melihat ada warisan positif dari pelatih sebelumnya. Menurutnya, pondasi filosofi dasar sepak bola khas Papua sudah tertanam dengan baik. Tantangan utamanya sekarang adalah membuat pemain tampil disiplin dan konsisten menerapkan filosofi itu selama 90 menit pertandingan.
Dalam analisisnya, RD langsung fokus pada dua aspek penting yang perlu perbaikan mendesak. Yang pertama adalah efektivitas penyerangan. Ia mengamati tim kerap menciptakan banyak peluang emas, namun minim dalam konversi gol.
Yang kedua adalah keseimbangan permainan. RD menekankan pentingnya hal ini. Menurutnya, tim harus siap menghadapi serangan balik lawan dengan formasi dan struktur yang seimbang, karena sepak bola itu tidak hanya menyerang.
“Saya memang melihat ada banyak sekali peluang yang selalu diciptakan, tapi gagal untuk dikonversikan jadi gol,” ujarnya.
RD memastikan tidak akan ada perubahan mendasar pada strategi tim. Ia hanya akan melakukan penyesuaian kecil, terutama menempatkan beberapa pemain di posisi yang dianggap lebih ideal. Ia juga akan mencoba memaksimalkan potensi pemain yang belum mendapat banyak kesempatan bermain.
“Tidak akan banyak hal yang saya ubah, mungkin hanya beberapa situasi yang akan saya buat,” kata RD.
Mengenai gaya bermain, RD mengakui Persipura terlahir dengan karakter yang khas —sepak bola atraktif, mengedepankan penguasaan bola (possession), dan selalu berusaha menyerang maksimal.
Ia membeberkan, filosofi permainannya akan sangat fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi tim dan lawan yang dihadapi, baik dalam menentukan blok pertahanan tinggi, tengah, atau belakang.
“Memang susah mau mengubah karakter sepak bola Persipura. Tapi, overall, tim kita ini dulu lahir dari sepak bola yang atraktif, sehingga tim akan tetap menyesuaikan untuk menyerang, tapi tetap juga menyeimbangkan lini pertahanan,” ujarnya.
Untuk mencapai target promosi, RD menekankan pentingnya menumbuhkan mentalitas juara, dan memandang semua pertandingan adalah laga final.
“Saya pikir kita tetap harus optimis untuk memotivasi semua pemain dan kita akan mulai dari pertandingan yang ada di depan mata. Dan saya pikir itu penting untuk pemain selalu menaruh pertandingan besok itu adalah pertandingan final. Jadi, supaya mereka juga bisa terus menjaga peluang,” ujarnya.
RD juga menaruh harapan besar pada peran pemain senior, khususnya Ian Kabes dan Boaz Solossa. Ia menyebut kehadiran mereka sangat berarti untuk memberikan motivasi dan menjadi contoh bagi pemain muda.
Optimisme serupa disampaikan asisten pelatih, Regi Aditya. Ia menyatakan bangga bisa bergabung dengan tim bersejarah.

“Visi dan misi saya adalah memberikan kontribusi untuk bagaimana Persipura bisa kembali ke kasta tertinggi di level sepak bola Indonesia. Meskipun kompetitor berada di atas, kalau kita bekerja sama-sama, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,” kata Regi.
Tuntutan suporter
Harapan besar kini disematkan di pundak skuad Persipura Jayapura untuk segera bangkit dan mengejar tiket promosi ke Liga 1 musim 2026/2027.
Tuntutan itu, salah satunya datang dari basis kelompok suporter, Black Danger Community (BDC). Mereka secara tegas menagih kemenangan mutlak dalam dua laga kandang pertama Persipura di bawah asuhan pelatih baru.
”Dua kemenangan di kandang adalah harga mati. Demi menjaga asa promosi, kami minta laga awal Persipura wajib enam poin,” kata Pelaksana Tugas Ketua Black Danger Community Jhon Ungirwalu atau JRU.
Alasan tuntutan ini kuat. Saat ini, Persipura memiliki selisih delapan poin dari pemuncak klasemen sementara, Barito Putera. Kemenangan beruntun di kandang dianggap krusial untuk memangkas jarak poin yang cukup jauh tersebut.
Dua pertandingan kandang pertama ini juga dianggap sebagai ujian awal bagi duet pelatih anyar, Rahmad Darmawan dan Regi Aditya. Para suporter dan manajemen akan melihat sejauh mana dampak instan yang bisa diberikan oleh kedua juru taktik berpengalaman ini terhadap performa tim.
Selain menuntut kemenangan, BDC juga memberikan perhatian khusus kepada peran para pemain senior dan legenda klub. JRU meminta para pemain seperti Boaz Solossa, Ramai Rumakiek, Elias Basna, Feri Pahabol, dan kapten tim, Gunansar Mandowen, untuk memikul tanggung jawab moral yang lebih besar.
Ia menjelaskan, para pemain senior tersebut memiliki jam terbang tinggi dan merupakan saksi hidup ketika Persipura harus terdegradasi ke Liga 2. Pengalaman pahit inilah yang diharapkan menjadi beban moral dan tanggung jawab penuh untuk berjuang mengembalikan Mutiara Hitam ke kasta tertinggi.
Senada dengan itu, Sekretaris BDC Merwin Mabui, menilai peran pemain senior sangat penting karena mereka membawa ketenangan yang sangat dibutuhkan dalam permainan sepak bola.
“Kehadiran pemain berpengalaman di lapangan sebagai kunci untuk menjaga irama dan ciri khas permainan Persipura agar tidak hilang,” katanya.
Terkait strategi di lapangan, BDC berharap pelatih dapat memaksimalkan peran pemain-pemain kunci. Wakil Sekretaris BDC Doni Gobay meminta agar pelatih selalu menurunkan pemain senior tersebut, baik di babak pertama maupun babak kedua, guna menjaga ritme dan alur permainan tim.
”Tapi semua harus disesuaikan dengan kebutuhan tim di lapangan dan analisis mendalam dari tim pelatih terhadap kekuatan dan kelemahan tim lawan,” ujarnya.
Tuntutan suporter ini merupakan bentuk dukungan sekaligus penekanan bahwa kesempatan untuk promosi harus diperjuangkan secara total, dimulai dengan mengamankan enam poin penting di rumah sendiri.
Saat ini, Persipura menempati peringkat ke-5 klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 dengan mengumpulkan 7 poin. Kesempatan untuk menembus posisi dua besar masih terbuka. Berdasarkan jadwal, Persipura masih memiliki 22 pertandingan di putaran pertama dan kedua. (*)



























