• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Pasar Youtefa: Retribusi Mengalir, Pedagang Bertahan di Tengah Jalan Rusak, Sampah, dan Minim Fasilitas

August 29, 2025
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Alberth Yomo - Editor: Admin Jubi
Pasar Youtefa

Kondisi dan Suasana di Pasar Youtefa, Jumat (29/8/2025). Foto : Elwen

0
SHARES
41
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pasar Youtefa, salah satu pusat ekonomi rakyat terbesar di Kota Jayapura, menyimpan berbagai cerita getir di balik hiruk-pikuk transaksi harian. Pedagang mengeluhkan fasilitas dasar yang jauh dari layak: jalan rusak, drainase tersumbat, toilet swadaya, hingga pungutan yang membebani. Hasil liputan tim Magang Honai Jurnalistik Kampung mengungkap bahwa di tengah miliaran rupiah retribusi yang masuk ke kas daerah, pedagang justru harus menanggung beban biaya sendiri untuk menjaga roda pasar tetap berputar.

Solikin Anwar (31), pedagang tahu dan tempe asal Kediri, menyoroti buruknya infrastruktur pasar. “Sebagian jalan sudah dicor, tapi ada yang belum. Kalau hujan, pasar banjir karena tidak ada selokan. Pengunjung sering jatuh karena jalan licin,” katanya.

CF5 Solikin Anwar
Solikin Anwar, pedagang

Keluhan serupa datang dari mama Herelina Kogoya, pedagang sayur asal Kelila, Papua Pegunungan. “Jalannya tidak baik, ini kota tapi macam bagaimana kita pikir begitu?” ucapnya. Ia mengaku harus mengeluarkan Rp15 ribu ongkos ojek sekali jalan dari rumah di Tanah Hitam ke Pasar Youtefa.

Sekretaris Pasar Youtefa, Yerry Nussy, membenarkan kondisi itu. Menurutnya, perbaikan jalan dan drainase masih bergantung pada anggaran Dinas Pekerjaan Umum. “Tahun lalu ada pekerjaan, tapi belum tuntas. Tahun ini baru ada anggaran untuk got, drainase, dan jalan,” ujarnya.

CF7 Yerry Nussy Sekertaris Pasar Youtefa
Yerry Nussy, Sekertaris Pasar Youtefa

Toilet Swadaya, Bukan dari Pemerintah

Ironisnya, fasilitas publik vital seperti toilet justru dibangun dengan swadaya pedagang. Ibu Masni Tahir (60), perantau asal Makassar, mengaku membangun kembali toilet pasar dengan pinjaman bank sebesar Rp70 juta setelah pasar terbakar.

“Toilet ini punya saya sendiri, bukan pemerintah. Dari pemerintah sepersen pun tidak ada bantuan,” tegasnya.

BERITATERKAIT

Gubernur Papua Barat Daya akhirnya temui mama pedagang asli Papua

Pedagang mama Papua menginap di kantor Gubernur Papua Barat Daya

Jelang Nataru harga daging babi di Pasar Youtefa melambung

Wapres dan Pj Gubernur Papua kunjungi pasar tradisional Yotefa

CF8 Masni Tahir
Masni Tahir, Pedagang

Pengunjung dikenakan biaya Rp2.000 untuk buang air kecil dan Rp3.000 untuk buang air besar. Dari situ, Masni meraup pendapatan sekitar Rp250–270 ribu per hari. Namun, biaya operasional tinggi: Rp315 ribu per bulan untuk listrik, Rp300 ribu retribusi toilet, dan Rp3.000 per hari untuk kebersihan. “Pendapatan tidak sebanding dengan biaya,” keluhnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Selain modal dagang, pedagang juga menanggung pungutan berlapis. Herelina menyebut setiap hari ia membayar Rp15 ribu untuk sewa tempat, Rp15 ribu untuk sewa payung, dan tambahan Rp2.000 yang ditarik pengurus pasar tanpa penjelasan.

CF6 Mama Herelina Kogoya
Mama Herelina Kogoya

“Kalau dagangan habis, bisa dapat Rp400–500 ribu. Tapi kalau sepi, paling Rp50–100 ribu. Itu harus dipotong lagi dengan biaya harian,” ungkapnya.

Sementara Sholikin, pedagang tahu-tempe, mengaku membayar retribusi harian Rp3.000 di pagi hari dan Rp5.000 di sore hari, selain menyewa tempat dari orang lain.

Retribusi Masuk Kas Daerah, Pedagang Merasa Tak Dapat Imbalan

CF2 scaled
Kondisi dan Suasana di Pasar Youtefa, Jumat (29/8/2025). Foto : Elwen

Menurut Sekretaris Pasar, retribusi dari pedagang diserahkan ke Dinas Perindakop lalu diteruskan ke Dinas Pendapatan Daerah untuk masuk ke APBD. “Karcis itu untuk pendapatan daerah,” jelas Yerry.

Namun, kenyataan di lapangan memperlihatkan paradoks. Pedagang tetap harus membayar biaya tambahan untuk fasilitas dasar—dari toilet, air, listrik, hingga kebersihan. Fasilitas yang disediakan pemerintah sangat terbatas: hanya kantor pasar, tiga toilet aktif yang dikelola pedagang, dan tenaga kebersihan yang jumlahnya minim.

CF9 Infografis Potret Buram Pasar Youtefa
Infografis. Jubi/Leon

Masalah sampah disebut sebagai tantangan utama. “Sampah paling banyak dari pinang. Petugas setengah mati angkat. Hari ini diangkut, besok sudah menumpuk lagi,” ujar Yerry. Saat ini ada tujuh tenaga kebersihan di Pasar Youtefa, namun jumlah itu dianggap belum mencukupi.

Keamanan dan penerangan juga bermasalah. Anggaran keamanan tahun ini ditiadakan, sedangkan lampu jalan banyak yang sudah tidak berfungsi.

Para pedagang berharap pemerintah kota memenuhi janji-janji politik mereka. “Jalan di dalam pasar harus diperbaiki, begitu juga parit. Kalau hujan, air sering meluap sampai masuk ke rumah dan tempat dagangan kami,” pinta Masni.

Herelina menambahkan, “Kami ini di kota, tapi fasilitas seperti bukan di kota.”

Sementara Sholikin berharap penataan pasar lebih tertib agar pedagang tidak saling berebut tempat. “Supaya semua dapat tempat yang layak,” ujarnya.

Potret Pasar Youtefa memperlihatkan jurang antara pemasukan besar yang disetor pedagang ke pemerintah dan minimnya fasilitas yang kembali ke mereka. Toilet dibangun swadaya, pedagang membayar pungutan berlapis, jalan dan drainase terbengkalai, sampah menumpuk, serta keamanan tak terjamin.

Di balik ramainya transaksi jual beli setiap hari, pedagang kecil berjuang dengan biaya harian yang terus menggerogoti pendapatan. Pasar yang seharusnya menjadi ruang ekonomi rakyat justru menjelma sebagai ruang perjuangan melawan sistem pengelolaan yang timpang.(*)

Elwen dan Son David, Peserta Magang dari Honai Jurnalistik Kampung di Media Jubi berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Tags: Pasar YoutefaPedagangretribusi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Papua Barat Daya

Gubernur Papua Barat Daya akhirnya temui mama pedagang asli Papua

July 3, 2026
Pedagang mama Papua

Pedagang mama Papua menginap di kantor Gubernur Papua Barat Daya

July 2, 2026

Jelang Nataru harga daging babi di Pasar Youtefa melambung

December 15, 2025

Wapres dan Pj Gubernur Papua kunjungi pasar tradisional Yotefa

September 19, 2025

Harga beras di pasar Youtefa melambung sejak tiga bulan terakhir

August 25, 2025

Harga cabai di Pasar Youtefa Kota Jayapura masih mahal

July 19, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Lake Sentani increasingly overrun by invasive ‘red devil’ fish
30 September 2026
Lake Sentani increasingly overrun by invasive ‘red devil’ fish

Jayapura, Jubi – Fish habitats in Lake Sentani, in Jayapura Regency, Papua, are under mounting ecological pressure from land conversion, [...]

Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue
29 September 2026
Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue

Jayapura, Jubi – Papuan political figure Laurenzus Kadepa says differences in perspectives have made it difficult to find the best [...]

The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia launches legal aid institute
29 September 2026
The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in  Indonesia launches legal aid institute

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia (GIDI) has launched the GIDI [...]

Maybrat resident allegedly tortured at Marine post
28 September 2026
Maybrat resident allegedly tortured at Marine post

Sorong, Jubi – A resident of Wakom Village, East Aifat District, Maybrat Regency, Southwest Papua, identified as Wilem, also known [...]

YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence
28 September 2026
YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence

Jayapura, Jubi – The Papua Foundation for Justice and Human Integrity (YKKMP) says the Indonesian government should respond to allegations [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Karhutla

Pemprov Papua Barat dinilai belum maksimal tangani karhutla

September 30, 2026
Provinsi Papua Utara

MRP serahkan persetujuan pembentukan Provinsi Papua Utara ke Komisi II DPR RI

September 30, 2026
Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

September 30, 2026
Kabupaten Jayapura

Bappenda Kabupaten Jayapura gelar operasi patuh pajak selama tiga bulan

September 30, 2026
isu iklim

Pemimpin Pasifik bersatu dalam isu iklim di sidang umum PBB

September 30, 2026
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

September 30, 2026
Ikan gabus Sentani

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

September 30, 2026
Kantor ICC

AS mengucapkan selamat kepada Naoero atas keputusan penarikan diri dari ICC

September 28, 2026
Papua Barat

Jakarta tanggapi klaim negara Pasifik tentang pelanggaran HAM di Papua Barat

September 30, 2026
Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

September 30, 2026
Keramba, Danau Sentani

Danau Sentani semakin dijajah ikan “setan merah”

September 30, 2026
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

September 30, 2026
Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

September 29, 2026
Karhutla

Pemprov Papua Barat dinilai belum maksimal tangani karhutla

0
Provinsi Papua Utara

MRP serahkan persetujuan pembentukan Provinsi Papua Utara ke Komisi II DPR RI

0
Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

0
Kabupaten Jayapura

Bappenda Kabupaten Jayapura gelar operasi patuh pajak selama tiga bulan

0
isu iklim

Pemimpin Pasifik bersatu dalam isu iklim di sidang umum PBB

0
Ikan gabus Sentani

Ikan gabus asli Danau Sentani makin sulit ditemukan

0
Perusahaan Ok Tedi

Perusahaan Ok Tedi terapkan radar baru pantau lereng tambang terbuka

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara