Jayapura, Jubi – Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang atau IMPETANG menggelar musyawarah organisasi mahasiswa atau musorma Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan yang ke-IV.
Musorma itu diselenggarakan di Museum Expo Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (15/5/2025).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika atau Kominfo Kabupaten Pegunungan Bintang, Rosalina Yawalka mewakili pemerintah daerah saat membuka musorma.
Ia berpesan agar mahasiswa dari wilayah itu banyak belajar dan berproses, karena masa depan Pegunungan Bintang ada di tangan pemuda dan mahasiswa.
Katanya, 3.856 mahasisawa dan mahasiswi yang tergabung dalam organisasi IMPETANG, mesti dapat mengatur waktunya dengan baik dalam berorganisasi dan fokus belajar pada bidang ilmu yang diambil di kampus masing-masing, agar mereka bisa lulus tepat waktu.
“Banyak hal yang harus dipelajari tentang pengembangan diri, belajar manajemen, belajar kepemimpinan serta mahasiswa dapat beradaptasi perkembangan jaman,” kata Rosalina Yawalka kepada Jubi, Kamis (15/5/2025).
Diharapkan melalui organisasi IMPETANG, ke depan tidak mahasiswa tidak hanya suka mengkritik dan memprotes pemerintah. Akan tetapi banyak belajar dan bertanya kepada pihak berwenang, sehingga bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan dunia pemerintahan.
“Mahasiswa yang berada diwadah IMPETANG itu sebaiknya jangan buang-buang waktu dan kesempatan, sebab tidak semua orang bisa mendapat kesempatan seperti kalian. Oleh karena itu, gunakan wadah ini dengan baik untuk belajar dan berproses mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja nanti,” ujarnya.
Katanya, Pemerintah Pegunungan Bintang berkomitmen mendukung penuh pengembangan sumber daya manusia atau SDM Pegubin, melalui dinas Pendidikan dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal.
Selain itu menurutnya, bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang adalah menyediakan beasiswa bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang tergolong berprestasi dibidang akademik, maupun non-akademik.
“Pengembangan SDM menjadi program utama Pemerintah Pegunungan Bintang sehingga tentu akan sangat mendukung, salah satunya menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi,” ucapnya.
Rosalina Yawalka menyatakan, ia juga bagian pencetus organisasi IMPETANG dan mengikuti perkembangan kerja organisasi itu dari tahun-ketahun.
Ia menilai, ada transformasi atau perkembangan yang begitu besar dan signifikannya dalam tubuh organisasi IMPETANG, sehingga kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Pegunungan Bintang terus meningkat.
“Saya hari ini memberikan apresiasi setinggi-tingginya, saya salut, bangga dan bahagia karena IMPETANG sekarang ini jauh lebih maju dari kami. Mereka punya langkah sudah sangat jauh, mereka begitu solid, mereka begitu luar biasa, mereka pintar-pintar maka itu saya berharap supaya mereka bisa mempertahankan itu bahkan lebih ditingkatkan lagi,” kata Yawalka.
Sementara itu, Ketua IMPETANG se-Indonesia di Kota Studi Jayapura, Sepei O Kalakmabin mengatakan musyawarah organisasi mahasiswa IMPETANG yang ke -IV itu berlangsung selama tiga hari, yaitu 15 Mei 2025 hingga 17 Mei 2025.
Sepei mengatakan musorma sebagai salah satu program utama organisasi yang dilaksanakan dari tahun ke tahun oleh IMPETANG. Namun selama delapan tahun musorma IMPETANG vakum dan tidak dilaksanakan, sehingga pada masa kepemimpinan Sepei dan jajarannya berupaya mengembalikan marwah organisasi.
“Sesuai dengan tema, kembali melihat dan menata IMPETANG, maka hari ini kami membuka untuk melaksanakan Musorma selama tiga hari,” kata Sepei Kalakmabin.
Kalakmabin berharap, para alumni dan senior IMPETANG serta mahasiswa umum asal Kabupaten Pegunungan Bintang turut mendukung dalam mensukseskan musorma itu, baik dalam wujud materil maupun moril.
“Jadi bagaimana kita semua bersatu merekonstruksi kembali organisasi yang sudah vakum selama delapan tahun tidak jalan sesuai dengan mekanisme atau AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga) organisasi, supaya kedepan jauh lebih baik dari sekarang atau delapan tahun yang kita telah lewati,” ujarnya. (*)





















Discussion about this post