Wamena, Jubi – Kehadiran youtuber dan konten kreator, Bobon Santoso bersama Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang di Provinsi Papua Pegunungan, dinilai sebagai pengalihan isu kemanusiaan di wilayah itu.
Komite Nasional Papua Barat atau KNPB wilayah Baliem Barat menyatakan, kehadiran Bobon Santoso, Pangdam Cenderawasih dan para petinggi negara di Provinsi Papua Pegunungan adalah pengalihan isu konflik bersenjata dan Program Stragis Nasional (PSN) di Tanah Papua
Ketua KNPB wilayah Baliem Barat, Demin Tabuni mengatakan, kedatangan para petinggi negara dan jenderal TNI di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan dalam rangka karya bakti, Jumat (24/7/2026), adalah upaya Negara Indonesia menutupi kasus pembunuhan dan orang hilang di Malagaineri serta militerisasi di wilayah Lany Jaya.
Katanya, tujuan kedatangan Kodam Cenderawasih dengan untuk melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya pembangunan jembatan, rumah layak huni bagi warga, dan menyiapkan air bersih tidak mencerminkan situasi di Lanny Jaya.
“Siapa yang membunuh rakyat Papua dan siapa yang datang menjadi pahlawan di tengah situasi konflik bersenjata. Datang bunuh rakyat sipil, tapi mau menyamar sebagai pahlawan. Ini sesungguhnya kolonialisme,” kata Demin Tabuni, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, dalam kunjungan Kodam Cenderawasih itu, juga terlihat Bobon Santoso, yang disebut berencana membuat konten pesta babi di Lanny Jaya.
“Kami menilai, [rencana] ini hanya untuk menutupi film [dokumenter] Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita, yang disutradarai oleh Daddy Laksono dan kawan kawan,” ujarnya.
Menurut Demin Tabuni, kunjungan tersebut menganggu rencana aksi Nasional yang akan digelar KNPB dengan tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” pada 3 Agustus dan 15 Agustus 2026.
“Oleh karenanya, KNPB sebagai media rakyat menyikapi dan menolak segala bentuk operasi militer di Tanah Papua dengan cara apa pun, [sebab] merupakan upaya negara meng-Indonesiakan orang Papua,” ucapnya.
Sebelum ke Lanny Jaya, Pangdam Cenderawasih terlebih dahulu membuka program Karya Bakti Skala Besar Kodam XVII/Cenderawasih Tahun 2026 di wilayah Papua Pegunungan di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (23/7/2026).
Pembukaan ditandai dengan penyerahan alat kerja kepada personel TNI yang akan melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan di lapangan.
Sejumlah kegiatan fisik yang dilaksanakan melalui program tersebut meliputi pembangunan jembatan, pembangunan pompa hidram untuk penyediaan air bersih, serta pembangunan satu unit sekolah yang saat ini telah berjalan.
Selain pembangunan fisik, berbagai kegiatan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian Karya Bakti, di antaranya pengobatan massal, pembagian paket sembako kepada masyarakat, serta donor darah yang melibatkan sekitar 800an Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024 Kabupaten Jayawijaya.
Masyarakat Jayawijaya juga diajak menghadiri kegiatan Kuali Merah Putih di Lapangan Hepuba, Distrik Asolokobal, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut akan menghadirkan konten kreator, Bobon Santoso bersama tim untuk memasak dan makan bersama masyarakat. (*)























Discussion about this post